Artikel

Macam-Macam Shalat Sunnah Ketika Haji dan Umrah

Melakukan ibadah haji dan umroh adalah hal yang paling di tunggu-tunggu umat muslim, maka dari itu karena biaya haji dan umroh yang bisa dibilang tidak murah, saat mereka melakukan ibadah haji dan umroh para umat muslim saling berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan, selain menjalani kewajiban mereka juga saling berlomba-lomba melakukan amalan-amalan sunnah yang di anjurkan di Islam.

Melakukan shalat sebaikanya dilaksanakan di masjid, jangan melakukan shalat di kamar penginapan atau di loby. Karena shalat adalah salah satu kewajiban bagi kaum muslim yang sudah mukallaf dan harus dikerjakan baik bagi mukimin maupun dalam perjalanan.

Shalat merupakan rukun Islam kedua setelah syahadat. Islam didirikan atas lima sendi (tiang) salah satunya adalah shalat, sehingga barang siapa mendirikan shalat, maka ia mendirikan agama Islam, dan barang siapa meninggalkan shalat, maka ia meruntuhkan agama Islam.

Shalat harus didirikan dalam satu hari satu malam sebanyak lima waktu, dan jumlahnya adalah 17 rakaat. Shalat merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan tanpa kecuali bagi muslim mukallaf baik yang sedang sehat maupun yang sedang sakit.

Selain shalat wajib, ada juga shalat sunnah.
Shalat sunnah adalah shalat yang apabila dikerjakan mendapatkan pahala dan bila tidak dikerjakan tidak berdosa. Akan tetapi, shalat sunnah adalah suatu tambahan buat kita apabila di dalam shalat fardhu kita kurang sempurna. Ini dia sunah-sunah yang bisa dijalankan saat melakukan ibadah umroh, yaitu :

1. Shalat Sunah safar.

Safar berarti perjalanan, artinya salat ini dilakukan bagi mereka yang hendak melakukan perjalanan jauh agar diselamatkan oleh Allah dan aman selama di jalan.

Sebenarnya, salat sunah safar ini tak hanya untuk mereka yang akan berangkat haji dan umroh, namun bisa juga dilakukan untuk tujuan perjalanan apa pun yang jauh seperti umrah, jalan-jalan atau travelling dan backpaceker untuk liburan, dan sebagainya.

Nah, bagi kalian para muslim traveller atau muslim backpacker, tak ada salahnya melakukan salat sunah safar ini sebelum berangkat. Jadi, refreshing-nya dapat, pahala dan jaminan keselamatan dari Allah juga dapat.

Sebagaimana diterangkan dalam hadis dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Jika engkau keluar dari rumahmu, maka lakukanlah shalat dua raka’at yang dengan ini akan menghalangimu dari kejelekan yang berada di luar rumah. Jika engkau memasuki rumahmu, maka lakukanlah shalat dua raka’at yang akan menghalangimu dari kejelekan yang masuk ke dalam rumah”. (HR. Al Bazzar)

Shalat sunnah safar ini memiliki sedikit perbedaan dengan shalat-shalat sunnah lainnya, yakni dari segi niat dan bacaannya, sementara dari segi rakaat dan gerakan sama saja.

Niat shalat safar :
اُصَلّي سًنّةَ السَّفَرِرَكْعَتيْنِ للّهِ تَعَالَى

Artinya, aku berniat shalat sunat safar dua rakaat karena Allah Yang Maha Tinggi

Cara Shalat Safar:

Pada waktu hendak meninggalkan rumah atau berangkat, kita mengambil air wudhu lalu berpakaian, kemudian melaksanakan shalat safar sebanyak dua rakaat.

Pada rakaat pertama setelah Alfatihah membaca surat Al-Kaafirun dan pada rakaat kedua sesudah Al-Fatihah membaca surah Al-Ikhlas.

Sesudah memberi salam membaca ayat kursi dan surah Al-Quraish sebanyak satu kali dengan meniatkan menjadi pemelihara diri kita sendiri bersama rombongan dan orang yang ditinggalkan serta menyerahkan diri, keluarga dan harta benda kepada Allah SWT, kemudian membaca doa.

