Artikel

Jannatul Baqi, Madinah

Jannatul-Baqī‘ (Arab: جنة البقيع‎) adalah pemakaman utama yang terletak di Madinah, Arab Saudi, berseberangan dengan Masjid Nabawi.

YANG DIMAKAMKAN DI BAQI

Sekitar 10.000 jenazah dimakamkan di Baqi’, termasuk keluarga dan sahabat Nabi Muhammad SAW. Orang pertama yang dimakamkan di al-Baqi adalah As’ad bin Zararah, sahabat Anshar yang meninggal tak lama setelah Nabi hijrah ke Madinah. Nabi lah yang memilih tempat untuk menjadi kuburannya. Sedangkan orang pertama dari kalangan Muhajirin yang dimakamkan di sana adalah Utsman bin Mazoun yang meninggal tak lama setelah Nabi kembali dari perang Badar.

Beberapa tokoh Islam berkubur di Jannatul Baqi adalah:

Istri-istri Nabi, juga dikenal sebagai Ummahatul Mu’minin (Ibu dari orang yang beriman) termasuk Aisyah, Hafsah dan Saudah. Kedua istri yang tidak dimakamkan di sini adalah Khadijah binti Khuwaylid yang dimakamkan di Makkah dan Maimunah binti al-Harits yang dimakamkan di Sarif.

Anak-anak perempuan Nabi: Fatimah az-Zahra,
Ruqayyah, Zainab, Ummi Kultsum, Ibrahim, anak bayi Nabi dari Mariatul Qibthiyah
Hasan bin Ali, cucu Nabi
Ali bin Husain, anak dari Husain bin Ali dan sekaligus cicit Nabi, Abbas bin Abdul Muththalib, paman Nabi, Para bibi Nabi: Safiyyah dan Aatikah, Utsman bin Affan, Khalifah ketiga dan menantu Nabi, Halimatus Sa’diyah, ibu susu Nabi, Sa’ad bin Abi Waqqas, Abdurrahman bin Auf, Abdullah bin Mas’ud, Abu Said AlKhudri, Imam Malik

Baqi, Makam di Madinah yang Spesial di Hati Nabi

Jika berkunjung ke Madinah, Arab Saudi ada tempat terfavorit yang paling sering dikunjungi peziarah. Bahkan tempat ini tak pernah sepi oleh kerumunan manusia terlebih saat menjelang musim haji ini.

Terletak di bagian timur Masjid Nabawi, pemakaman yang memiliki areal 174.962 meter persegi itu selalu disesaki pengunjung. Mereka biasanya berjalan kaki usai melaksanakan salat subuh. Para jemaah lelaki berjubel saat memasuki areal pemakaman tersebut. Sementara jemaah perempuan hanya dibolehkan di luar saja. Ada tempat khusus untuk berziarah.

Sebelum masuk ke lokasi, terpampang plang yang berisi larangan tentang ziarah kubur. Seperti larangan untuk berbuat musyrik, menyemen, menginjak dan duduk di atas kuburan.

Baqi, Makam di Madinah yang harga satu meter tanahnya terhitung cukup mahal, mencapai setengah juta Riyal. Bisa jadi, hal ini dilakukan untuk menekan permintaan orang-orang yang ingin dimakamkan di Baqi’. Jika dipermudah tentu berakibat pada ketidak-seimbangan geografis Kota Madinah. Semua orang ingin dimakamkan di sana. Karena tempat ini memiliki kedudukan dari sisi agama dan sejarah.

Sebelum masuk ke lokasi, terpampang plang yang berisi larangan tentang ziarah kubur. Seperti larangan untuk berbuat musyrik, menyemen, menginjak dan duduk di atas kuburan.

Tepat di sebelah kanan pintu gerbang utama, terdapat beberapa makam cukup besar. Entah makam siapa itu lantaran tak ada nisan maupu tulisan di atasnya. Hanya ada bongkahan batu ukuran sedang yang dijadikan sebagai alat penanda.

Meski begitu, makam berukuran sekitar 3×4 meter persegi itu ditengarai sebagai makam para sahabat Rasulullah SAW dan keluarganya.
Ini mengingat di depan makam tersebut, ada beberapa personel tentara Arab Saudi yang berdiri siap menghalau peziarah agar tidak berhenti di tempat. Mereka meminta peziarah masuk untuk tidak mengambat pejalan kaki lainnya.

