Artikel

Masjid Quba

Masjid Quba adalah Masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam saat hijrah dari Makkah ke Madinah.
pada tahun 1 Hijriyah atau 622 masehi di Quba, sekitar 5 km di sebelah tenggara kota Madinah. Alasan penamaan masjid ini dengan nama tersebut disebutkan karena masjid ini dibangun di samping desa Quba. Penamaan desa ini juga dikarenakan memiliki sumur yang terkenal dengan nama sumur Quba.

Setelah berdiri, lalu Nabi Saw. mendirikan salat di Masjid Quba secara berjamaah bersama sahabat yang pada waktu kiblatnya masih menghadap ke arah Masjidil Aqsha.
Dalam Al Quran disebutkan bahwa Masjid Quba adalah masjid yang dibangun atas dasar Taqwa.
.
“Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa, sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakan shalat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yg suka membersihkan diri dan Allah menyukai orang-orang yang membersihkan diri.” QS At-Taubah: 8

*Sejarah Masjid Quba*

Di Quba, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam disambut meriah oleh penduduk Madinah sambil menyanyikan nasyid thala’al badru’alaina. Nabi memasuki kota Quba pada hari Senin, 12 atau 14 Rabiul Awwal dan dikatakan bahwa Nabi selama menetap seminggu di Quba akan membangun sebuah masjid dengan bantuan kaum muslimin.

Mubarokfuri mengatakan, “Pada hari senin 8 Rabiul Awal tahun 14 kenabian – ia adalah tahun pertama Hijriyah- bertepatan tanggal 23 September tahun 622 M. Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam turun di Quba’. Beliau tinggal di Quba’ selama 4 hari, senin, selasa, rabu dan Kamis.”

Ada di sebagian referensi bahwa masjid ini dibangun atas usulan Ammar bin Yasir dan sebagian lainnya menuliskan bahwa Ammar memiliki peran utama dalam pembangunan masjid ini dan dengan demikian, dia adalah orang pertama dalam Islam yang membangun masjid.

Masjid ini telah beberapa kali mengalami renovasi. Pertama pada priode khilafah Usman bin Affan mengalami pemugaran dan perluasan. Yang kedua oleh Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Dan beliau adalah orang pertama kali membangun menara masjid ini. Sekarang renovasi masjid ini ditangani oleh keluarga Saud. Mengutip buku berjudul Sejarah Madinah Munawarah yang ditulis Dr Muhamad Ilyas Abdul Ghani, masjid Quba ini telah direnovasi dan diperluas pada masa Raja Fahd ibn Abdul Aziz pada 1986. Renovasi dan peluasan ini menelan biaya sebesar 90 juta riyal yang membuat masjid ini memiliki daya tampung hingga 20 ribu jamaah.

*Bangunan Masjid Quba*

Meskipun sangat sederhana, masjid Quba boleh dianggap sebagai contoh bentuk daripada masjid-masjid yang didirikan orang di kemudian hari. Bangunan yang sangat bersahaja itu sudah memenuhi syarat-syarat yang perlu untuk pendirian masjid. Ia sudah mempunyai suatu ruang yang persegi empat dan berdinding di sekelilingnya.

Di sebelah utara dibuat serambi untuk tempat sembahyang yang bertiang pohon korma, beratap datar dari pelepah dan daun korma, bercampurkan tanah liat. Di tengah-tengah ruang terbuka dalam masjid yang kemudian biasa disebut sahn, terdapat sebuah sumur tempat wudhu, mengambil air sembahyang. Kebersihan terjaga, cahaya matahari dan udara dapat masuk dengan leluasa.

Masjid ini memiliki 19 pintu. Dari 19 pintu itu terdapat tiga pintu utama dan 16 pintu. Tiga pintu utama berdaun pintu besar dan ini menjadi tempat masuk para jamaah ke dalam masjid. Dua pintu diperuntukkan untuk masuk para jamaah laki-laki sedangkan satu pintu lainnya sebagai pintu masuk jamaah perempuan. Diseberang ruang utama masjid, terdapat ruangan yang dijadikan tempat belajar mengajar.

*Keutamaan Sholat di Masjid Quba*

Masjid Quba juga memiliki keutamaan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa yang keluar dari rumahnya kemudian mendatangi masjid ini, yakni Masjid Quba kemudian salat di dalamnya, maka pahalanya seperti ia menjalankan umrah” (Musnad Ahmad: 15981).

Dan dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Abdullah bin Umar, dia berkata;

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْتِي مَسْجِدَ قُبَاءٍ كُلَّ سَبْتٍ، مَاشِيًا وَرَاكِبًا فَيُصَلِّي فِيْهِ رَكْعَتَيْنِ

Nabi setelah menetap tinggal di Madinah, seminggu sekali di setiap hari Sabtu, baik dengan berjalan kaki atau berkendaraan datang ke masjid Quba untuk mendirikan salat.

Tidak ada ketentuan melakukan salat tertentu. Bisa melakukan salat tahiyatul masjid, salat dhuha atau salat-salat sunah lainnya.

Badrah Uyuni

Diolah dari berbagai sumber

umroh #kabah #quran #islam #ibadah #mekah #madinah #masjid #fito #travel #fitotravel #muslimtraveller #halaltrip #haji #mekah #madinah #zamzam #jalanmudahmenujubaitullah #baitullah #tanahsuci #saudi #travelmuslim #travelumrohjakarta #zawiyahjakarta #shibghatullah #kuliah #beasiswa #kampus #islam #akselerasi #doa #kampusonline #belajar #hijrah #ulama #guru #saifuddinamsir #betawi #masjidilharam #masjidnabawi #thawaf #sai #sofa #marwah #nabi #ziarah #haji #arafah #multazah #mina #muzdalifah #jumrah #shalat #khusyu #maulid #renungan #tashawwuf #dzikir #sunnah #hukum #badal #badalhaji #fitotravel #muslim #muhammad #hijrah #maulid #badrahuyuni #hajimabrur #umrohmaqbulah

Comment here