Khutbah Rasulullah SAW di Akhir Sya’ban dan Penjelasannya

 

 

Oleh: Hayat Abdul Latief

 

Untuk memberi motivasi kepada para sahabat, Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam menyempatkan diri berkhutbah di hadapan mereka pada detik-detik terakhir bulan Sya’ban. Berikut ini 16 poin khutbah Rasulullah di akhir Sya’ban:

 

*Satu,* Ramadan bulan yang agung.

 

أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهْرٌ عَظِيْمٌ،

 

“Wahai manusia telah datang kepadamu bulan yang agung.” Ramadhan disebut bulan yang agung karena di dalam Al-Qur’an hanya ada satu bulan yang disebutkan secara eksplisit yaitu bulan Ramadhan.

 

*Dua,* bulan penuh keberkahan.

 

شَهْرٌ مُبَارَكٌ،

 

“Bulan yang diberkahi.” Ramadan disebut bulan yang diberkahi karena di dalamnya turun Al-Qur’an.

 

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

 

“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil).” (Al-Baqarah: 185)

 

*Tiga,* Lailatul Qadar.

 

شَهْرٌ فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ،

 

“Bulan yang di dalamnya terdapat malam 1000 Bulan.”

 

اِنَّاۤ اَنۡزَلۡنٰهُ فِىۡ لَيۡلَةِ الۡقَدۡرِ

وَمَاۤ اَدۡرٰٮكَ مَا لَيۡلَةُ الۡقَدۡرِؕ

لَيۡلَةُ الۡقَدۡرِ  ۙ خَيۡرٌ مِّنۡ اَلۡفِ شَهۡرٍؕ.

تَنَزَّلُ الۡمَلٰٓٮِٕكَةُ وَالرُّوۡحُ فِيۡهَا بِاِذۡنِ رَبِّهِمۡ‌ۚ مِّنۡ كُلِّ اَمۡرٍ.

سَلٰمٌ هِىَ حَتّٰى مَطۡلَعِ الۡفَجۡرِ

 

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Rµh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadar: 1-5)

 

*Empat,* diwajibkan puasa di bulan Ramadan.

 

جَعَلَ اللهُ صِيَامَهُ فَرِيْضَةً،

 

“Allah menjadikan puasa di dalamnya sebagai sebuah kewajiban.”

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

 

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

 

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

 

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA)

 

*Lima,* tarawih sebagai ibadah tambahan.

 

وَقِيَامَ لَيْلِهِ تَطَوُّعًا،

 

“Menjadikan taraweh di malam harinya sebagai ibadah tambahan.”

 

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ . (صحيح مسلم)

 

”Siapa saja yang melaksanakan ibadah pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap ridha Allah, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Muslim)

 

*Enam,* mengerjakan amalan sunnah pada bulan Ramadhan bernilai amalan fardhu pada bulan lainnya.

 

مَنْ تَقَرَّبَ فِيْهِ بِخِصْلَةٍ مِنَ الْخَيْرِ، كَانَ كَمَنْ أَدَّى فَرِيْضَةً فِيْمَا سِوَاهُ،

 

Siapa yang bertaqarrub dengan satu ibadah sunah di dalamnya bernilai seperti mengerjakan amalan wajib di bulan lain.”

 

*Tujuh,* mengerjakan satu fardhu pada bulan Ramadhan bernilai seperti mengerjakan 70 fardhu di bulan lainnya.

 

وَمَنْ أَدَّى فِيْهِ فَرِيْضَةً كَانَ كَمَنْ أَدَّى سَبْعِيْنَ فَرِيْضَة فِيْمَا سِوَاهُ،

 

“Siapa yang menunaikan satu amalan fardhu di dalamnya bernilai seperti menunaikan 70 amalan fardhu pada bulan lainya.

 

*Delapan,* bulan kesabaran.

 

وَهُوَ شَهْرُ الصَّبْرِ، والصَّبْرُ ثَوَابُهُ الْجَنَّةُ،

 

“Bulan kesabaran dan para sabar adalah surga.” Bulan Ramadhan disebut sebagai bulan kesabaran karena di dalamnya seorang muslim menahan diri untuk makan minum dan syahwat dari terbit fajar sampai tenggelam matahari. Kesabaran yang hakiki adalah Bila seorang muslim mampu mengendalikan nafsunya. karena hakikat hidup adalah mengendalikan bukan mengumbar nafsu dan kemauan.

 

*Sembilan,* bulan solidaritas.

 

وَشَهْرُ الْمُوَاسَاةِ،

 

“Bulan kasih sayang dan solidaritas.” Coba perhatikan suasana di bulan romadhon, sangat terasa kali bagaimana persaudaraan sesama muslim dan solidaritas juga kasih sayang terjaga.

 

*Sepuluh,* Rizki setiap mukmin bertambah.

 

وَشَهْرٌ يَزْدَادُ فِيْهِ رِزْقُ الْمُؤْمِنِ،

 

“Bulan yang mana di dalamnya seorang mukmin bertambah.” Semua orang merasakan pada bulan Ramadhan rezekinya bertambah, dan anehnya adanya THR itu karena adanya bulan Ramadhan. Dan yang paling penting adalah Rizki berupa nikmat iman dan mampu meningkatkan amal sholeh di dalamnya.