الحمد لله الذى خلقني و آوني و رزقني بغير حول وقوة

“Segala puji bagi Allah yang telah menciptakanku, melindungiku dari segala kejahatan, memberikan rezeki tanpa mengeluarkan daya dan kekuatan”

Dilanjutkan dengan doa

رب ادخلني مدخل صدق و اخرجني مخرج صدق واجعل لي من لدنك سلطانا نصيرا اللهم إ ني أ سألك خير المولج و خير المخرج باسم الله خرجنا ربنا و على الله توكلنا

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Katakanlah: ” Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah-pula- aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pada-Mu kebaikan saat masuk dan kebaikan saat keluar. Dengan nama Allah aku keluar. Ya Tuhan kami hanya kepada-Mu aku berserah”.

اَللَّهُمَّ اِنَّانَسْأَلُكَ فِى سَفَرِنَا هَذَالبِرَّوَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَاتَرْضَى , اَللَّهُمَّ هُوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاَطُوْ عَنّا بُعْدَهُ.اَللّهُمَّ اَنْتَ الصَاحِبُ فِى السّفَرِوَالْخَلِفَةً فى الأَهْلِ.اللَّهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وكَابَةِ الْمَنْظَرِوَسُوْءِالْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ والأَهْلِ

Setelah itu, ketika hendak keluar rumah, ucapkanlah doa keluar rumah.

Begini doanya:

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَحَوْلَ ولاَقُوَّةَ اِلاَّبِاللَّهِ العَلِيِّ العظيم

Artinya: Dengan menyebut nama Allah, aku berserah diri kepada Allah, tiada daya dan
kekuatan kecuali Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung.

Juga jangan lupa meminta agar bisa kembali ke tanah air dalam keadaan selamat dan sehat.

2. Shalat sebelum ihram

Shalat sebelum ihram bukan sebagai syarat sahnya ihram, tapi hukumnya sunnah menurut mayoritas ulama. Adapun caranya adalah dengan wudhu dan shalat dua rakaat kemudian niat dalam hati apa yang ingin dilakukan dari haji atau umrah dan melafazkan hal tersebut dengan mengucapkan, “Labbaik Allahuma umratan ” jika untuk umrah saja, atau “Labbaik Allahumma hajjatan ” jika ingin haji saja, atau “Labbaykallumma hajjan wa ‘umratan ” jika ingin melaksanakan haji dan umrah sekaligus (haji qiran). Lalu setelah itu membaca talbiyah.

Niat shalat sunat sebelum ihram

اُصَلِّى سُنَّةً قَبْلَ الْاِ حْرَامِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰه تَعَالٰى

“Saya niat shalat sunat sebelum ihram dua rakaat karena Allah ta’ala.”

3. Salat di Maqam Ibrahim

Selesai tawaf kemudian menuju maqam Ibrahim sambil membaca:

وتذكرو من مقام إ إبراهيم مصلى

“Dan Jadikanlah sebagian dari Maqam Ibrahim tempat salat.”

Maqom Ibrahim bukanlah kuburan dan tidak pula tempat yang terkait dengan kuburan lain. Namun di tempat itu Nabi Ibrahim pernah berdiri dalam rangka membangun Kabah.
Pakaian yang tadinya idhthiba dilepas dan selimutkan ke badan kemudian salat sunnat dua raka’at.

Niat shalat sunat sesudah thawaf

اُصَلِّى سُنَّةً بَعْدَالطَّوَّافِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعلٰى

“Saya niat shalat sunat sesudah thawaf dua rakaat karena Allah ta’ala.”

Rakaat pertama membaca Fatihah dan al-Kafirun, rakaat kedua membaca fatihah dan al-Ikhlas. Sesudah salat bacalah doa menurut keinginan jamaah.

4. Shalat Wudhu

Shalat sunnah 2 rakaat yg bisa dikerjakan setiap selesai wudhu,
niatnya :
اصلى سنة الوضوئ ركعتين لله تعالى

“Aku niat shalat sunnah wudhu 2 rakaat karena Allah.”

Keutamaan Shalat Syukrul Wudhu

“Rasulullah berkata kepada Bilal: Ceritakanlah kepadaku amal apa yang amat engkau harapkan dalam Islam, sebab aku mendengar suara kedua sandalmu di surga? Bilal menjawab: Tidak ada amal ibadah yang paling kuharapkan selain setiap aku berwudhu baik siang atau malam aku selalu shalat setelahnya sebanyak yang aku suka” . (HR Bukhari)

5. Shalat Tahiyatul Masjid

Shalat sunnah 2 rakaat yg dikerjakan ketika masuk masjid, sebelum duduk utk menghormati masjid.