Di makam Baqi ini tersimpan jasad-jasad sahabat dan sejumlah keluarga Rasulullah. Mereka di antaranya As’ad bin Zararah, Utsman bin Mazoun, Abdurrahman bin Auf, dan Sa’ad bin Abi Waqqas. Sedangkan dari keluarga Rasulullah di antaranya Aisyah, Fatimah az-Zahra, Ruqayyah, Zainab, dan Ummi Kultsum. Ada sekitar 10.000 orang dari mereka yang dimakamkan di sini.

SEJARAH BAQI

Setelah Nabi saw memiliki kedudukan politik dan sosial sebagai pemimpin umat di kota Madinah dan dengan semakin bertambahnya jumlah kaum muslimin, ia pun memikirkan akan pentingnya sebuah lokasi pemakaman yang dikhususkan bagi kaum muslimin yang meninggal dunia, dan setelah melalui proses pencarian lokasi dibeberapa titik strategis di Madinah, Nabi SAW kemudian menetapkan areal pemakaman khusus bagi kaum muslimin berada di Baqi, yang letaknya tidak begitu jauh dari masjid Nabawi, setelah sebelumnya mendapat saran dari malaikat Jibril. Dengan dimakamkannya sejumlah sahabat diantaranya As’ad bin Zurarah di awal tahun hijriah Ibnu Sa’ad, dan Utsman bin Madzh’un di bulan Dzulhijjah pada tahun kedua yang selanjutnya dimakamkan pula orang-orang mulia seperti Fatimah binti Asad, ibu Imam Ali RA, dan juga paman Nabi SAW, Abbas bin Abdul Muthalib membuat warga Madinah selanjutnya turut memakamkan anggota keluarga mereka yang meninggal dunia di Pemakaman Baqi. Sejumlah sahabat yang wafat dan dimakamkan dalam pemakaman keluarga, atau dimakamkan disisi rumahnya seperti Aqil bin Abi Thalib, Muhammad bin Hanifah dan Ibnu Aflah yang karena letaknya terletak antara pemakaman Baqi dengan Masjid Nabawi dan pemakaman mengalami perluasan, maka pemakaman keluarga tersebut dengan sendirinya menjadi bagian dari pemakaman Baqi sebagaimana yang dikenal sekarang. Tidak ada informasi yang detail dan akurat akan waktu perluasan pemakaman Baqi yang pertama kalinya.

Setelah rumah-rumah yang berada disekitar pemakaman Baqi mengalami kerusakan sekitar tahun 1373 H, areal tersebut yang memiliki luas sekitar 3500 m2 dan jalan kecil yang memisahkan keduanya yang dikenal dengan sebutan Zaqaq al-‘Amāt dengan luas 824 m2 akhirnya disatukan dengan pemakaman Baqi, sehingga luasnya menjadi sekitar 15000 m2. Kemudian pada tahun 1375 H/1956, sepetak tanah yang berbentuk segitiga yang terletak dibagian utara pemakaman Baqi dengan luas 1612 m2 juga ditambahkan menjadi bagian dari pemakaman. Oleh Pemerintah Saudi, pemakaman Baqi kembali mengalami perluasan sehingga mencapai total luas 180.000 m2. Pemakaman Baqi sekarang terletak dibagian timur masjid al-Nabi dan sekitar 100 m dari jantung kota Madinah. Pemakaman ini dibatasi oleh jalan Satin, Abdul Aziz dan Abu Dzar dan dimulai dari jalan Bab al-‘Awali.

Berdasarkan riwayat dalam sebagian literatur disebutkan bahwa Sayidah Fatimah RA, putri Nabi SAW sepeninggal ayahnya, setiap hari ia menuju ke pemakaman Baqi dalam keadaan menangis. Imam Ali RA kemudian membuatkan tempat khusus baginya yang kemudian dikenal dengan sebutan Bait al-Ahzan yaitu rumah kesedihan. Ditempat ini pula Sayidah Fatimah RA menunaikan shalat-shalatnya. Baqi juga mendapatkan perhatian khusus dari Ahlulbait. Riwayat-riwayat yang ada menyebutkan bahwa ziarah ke pemakaman Baqi adalah diantara amalan dan tradisi Ahlulbait. Banyak dari ulama Syiah maupun Sunni mengeluarkan fatwa bahwa berziarah ke pemakaman Baqi hukumnya sunnah dan amalan yang sangat dianjurkan.

