Artikel

Umrah yang Mabrur – عمرة مبرورة

Dalam melaksanakan ibadah haji dan umroh, ada beberapa tips sederhana yang bisa kita lakukan dalam menggapai kesempurnaan Ibadah yang kita kerjakan.

🔎 Bagaimana Cara Kita Memperoleh Umroh haji Mabrur?

Karena tidak semua orang dapat memperolehnya, berikut adalah tips dan langkah agar ibadah kita Allah gelari mabrur.

1.Melakukan persiapan yang baik sebelum berangkat ke umrah.

Ada 2 persiapan yang harus kita lakukan, persiapan fisik dan persiapan amalan.

Persiapan fisik dengan cara berolahraga dan makan makanan yang bergizi.

Dengan persiapan optimal dan semaksimal mungkin, seorang hamba dapat menjalankan rangkaian manasik umroh haji dengan sempurna. Ada beberapa hal penting untuk dipersiapkan agar umroh haji menjadi mabrur. Di antaranya persiapan amalan adalah sebagai berikut:

a. Hendaklah seorang hamba memperbaiki hubungan dengan Tuhannya, dengan bertaubat nasuha [taubat yang sungguh- sungguh].
b. Memohon pertolongan Allah Ta’ala dan bertawakal penuh kepadaNya, Karena seorang yang berumroh haji tidak hanya mengandalkan kekuatan jasmani dan materi
c. Melepaskan semua tanggung jawab kepada orang lain, seperti utang-piutang atau barang
d. Menulis wasiat untuk keluarga yang
Mempersiapkan bekal yang cukup, baik untuk dirinya, maupun untuk keluarga yang ditinggalkan. Atau menyerahkan urusan keluarga kepada kerabat yang tepercaya, agar saat menunaikan ibadah umroh haji hatinya tenang dan hanya tertuju kepada Allah Ta’ala.
e. Hendaklah biaya umroh haji berasal dari harta Sebab, harta yang haram akan menghalangi diterimanya sebuah ibadah.
f. Memilih teman yang baik dan saleh, serta menghindari teman yang buruk atau malas
g. Mempelajari manasik umroh haji dan hukum-hukum yang berhubungan dengan safar, seperti shalat jamak dan qashar, serta tayamum.

Dan rangkaian ibadah-ibadah yang bisa dilakukan untuk mendapatkan haji dan umroh mabrur adalah:

a. Menjaga shalat berjamaah di masjid.

Ketika umrah, sebagian besar waktu akan banyak kita gunakan dalam Masjidil Haram dan masjid Nabawi, sedangkan hotel hanya digunakan untuk tidur dan makan.

Jika di rumah telah terbiasa ke masjid, tentu di tanah suci kita tidak akan terkejut jika harus bolak-balik ke Al Masjidil al Haram atau Masjid Nabawi.

b. Meningkatkan amalan sunnah dan membaca Al-Quran

Karena sebagian besar waktu kita akan digunakan dalam Al Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, maka tentu saja kita akan mengisinya dengan perbuatan sunnah, seperti shalat rawatib, shalat Dhuha, shalat tahajud, shalat witir dan termasuk membaca Quran.

c. Memperbanyak shalawat untuk Nabi Muhammad

II. Mengetahui fadilah atau keutamaan dari ibadah haji dan Umrah

1. Alloh swt berfirman:

و اتم الحج والعمرة لله

Artinya: Dan sempurnakan haji dan umroh (mu) karena Alloh taala (Al Baqarah: 196)

Kata ‘menyempurnakan’ dalam ayat ini menunjukkan ada berbagai niat dalam ibadah haji dan umrah misalnya niat untuk berdagang atau pekerjaan yang diizinkan oleh Allah, sebagaimana dinyatakan dalam ayat-ayat sesudahnya.

Namun ketika ritual Haji dan Umrah sudah mulai, segala sesuatunya harus diluruskan dengan niat untuk beribadah kepada Alloh.