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila seseorg diantara kamu msk masjid, maka janganlah hendak duduk sebelum shalat 2 rakaat terlebih dahulu” (HR. Bukhari & Muslim).

Niatnya :

اصلى سنة تحية المسجد ركعتين لله تعالى

“Aku niat shalat sunnah tahiyatul masjid 2 rakaat krn Allah.”

6. Sholat Sunnah Isyraq 2 Rakaat, Berpahala Haji dan Umroh Sempurna

Cara melakukannya:

Shalat shubuh berjamaah di masjid
Berdiam untuk berdzikir dan melakukan kegiatan yang manfaat
Ketika matahari setinggi tombak (15 menit setelah matahari terbit) melakukan shalat dua raka’at (disebut shalat isyraq atau shalat Dhuha di awal waktu).

Dalilnya adalah dari hadits dari Abu Umamah RA, Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ صَلَّى صَلاةَ الصُّبْحِ فِي مَسْجِدِ جَمَاعَةٍ يَثْبُتُ فِيهِ حَتَّى يُصَلِّيَ سُبْحَةَ الضُّحَى، كَانَ كَأَجْرِ حَاجٍّ، أَوْ مُعْتَمِرٍ تَامًّا حَجَّتُهُ وَعُمْرَتُهُ

“Barangsiapa yang mengerjakan shalat shubuh dengan berjama’ah di masjid, lalu dia tetap berdiam di masjid sampai melaksanakan shalat Sunnah Dhuha, maka ia seperti mendapat pahala orang yang berhaji atau berumroh secara sempurna.” (HR. Thabrani)

Dari Anas bin Malik RA Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ

“Barangsiapa yang melaksanakan shalat shubuh secara berjama’ah lalu ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan shalat dua raka’at, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umroh.” Beliau pun bersabda, “Pahala yang sempurna, sempurna dan sempurna.” (HR. Tirmidzi)

7. Shalat Dhuha

Shalat sunnah yg dikerjakan ketika matahari baru naik. Jumlah rakaatnya minimal 2 maksimal 12.

Dari Anas berkata Rasulullah SAW : “Barang siapa shalat dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana disurga” (HR. Tarmizi & Abu Majah).
Niatnya :

اصلي سنة الضحى ركعتين لله تعالى

“Aku niat shalat sunnah dhuha 2 rakaat krn Allah.”

8. Shalat Rawatib

Shalat sunnah yg dikerjakan mengiringi shalat fardhu.

Niatnya :
A). Qabliyah: adalah shalat sunnah rawatib yg dikerjakan sebelum shalat wajib.
Waktunya:
2 rakaat sebelum shalat subuh,
2 rakaat sebelum shalat Dzuhur,
2 atau 4 rakaat sebelum shalat Ashar,
& 2 rakaat sebelum shalat Isya.

Niatnya :
اصلي سنة قبلية الظهر ركعتين لله تعالى

“Aku niat shalat sunnah sebelum dzuhur 2 rakaat karena Allah.”
* niatnya disesuaikan dan diganti dengan shalat wajib yg akan dikerjakan.

B). Ba’diyyah: adalah shalat sunnah rawatib yg dikerjakan sesudah shalat fardhu.
Waktunya:
2 atau 4 rakaat sesudah shalat Dzuhur,
2 rakaat sesdh shalat Magrib,
& 2 rakaat sesdh shalat Isya.

Niatnya :
اصلي سنة بعدية الظهر ركعتين لله تعالى

” Aku niat shalat sunnah sesudah dzuhur 2 rakaat karena Allah”
*bs diganti dgn shalat wajib yg akan dikerjakan.

