Artikel

Keutamaan Jamaah Pulang Haji & Umroh

Kepulangan jamaah haji & umrah selalu ditunggu-tunggu oleh sebagian besar warga Indonesia. Tidak hanya keluarga, para kerabat, teman-teman, hingga tetangga juga sudah menanti kedatangan mereka. Mereka dipercaya membawa keajaiban dan rahmat dari durasi ibadahnya. Tak heran jika memang banyak yang menunggu kepulangan para jamaah haji, bahkan ada pula orang tak dikenal yang sengaja ikut menyambut agar mendapat kebaikan-kebaikan yang dibawa mereka.

Masih Diikuti Malaikat

Haji yang total panjangnya selama 40 hari itu merupakan ibadah wajib bagi umat muslim. Jika memang mampu maka umat Nabi Muhammad SAW ini diwajibkan untuk pergi berhaji. Jaman sekarang sudah tidak banyak kendala yang harus dihadapi jika menempuh perjalanan haji. Banyak biro perjalanan juga yang sudah menyediakan paket haji plus untuk yang belum kebagian kuota dari Kementerian Agama RI.

Mereka dipercaya masih diikuti malaikat hingga tiba di kediaman.

Hal tersebut diartikan bahwa mereka adalah orang suci karena diikuti oleh malaikat. Sedangkan orang-orang yang bisa berada di dekat jamaah haji yang baru pulang bisa kecipratan sedikit kesuciannya.

Cium Tangan, Minta Didoakan Agar Segera Menyusul

Frasa “agar segera menyusul” ini sebenarnya agak identik dengan pernikahan. Namun, kali ini berbeda. Setelah menciumi tangannya jangan lupa untuk ikut serta minta didoakan dan juga mendengarkan pengalaman mereka di sana, agar paling tidak punya bekal sebelum bertandang ke Makkah dan Madinah.

Diperciki Air Zam Zam

Meminum air zam zam yang disuguhi di rumah jamaah yang baru pulang haji merupakan hal yang biasa. Memang, hal tersebut juga akan berpengaruh baik kepada tubuh, apalagi meminum air zam zam yang dibawa langsung dari Makkah. Akan tetapi, tradisi yang berbeda dilakukan masyarakat Madura. Mereka percaya jika diperciki air zam zam oleh mereka yang baru pulang haji, maka wajahnya akan berseri dan juga kesehatan akan selalu meliputinya.

Doa Mereka yang Baru Pulang Haji lebih cepat Dikabulkan

Meminta do’a kepada yang baru pulang haji sudah tepat karena dianjurkan (disunnahkan) bagi orang yang haji untuk memohonkan ampun (do’a maghfiroh) kepada orang lain.
Mereka yang baru datang dari tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji bagaikan seorang bayi yang baru dilahirkan, masih suci dari dosa-dosa.
Oleh karena itu, do’a dan permohonannya memiliki nilai lebih. Karena kesuciannya itulah posisinya dianggap lebih dekat kepada Allah. Dan diharapkan do’a-do’anya akan terkabulkan.
Sebagain ulama berkata bahwa kondisi tersebut (kemakbulan do’a) dapat bertahan sebelum orang tersebut masuk ke dalam rumahnya. Bahkan kondisi tersebut akan bertahan hingga empat puluh hari.
Hal ini diterangkan dalam Hasyiyatul Jamal:

وفيه أيضا مانصه ويندب للحاج الدعاء لغيره بالمغفرة وان لم يسأله ولغيره سؤاله الدعاء بها وفى الحديث (اذا لقيت الحاج فسلم عليه وصافحه ومره أن يدعولك فانه مغفور له) قال العلامة المناوى ظاهره أن طلب الاستغفار منه مؤقت بما قبل الدخول فان دخل فات لكن ذكر بعضهم انه يمتد أربعين يوما من مقدمه وفى الإحياء عن عمر رضي الله عنه أن ذلك يمتد بقية الحجة والمحرم وعشرين يوما من ربيع الأول.