2. Hadis Nabi

a. Dari Amr bin Abasah, ia mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW mengatakan, ” Amal yang paling utama adalah haji Mabrur atau Umrah Mabrur”. (HR. Ahmad & Tabrani)

Sebagai orang beriman, sedapat mungkin kita melaksanakan semua perintah Allah. Kuncinya adalah melakukan hal yang utama terlebih dahulu, Insya Allah perbuatan lain yang bisa kita lakukan. Sebagaimana induk ayam dan anak ayam, jika kita menangkap induknya maka anak ayam semua pasti akan ikut dengan kita.

b. Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Nabi Muhammad saw bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: العُمْرَةُ إِلَى العُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا، وَالحَجُّ المَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الجَنَّةُ ( متفق عليه )

Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu dari Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,“Antara mengerjakan umrah yang satu ke umrah berikutnya adalah penghapus dosa di Antara keduanya dan haji mabrur tidak ada balasannya melainkan Surga.” (Muttafaq Alaih)

Setelah melakukan umrah sampai umrah berikutnya, seberapun dosa dan kesalahan yang kita kerjakan akan diampuni oleh Allah swt.

Setelah hijrah, Nabi hanya satu kali melakukan haji, tapi beliau melakukan Umroh empat kali. salah satunya tidak bisa diselesaikan karena orang-orang musyrik Mekah tidak mengijinkan beliau untuk memasuki Mekkah. Pada saat itu diputuskan untuk menunda Umrah dan baru tahun berikutnya Rasulullah SAW melakukan umroh lagi dengan sempurna.

III. Menjaga Adab selama berkunjung di kota Mekah dan Madinah

a. Adab Mekkah

Ibnu Abbas ra berkata, “seorang pemuda duduk di belakang nabi pada kendaraan pada hari Arafah. Pandangan pemuda ditarik kepada perempuan itu dan ia terus melihat dia ..
Rasulullah SAW berkata hai keponakanku, ini adalah hari bahwa siapa pun adalah mampu menjaga pendengarannya, penglihatan dan lidah pada hari ini, maka ia akan diampuni (HR. Ahmad)

Ketika melakukan ibadah haji atau Umroh akan bercampur antara laki-laki dan perempuan.
Untuk itu pentingnya menjaga mata, telinga dan lidah agar tidak menyinggung umat Islam untuk mencapai kesempurnaan haji dan umroh kita lakukan sebagaimana hadits di atas.

b. Adab Madinah

Dalam perjalanan dianjurkan untuk memperbanyak membaca shalawat.
Sebelum memasuki Masjid Nabawi dianjurkan untuk mandi, mengenakan pakaian yang bagus dan memakai parfum.

Beberapa ulama berpendapat memberikan sedekah meskipun sedikit adalah adab yang baik.

Setelah memasuki masjid, bila waktu sholat belum tiba bisa langsung ke Raudhah sholat 2 rakaat dan berdoa kepada Alloh

Setelah itu, pergi ke makam nabi muhammad dan mengucapkan salam :

السلام عليك ايها النبي و رحمة الله و بركاته

Juga salam untuk Abu Bakar dan Umar

Jika Anda ingin meninggalkan kota Madinah, dianjurkan untuk shalat sunnah untuk perpisahan dan lebih baik dilakukan di Raudhah. Setelah itu, pergi ke makam nabi, setelah shalawat dan salam berdoa semoga Alloh menerima perjalanan haji atau umroh ini dan mudah-mudahan dapat melakukan kembali ziarah ke baitulloh tahun-tahun berikutnya.

IV. Menjaga Kehormatan Muslim dalam menggapai keutamaan Haji dan Umroh

Allah telah menetapkan beberapa kewajiban dan mendorong untuk melakukan berbagai bentuk perbuatan sunnah. Namun, Allah tidak akan menerima perbuatan sunnah orang-orang yang menyia-nyiakan praktek wajib (fardhu).

Hal ini kadang-kadang tidak disadari oleh jamaah haji dan umrah, seperti mencium Hajar aswad adalah sunnah, sedangkan menjaga kehormatan Muslim adalah wajib (fardhu).

Oleh karena itu dalam kondisi padat tidak perlu memaksakan diri untuk mencium Hajar Aswad agar tidak menyakiti umat Islam lainnya.
Sudah cukup bagi Anda untuk memberikan isyarat kepada Hajar Aswad sambil bertakbir.

V. Minum air Zamzam sebanyak mungkin (sampai puas)

Nabi muhammad mengatakan perbedaan mukmin dan orang munafik adalah bahwa mereka tidak minum air zamzam sampai kenyang (hanya sedikit)
Untuk itu diusahakan setiap saat jika ada kesempatan maka dianjurkan untuk minum air Zamzam sebanyak mungkin (sampai puas)

Dari Jabir RA, aku mendengar Nabi Muhammad mengatakan dengan niat apapun air zam-zam diminum maka akan berhasil (Ibn Majah)

Untuk itu setelah minum air Zamzam sampai puas (kenyang) berdoalah tentang apa pun (baik hajat dunia & akhirat)

VI. Banyak Bersedekah dan menyebarkan salam

🔎 Apakah Hakikat Umroh haji Mabrur?