9. Shalat Tahajud

Shalat sunnah pd wkt malam. Sebaiknya lewat tengah malam & setelah tidur. Minimal 2 rakaat dan maksimal sebatas kemampuan kita. Keutamaan shalat ini, diterangkan dalam Al-Qur’an :
“Dan pd sebagian malam hari bershalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ketempat yang terpuji” (Q.S.Al Isra:79).
Niatnya :

اصلي سنة التهجد ركعتين لله تعالى

” Aku niat shalat sunnah tahajjud 2 rakaat karena Allah”

10. Shalat Istikharah

Shalat sunnah 2 rakaat untuk meminta petunjuk yang baik, bila kita menghadapi 2 pilihan/ragu dalam mengambil keputusan. Sebaiknya dikerjakan pada 2/3 malam terakhir.

Niatnya :

اصلي سنة الاستخارة ركعتين لله تعالى
“Aku niat shalat sunnah Istikharah 2rakaat krn Allah.”

11. Shalat Hajat

Shalat sunnah 2 rakaat untuk memohon agar hajat kita dikabulkan/diperkenankan oleh Allah SWT. Minimal 2 rakaat maksimal 12 rakaat dengan salam setiap 2 rakaat.

Niatnya :
اصلى سنة الحاجة ركعتين لله تعالى
“Aku niat shalat sunnah hajat 2 rakaat karena Allah.”

12. Shalat Mutlaq

Shalat sunnah tanpa ada sebab & tidak ditentukan
waktunya, juga tidak dibatasi jumlah rakaatnya. Shalat itu suatu perkara yg baik, banyak/sedikit (AlHadis).

Niatnya :

اصلي سنة ركعتين لله تعالى

“Aku niat shalat sunnah 2 rakaat karena Allah.”

13. Shalat Taubat

Shalat sunnah yg dilakukan setelah merasa berbuat dosa kepada Allah SWT, agar mendapat ampunanNya.

Niatnya :
اصلي سنة التوبة ركعتين لله تعالى

” Aku niat shalat sunnah taubat 2 rakaat karena Allah.”

14. Shalat Tasbih

Shalat sunnah yg dianjurkan dikerjakan setiap malam, jika tidak bisa 1 minggu sekali/paling tidak seumur hidup sekali. Shalat ini sebanyak 4 rakaat, dengan ketentuan jika dikerjakan pada siang hari cukup dengan 1 salam, dan jika dikerjakan pada malam hari dengan 2 salam.

Cara mengerjakannya
A). Niat :
اصلي سنة التسبيح ركعتين لله تعالى

“Aku niat shalat sunnah tasbih 2 rakaat karena Allah”
B). Usai baca surat Al Fatihah, baca tasbih 15x.
C). Ruku’, usai baca do’a ruku, baca tasbih 10x.
D). Itidal, usai membaca do’a ‘itidal, baca tasbih 10x.
E). Sujud, usai baca doa sujud, baca tasbih 10x.
F). Usai baca do’a duduk diantara2sujud, baca tasbi 10x.
G). Usai baca doa sujud kedua, baca tasbih 10x.
Jmlh keseluruhan tasbih yg dibaca pd tiap rakaatnya sebanyak 75x.
Lafadz bacaan tasbih yg dmaksud adalah sebagai berikut :

سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله اكبر

“Maha suci Allah yang Maha Esa. Segala
puji bagi Allah, Dzat yang Maha Agung”

15. Shalat Tarawih

Menjalankan ibadah Umrah di bulan Ramadhan nampaknya menjadi pilihan waktu terfavorit para pencari Berkah Illahi. Walhasil berbondong-bondonglah ratusan ribu umat muslim dari berbagai belahan dunia memadati Masjidil Haram, karena pahala yang Insya Allah akan didapat begitu besar seperti yang tertulis dalam salah satu hadits Rasulullah SAW bersabda: “Pahala umrah dibulan Ramadhan sama seperti pahala ibadah Haji” dan dalam hadist lain tertulis ” Rasulullah SAW bersabda: Pahala Umrah di bulan Ramadhan sama seperti menunaikan haji bersamaku” . Muslim mana yang tidak tergiur dengan pahala sebesar ini?

Niat shalat tarawih :
اصلي سنة الترويح ركعتين لله تعالى

“Aku niat shalat sunat tarawih 2 rakaat (imamam/makmum) karena Allah”

16. Shalat Witir

Shalat sunnat muakkad (dianjurkan) yang biasanya dirangkaikan dg shalat tarawih. Bilangan shalat witir 1,3,5,7 smpai 11rakaat.
Dari Abu Ayub, berkata Rasulullah SAW :
“Witir itu hak, maka siapa yg suka mengerjakan 5, kerjakanlah. Siapa yg suka mengerjakan 3, kerjakanlah. Dan siapa yg suka 1, maka kerjakanlah.” (HR. AbuDaud & Nasai).