… dan dianjurkan (disunnahkan) bagi para haji untuk memohonkan ampun (do’a maghfiroh) kepada orang lain, walaupun mereka tidak memintanya. Demikian pula bagi mereka (yang tidak berangkat haji) agar meminta untuk dido’akan. Hal ini berdasar pada hadits Rasulullah SAW:
“apabila kalian berjumpa dengan haji (orang yang pulang dari melaksanakan ibadah haji) maka salamilah dia dan jabatlah tangannya dan mintalah agar didoakan olehnya, karena doanya akan mengampunimu”

Lalu Nabi berdoa:

اللهم اغفر للحج ولمن استغفر له الحج

Artinya , “Ya Allah berikanlah keampunan kepada orang yang mengerjakan haji dan kepada mereka yang dimohonkan ampun oleh orang yang haji.” (Riwayat Ahmad)

Doa menyambut orang yang pulang Haji

تقبل الله سعيك وأعظم أجرك، وأخلف نفقتك

Artinya: “Semoga Allah menerima sa’imu (usahamu), dan membesarkan pahalamu, dan mengganti (nafkahmu).

Hal ini berdasarkan riwayat hadits berikut ini:
Seorang pemuda datang kepada Nabi Muhammad Saw dan berkata, “Sesungguhnya aku berhaji”. Lalu Nabi berjalan bersamanya dan berkata: ‘Wahai pemuda, semoga Allah membekalimu dgn ketakwaan, dan menuntunmu kepada kebaikan, dan mencukupimu dari kesedihan’. Maka tatkala pemuda tersebut pulang, dia mengucapkan salam kepada Nabi, lalu beliau berkata, “Wahai pemuda, semoga Allah menerima hajimu, dan mengampuni dosamu, dan menggantikan nafkahmu”. (HR. Ibnu Sunni dan At-Thabrani dari Ibnu Umar ra)

Doa untuk jamaah Haji lainnya seperti:

اللَّهُمَّ اجْعَلْ حَجًّا مَبْرُوْرًا وَ سَعْيًا مَشْكُوْرًا وَ ذَنْبًا مَغْفُوْرًا

doa ketika hendak pulang atau perjalanan pulang dari haji, sebagaimana hadits Ibnu Umar ;

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ إذَا قَفَلَ مِنْ غَزْوٍ أَوْ حَجٍّ أَوْ عُمْرَةٍ يُكَبِّرُ عَلَى كُلِّ شَرَفٍ مِنْ الأَرْضِ (مكان مرتفع) ثَلاثَ تَكْبِيرَاتٍ , ثُمَّ يَقُولُ : لا إلَهَ إلا اللَّهُ ، وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ , لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ , وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ , آيِبُونَ تَائِبُونَ عَابِدُونَ سَاجِدُونَ لِرَبِّنَا حَامِدُونَ صَدَقَ اللَّهُ وَعْدَهُ , وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ

“Bahwasanya Rasulullah SAW beliau apabila kembali dari peperangan atau haji atau umroh beliau bertakbir setiap kali berada di tempat yang tinggi sebanyak tiga kali, kemudian mengucapkan ; Laa ilaha illallohu wahdahu las syariikalahu, lahul Mulu wa lahul handuk wa hawa ‘ala kuli syair’in qadiir, aayibuuna, taaibuuna, aabiduuna, saajiduuna, lirobbinaa haamiduun, shadaqallohu wa’dahu wanashoro ‘abdahu wa hazamal ahzaaba wahdahu” (Tidak ada Rabb yang berhak di sembah selain Alloh, yang Maha Esa, tidak ada sekutu baginya, baginya segala kekuasaan dan pujian, Dialah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, kami kembali dengan taubat, beribadah, sujud dan kepada Rabb kami kami memuji, Alloh telah menepati janjinya, menolong hambanya dan mengalahkan musuhnya).

Al-allamah al-Munawi berkata bahwa permitaan doa kepada haji ini sebaiknya dilakukan selama haji itu belum memasuki rumah.
Tetapi sebagian ulama mengatakan bahwa permintaan do’a ini dapat dilakukan hingga 40 hari sepulangnya dari rumah. Dalam kitab Ihya’ Ulumuddin diterangkan berdasakan cerita dari sahabat Umar ra. Keadaan ini dapat diberlangsungkan hingga akhir bulan Dzulhijjah, Muharram dan dua puluh hari Rabiul Awwal.

Dari berbagai sumber

Badrah Uyuni

#fitotravel
#doa
#haji
#umroh
#zawiyahjakarta

Comment here