“Mabruur” berasal dari kata al-birr. Dalam bahasa Arab kata ini mempunyai dua makna utama, yaitu:

Pertama, berbuat baik kepada manusia dan tidak menyakitinya, Rasulullah SAW bersabda:

“Al-birr adalah akhlak mulia.” [HR. Muslim].

Jabir RA meriwayatkan: “Mereka [sahabat] bertanya, “Apakah al-birr dalam umroh haji wahai Rasulullah?”, beliau menjawab, “Memberi makan dan menebarkan salam.” [HR. Hakim].

Kedua, Memperbanyak aneka ragam ketaatan dan ketakwaan, lawan katanya adalah dosa.

Dalam menjelaskan umroh haji mabrur, ulama telah mengemukakan beberapa definisi. Intinya sebagaimana dijelaskan oleh Imam al-Qurthubi, bahwa umroh haji mabrur adalah: “Umroh haji yang terpenuhi seluruh hukumnya, dan dilaksanakan secara sempurna.”
Ulama mengatakan haji mabrur adalah haji yang didalamnya tidak terdapat perbuatan maksiat. melaksanakan semua manasik umroh haji hanya karena mengharap ridha Allah Subhanahu wata’ala. Hati harus dibersihkan dari ambisi dan kepentingan duniawi yang fana, seperti mengharap pujian dan penghormatan. Dalam hadits Qudsi, Allah Azza wajalla berfirman yang artinya:

“Aku adalah Dzat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barang siapa melakukan suatu amal dengan dicampuri perbuatan syirik kepadaKu, niscaya Aku akan tinggalkan dia bersama sekutunya.” [HR. Muslim].

Jadi haji umroh menjadi mabrur dan makbul bila ibadah haji umroh dikerjakan dengan menjaga adab dan syaratnya dan didalamnya tidak ada kesalahan yang dilakukan sehingga insya Alloh ibadahnya akan diterima.

Rasulullah SAW bersabda:

“Dan tiada balasan bagi umroh haji yang mabrur selain surga.” [HR. Bukhari dan Muslim].

Dan surga adalah idaman semua insan di dunia. Akan tetapi, tidak semua jamaah memperoleh umroh haji mabrur.

Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Jabir RA, disebutkan bahwa kebaikan haji terletak dalam memberikan makan orang lain dan berbicara yang ramah.

Seorang sahabat bertanya pada Rasululloh SAW apakah yang dimaksud dengan haji mabrur. Beliau menjawab memberi makan dan menyebarkan salam.

Maka alangkah meruginya seorang umroh haji yang telah jauh-jauh meninggalkan kampung halamannya, mengeluarkan biaya yang banyak, persiapan yang panjang dan lama, kemudian tidak mengisi waktunya dengan ibadah dan dzikrullah.

Tanda yang paling jelas dari umroh haji mabrur adalah jika seorang jamaah umroh haji berubah menjadi lebih baik dan saleh di musim umroh haji dan setelah kembali ke negeri asalnya. Ia tidak hanya mampu mempertahankan amal ibadah dan kebajikan yang selama ini telah dilakukan, melainkan berhasil meningkatkannya sembari menjauhi segala bentuk maksiat, kemudian istiqamah di dalamnya.

Kita sering menyaksikan seseorang membangun benteng ketaatan yang cukup kokoh di musim umroh haji, namun setelah kembali ia merobohkan benteng tersebut dengan tangannya sendiri. Bukankah mereka yang meraih umroh haji mabrur akan kembali seperti hari ia dilahirkan oleh ibunya? Tetapi, apakah kita akan kembali mengisi jiwa putih bersih tersebut dengan noda-noda hitam?

Umroh haji adalah momen terindah untuk membuka lembaran baru kehidupan, isinya adalah ketaatan, dan temanya adalah istiqamah. seseorang yang mabrur akan mendapat pencerahan dan mengamalkan perilaku yang lebih mencintai akhirat daripada dunia.

Semoga Allah menerima semua amal ibadah kita, menganugerahi kita umroh haji yang mabrur, serta memberi kita taufik [kemudahan] agar tetap istiqamah dalam taat dan takwa, sampai kelak ajal menjemput kita. Amin.

Wallahu a’lam

Diolah dari berbagai sumber

Badrah Uyuni

Comment here