Niat :
اصلي سنة الوتر ركعتين لله تعالى

“Aku niat shalat sunnat witir rakaat karena Allah.”

17. Shalat Hari Raya

Shalat Idul Fitri pada 1 Syawal & Idul Adha pada 10 Dzulhijah. Hukumnya sunnah Mu’akad (dianjurkan).
“Sesungguhnya kami telah memberi engkau (yaa Muhammad) akan kebajikan yang banyak, sebab itu shalatlah engkau & berqurbanlah karena Tuhanmu pada Idul Adha (Q.S.AlKautsar.1-2)

Dari Ibnu Umar: “Rasulullah SAW, Abu Bakar, Umar pernah melakukan shalat ada 2 hari raya sebelum berkhutbah.”(HR. Jama’ah).

Niat Shalat Idul Fitri :

اصلي سنة لعيد الفطر ركعتين لله تعالى

“Aku niat shalat idul fitri dua rakaat (imam/makmum) karena Allah.”

Niat Shalat Idul Adha :

اصلي سنة لعيد الأضحى ركعتين لله تعالى

“Aku niat shalat idul adha dua rakaat (imam/makmum) karena Allah.”

Waktu shalat hari raya adalah setelah terbit matahari sampai condongnya matahari. Syarat, rukun & sunnatnya sama seperti shalat yang lainnya. Hanya ditambah beberapa sunnat sebagai berikut :

a. Berjamaah
b. Takbir 7 kali pada rakaat pertama & 5 kali pada rakaat ke 2
c. Mengangkat tangan setinggi bahu pada tiap takbir.
d. Setelah takbir yang ke 2 sampai takbir yang terakhir membaca tasbih.
e. Membaca surat Qaf di rakaat pertama & surat Al Ghasiyah pada rakaat kedua.
f. Imam menyaringkan bacaannya
g. Khutbah 2 kali setelah shalat sebagaimana khutbah jum’at
h. Pada khutbah Idul Fitri memaparkan tentang zakat fitrah & pada Idul Adha tentang hukum-hukum Qurban.
i. Mandi, berhias, memakai pakaian sebaik-baiknya.
j. Makan terlebih dahulu pada shalat Idul Fitri, pada Shalat Idul Adha sebaliknya.

18. Shalat Khusuf

Shalat sunat sewaktu terjadi gerhana bulan/matahari. Minimal 2 rakaat.
Cara mengerjakannya :

a). Shalat 2 rakaat dengan 4x ruku’ yaitu pada rakaat pertama, setelah ruku’&I’tidal lalu membaca AlFatihah lagi kemudian ruku’ & I’tidal kembali setelah itu sujud sebagaimana biasa. Begitu pula pada rakaat ke 2.
b). Disunatkan baca surat yg panjang, sedang membacanya pada waktu gerhana bulan hrs nyaring, sedangkan pada gerhana matahari sebaliknya.

Niat shalat gerhana bulan :

اصلي سنة الخسوف ركعتين لله تعالى

“Aku niat shalat gerhana bulan 2 rakaat karena Allah.”

19. Shalat Istiqa’

Shalat sunat yg dikerjakan untuk memohon hujan kepada Allah SWT.

Niatnya :
اصلي سنة الإستسقاء ركعتين لله تعالى

“Aku niat shalat istisqaa 2 rakaat (imam/makmum)
karena Allah.”

Syarat-syarat mengerjakana Shalat Istisqa :
a). 3 hari sebelumnya agar ulama memerintahkan umatnya bertaubat dengan berpuasa & meninggalkan segala kedzaliman serta menganjurkan beramal
shaleh. Sebab menumpuknya dosa itu mengakibatkan hilangnya rejeki & datangnya murka Allah.
“Apabila kami hendak membinasakan suatu negeri, maka lebih dulu kami perbanyak orang-orang yang fasik, sebab kefasikannyalah mereka disiksa, lalu kami robohkan (hancurkan) negeri mereka sehancur-hancurnya” (Q.S.Al Isra:16).
b). Pd hari ke4 semua penduduk termasuk yang lemah dianjurkan pergi kelapangan dengan pakaian sederana & tanpa wangi-wangian utk shalat Istisqa’
c). Usai shalat diadakan khutbah 2 kali. Pada khutbah pertama hendaknya baca istigfar 9x dan pada khutbah kedua 7x. Pelaksanaan khutbah istisqa berbeda dengan khutbah lainnya, yaitu :