Dulunya, pada makam keluarga Nabi Muhammad SAW dan sebagian besar tokoh Islam yang berada di pemakaman ini dibuatkan kubah dan bangunan diatasnya. Namun pada tahun 1221 H/1806 M, dalam salah satu serangan kelompok Wahabi ke Madinah, kubah dan bangunan-bangunan di atas makam tersebut dihancurkan, namun atas perintah Abdul Hamid II, salah seorang khalifah dari Dinasti Utsmani, kubah dan bangunan di pemakaman tersebut dibangun kembali. Sampai kemudian pada tanggal 8 Syawal 1344 H/1926 M atas perintah Amir Muhammad sebagai hakim Madinah dan Abdul Aziz Al-Saud sebagai pendiri kerajaan Arab Saudi yang saat itu mendapat dukungan penuh dari kelompok Wahabi, kembali menghancurkan bangunan dan kubah yang terdapat dalam pemakaman Baqi dan meratakannya dengan tanah. Sehingga yang tersisa hanyalah batu-batu tanpa nama dan identitas sebagai nisan pada makam-makam yang terdapat dalam pemakaman Baqi.

Pemakaman Baqi saat ini kosong dari bangunan apapun, tidak ada satupun kubah yang terlihat. Setiap makam hanya ditandai dengan nisan dari batu biasa yang tidak bertuliskan apapun, bahkan tidak ada nama atau tanda yang memberi informasi mengenai siapa yang dimakamkan ditempat tersebut.
Pada tahun 1333 S, dengan desakan dari ulama-ulama Islam dunia dan tekanan politik dari Negara-negara Islam, atas perintah Saud bin Abdul Aziz, pemakaman Baqi mengalami renovasi, dengan membuat jalan khusus bagi para peziarah yang dibuat dari semen. Kemudian pada pemerintahan Faishal bin Abdul Aziz pemakaman Baqi kemudian dibuatkan dinding di sekelilingnya.

Makam Baqi menjadi tempat fenomenal. Selain mengandung nilai historis, juga menjadi tempat spesial di hati Rasulullah karena pada malam pertama sakit sebelum akhirnya wafat, Rasulullah tidak dapat tidur. Dalam hatinya Rasul berkata bahwa akan keluar pada malam yang diselimuti musim panas disertai embusan angin di sekitar kota Madinah.
Ketika itu ia keluar hanya ditemani oleh pembantunya Abu Muwaihibah. Nabi pergi ke Baqi, pekuburan muslimin di dekat Kota Madinah. Sesampainya di tempat kuburan itu ia berbicara kepada penghuni kubur dan mendoakan keselamatan kepada mereka.
Bahkan dalam sebuah riwayat, kepergian Rasulullah pemakaman Baqi pada malam hari dilakukan setelah mendapat wahyu. Atas perintah Allah, Jibril meminta Nabi Muhammad SAW untuk mendoakan penghuni Baqi.
“Dia berkata kepadaku: ‘Tuhanmu memerintahkanmu pergi ke Baqi’ dan memintakan ampunan buat penghuninya,” sabda Rasul seperti dalam hadits yang diriwayatkan Aisyah.

Seorang sejarawan, Tinedhib al-Faidi, mengatakan, “Arti kata baqi’ secara bahsa adalah setiap tempat yang terdapat pokok pohon (sisa pohon yang habis ditebang) yang ditebang dari berbagai sisi. Oleh karena itu, ia dinamakan Baqi’ al-Gharqad. Al-gharqad adalah sejenis pohon besar yang berduri. Baqi’ al-Gharqad memiliki nilai penting sejak zaman Rasulullah SAW hingga saat ini. Di sanalah para sahabat dan tabi’in dimakamkan. Sahabat pertama dari kalangan muhajirin yang dimakamkan di sana adalah Utsman bin Mazh’un radhiallahu ‘anhu”.