a. Khatib disunatkan memakai selendang.
b. Isi khutbah menganjurkan banyak beristigfar, berkeyakinan bahwa Allah SWT akan mengabulkan permintaan mereka.
c. Saat berdo’a hendaknya mengangkat tangan.
d. Saat berdo’a pada khutbah kedua, khatib hendaknya menghadap kiblat membelakangi makmumnya.

Sholat sunnah di Masjid sesudah kembali dari perjalanan/safar

Bagi jamaah Haji yang nantinya akan pulang ke kampung halaman, ada sunnah yang mungkin jarang kita kerjakan. Yaitu ketika pulang safar, tidak langsung balik ke rumah dahulu akan tetapi mampir ke masjid terdekat dengan rumah untuk shalat sunnah dua rakaat. Sunnah ini tidak hanya berlaku bagi mereka yang baru pulang haji akan tetapi bagi mereka yang pulang dari safar dan kembali ke rumah.

Dalil dari hadits

Dari Jabir bin Abdullah RA, ia berkata:

خَرَجْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزَاةٍ، فَأَبْطَأَ بِي جَمَلِي وَأَعْيَا، ثُمَّ قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْلِي، وَقَدِمْتُ بِالْغَدَاةِ فَجِئْتُ الْمَسْجِدَ فَوَجَدْتُهُ عَلَى بَابِ الْمَسْجِدِ. قَالَ: الآنَ حِينَ قَدِمْتَ؟ قُلْتُ: نَعَمْ. قَالَ: فَدَعْ جَمَلَكَ وَادْخُلْ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ. قَالَ: فَدَخَلْتُ فَصَلَّيْتُ ثُمَّ رَجَعْتُ

Aku pernah pergi bersama Rasulullah SAW pada suatu peperangan. Lalu tiba-tiba untaku berjalan melambat dan kondisinya melemah. Dan ketika itu Rasulullah SAW- telah sampai sebelumku, sedang aku baru sampai pada pagi hari. Kemudian aku pergi ke masjid dan aku mendapati beliau berada di depan pintu masjid. Beliau berkata: ”Apakah engkau baru tiba?” Ya, jawabku.”Tinggalkan untamu, masuklah (ke masjid) dan kerjakan shalat dua rakaat”, lanjut beliau. Lalu aku pun masuk (masjid) dan mengerjakan shalat kemudian pulang.”[1]

Dalam riwayat yang lain, beliau berkata:

اِئْتِ الْمَسْجِدَ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ

“Pergilah ke masjid kemudian shalatlah dua rakaat.”

Dari Ka’ab bin Malik RA berkata,

عن كعب بن مالِك – رضي الله عنه: أنَّ رسولَ الله – صلى الله عليه وسلم – كَانَ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ، بَدَأ بِالْمَسْجِدِ فَرَكَعَ فِيهِ رَكْعَتَيْنِ. متفقٌ عَلَيْهِ.

Rasulullah SAW kalau pulang dari safar, yang pertama beliau lakukan adalah pergi ke masjid kemudian beliau shalat dua raka’at.”

Shalat ini adalah shalat karena baru pulang safar, bukan shalat tahiyatul masjid (meskipun niatnya bisa digabung sekaligus shalat tahiyaul masjid)

Ada juga sholat yang sifatnya Fardhu Kifayah hanya saja senantiasa dilakukan sesudah sholat Fardhu yaitu SHOLAT JENAZAH

Shalat Jenazah

Shalat jenazah juga sering dilaksanakan di Mekkah dan Madinah, anda bisa mengikuti shalat tersebut dan berniat untuk shalat jenazah, walaupun shalat tersebut bersifat kifayah, tapi sangat di anjurkan untuk jamaah mengikuti shalat tersebut.
niat shalat sesuai dengan sholat mana yang akan kita kerjakan

Diolah dari berbagai sumber

Badrah Uyuni

Comment here