Al-Faidi menambahkan bahwasanya Baqi’ al-Gharqad bukan satu-satunya pekuburan di Madinah sebelum kedatangan Islam. Ada beberapa pekuburan lain di Madinah dan sekitarnya. Dan Baqi’ tidak memiliki keistimewaan dibanding selainnya sampai Rasulullah SAW menjadikannya sebagai pekuburan kaum muslimin. Ditambah lagi, pemilihan Baqi’ merupakan perintah dari Allah kepada Rasul-Nya .

Dalam sebuah hadits dari Abu Rafi’ radhiallahu ‘anhu, ia berkata,

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يرتاد لأصحابه مقبرة يدفنون فيها الأموات، وطلب نواحي المدينة وأطرافها، وقال: (أمرت بهذا الموضع) يعني البقيع، فكان أمر الله عز وجل لرسوله صلى الله عليه وسلم باتخاذ البقيع مقبرة للمسلمين أكبر فضل له وقد تعهدها الرسول الكريم بالزيارة

Rasulullah SAW meminta kepada para sahabatnya sebuah pekuburan untuk memakamkan orang yang telah meninggal. Beliau meminta sebuah tepat di pinggir Kota Madinah. Beliau bersabda, ‘Aku diperintahkan memilih tempat ini’. Yaitu Baqi’. Allah SWT memerintahkan Rasulullah SAW untuk menjadikan Baqi’ sebagai pekuburan kaum muslimin. Dan termasuk di antara keutamaan Baqi’ adalah Rasulullah berjanji untuk menziarahinya.

Inilah yang menjadi alasan banyaknya orang-orang menziarahi makam Baqi’ saat mereka berada di Kota Madinah. Mereka datang dan berdoa untuk ahli kuburnya. Di antara para sahabat yang dimakamkan di tempat ini adalah: istri-istri Rasulullah SAW , putri-putri dan ahli baitnya, dan para sahabat yang lain.
Banyak hadits yang meriwayatkan tentang keutamaan Pemakaman Baqi’ di antaranya hadits:

مَنْ اسْتَطَاعَ أَنْ يَمُوتَ بِالْمَدِينَةِ فَلْيَمُتْ بِهَا ؛ فَإِنِّي أَشْفَعُ لِمَنْ يَمُوتُ بِهَا

“Siapa yang bisa meninggal di Madinah, silahkan meninggal di Madinah. Karena aku akan memberikan syafaat bagi orang yang meninggal di Madinah.” (HR. Turmudzi)

Abdullah bin Dinar meriwayatkan dari Ibnu Umar, Rasulullah bersabda, “Akulah manusia pertama yang akan keluar dari bumi, kemudian Abu Bakar, Umar, lalu penghuni Baqi’ dan mereka dihimpun bersamaku. Lantas, aku menunggu penduduk Makkah sehingga aku berkumpul dengan mereka di antara Dua Tanah Suci.” (HR. At-Tirmidzi).

Di Baqi’ terdapat tempat pemandian mayat terbesar di dunia. Karena pemakaman ini menampung ragam manusia dari seluruh penjuru dunia, dengan berbagai kewarga-negaraannya. Tentu selain dari para syuhada, sahabat Nabi, dan ulama kaum muslimin.

Pemerintah Arab Saudi menaruh perhatian besar terhadap pemakaman Baqi’. Melalui Hai-ah al-Amru bil Ma’ruf wan Nahyi ‘anil Munkar di Kota Madinah, pemerintah Arab Saudi mengadakan bimbingan dan nasihat bagi para peziarah. Hal itu dalam rangka menghormati orang-orang utama yang dimakamkan di sana dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Hai-ah menempatkan petugas-petugas mereka setiap jam –termasuk penerjemah- dari usai shalat subuh hingga malam hari. Mereka memberi pengarahan tentang prosesi jenazah dan bimbingan terhadap peziarah.

Hai-ah juga menempatkan beberapa layar yang memberikan penjelasan tentang adab-adab ziarah yang sesuai syariah dan memberikan peringatan dari kekeliruan-kekeliruan yang terjadi di Baqi’. Selain adab ziarah dan adab menghadiri jenazah, layar tersebut juga menayangkan silsilah Nabi Muhammad SAW.

Dari berbagai sumber

Badrah Uyuni

#fitotravel
#zawiyahjakarta
#SHIBGHATULLAH
#islam
#sejarah
#umroh
#haji
#madinah
#makambaqi
#baqi

Comment here