 

*Sebelas,* anjuran memberi makan orang yang berbuka puasa.

 

مَنْ فَطَّرَ فِيْهِ صَائِمًا كَانَ مَغْفِرَةً لِذُنُوْبِهِ، وَعِتْقَ رَقَبَتِهِ مِنَ النَّارِ، وَكَانَ لَهُ مِثْلَ أَجْرِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْتَقِصَ مِنْ أَجْرِهِ شَيْءٌ،

قَالُوْا: لَيْسَ كُلُّنَا نَجِدُ مَا يفطرُ الصَّائِمُ. فَقَالَ : يُعْطِي اللهُ هَذَا الثَّوَابَ مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا عَلَى تَمْرَةٍ أَوْ شَرْبَةَ مَاءٍ أَوْ مَذقَةَ لَبَنٍ،

 

“Orang siapa yang menyediakan berbuka bagi orang yang berpuasa pada bulan Ramadhan, maka akan menjadi ampunan baginya, pembebas dirinya dari neraka dan mendapatkan pahala yang sama dengan orang berpuasa tanpa mengurangi sedikitpun dari pahalanya.”

 

Para sahabat berkata,” tidak dari setiap kami mendapatkan apa yang bisa disediakan bagi orang yang berpuasa.”

 

Beliau bersabda, “Allah akan memberi pahala bagi orang yang menyediakan berbuka puasa meskipun sebutir kurma, seteguk air atau sejilatan susu.”

 

*Dua belas,* bagian awal Ramadhan merupakan rahmat pertengahannya ampunan dan bagian akhirnya pembebasan dari neraka.

 

وَهُوَ شَهْرٌ أَوَّلُهُ رَحْمَةٌ، وَأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ، وَآخِرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ،

 

“Ramadan adalah bulan yang bagian awalnya berupa Rahmat pertengahannya berupa ampunan dan bagian akhirnya adalah pembebasan dari neraka.”

 

*Tiga belas,* meringankan pekerjaan hamba sahaya akan diampuni oleh Allah dan dibebaskan dari neraka.

 

مَنْ خَفَّفَ عَنْ مَمْلُوْكِهِ غَفَرَ اللهُ لَهُ، وَأَعْتَقَهُ مِنَ النَّارِ،

 

“Siapa yang meringankan pekerjaan hamba sahayanya, Allah akan mengampuni dosanya dan membebaskanya dari neraka.”

 

*Lima belas,* memperbanyak 4 hal.

 

وَاسْتَكْثِرُوْا فِيْهِ مِنْ أَرْبَعِ خِصَالٍ، : خِصْلَتَيْنِ تَرْضْوَنِ بِهِمَا رَبَّكُمْ، وخِصْلَتَيْنِ لَا غِنًى بِكُمْ عَنْهُمَا، فَأَمَّا الْخِصْلَتَانِ اللَّتَانِ تَرْضَوْنَ بِهِمَا رَبَّكُمْ فَشَهَادَةُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَتَسْتَغْفِرُوْنَهُ، وَأَمَّا اللَّتَانِ لَا غِنَى بِكُمْ عَنْهُمَا فَتَسْأَلُوْنَ اللهَ الْجَنَّةَ وَ تَعُوْذُوْنَ بِهِ مِنَ النَّارِ،

 

Perbanyaklah oleh kalian 4 hal, 2 hal yang membuat ridho Robb kalian dan 2 hal pasti kalian membutuhkannya. 2 hal yang membuat ridho Robb kalian adalah: syahadat lailahaillallah dan kalian beristighfar kepada-Nya. Dan 2 hal yang kalian butuhkan adalah kalian memohon surga kepadanya dan mohon perlindungan dari neraka.”

 

Jelasnya kita dianjurkan untuk memperbanyak 4 kalimat di bulan romadhon yang berbunyi kurang lebih sebagai berikut:

 

اشهد ان لا اله الا الله استغفر الله اسالك الجنة واعوذ بك من النار

 

“Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah, saya mohon ampun kepada Allah. Aku mohon kepada-Mu surga dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka.”

 

*Enam belas,* memberi makan orang yang berbuka berpuasa, akan mendapatkan telaga Rasulullah.

 

وَمَنْ أَشْبَعَ فِيْهِ صَائِمًا سَقَاهُ اللهُ مِنْ حَوْضِيْ شَرْبَةً لَا يَظْمَأُ حَتَّى يَدْخُلَ الْجَنَّةَ.

 

“Siapa yang mengenyangkan orang yang berpuasa di dalamnya Allah akan memberinya minum dari telagaku, satu teguk minuman yang tidak akan pernah haus sehingga dia masuk surga.”

 

Alangkah beruntung orang yang dapat meminum air telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda:

 

إِنَّ لِكُلِّ نَبِيٍّ حَوْضًا وَإِنَّهُمْ يَتَبَاهَوْنَ أَيُّهُمْ أَكْثَرُ وَارِدَةٍ وَإِنِّي أَرْجُوْ اللهَ أَنْ أَكُوْنَ أَكْثَرَهُمْ وَارِدَةً

 

“Sesungguhnya setiap nabi memiliki telaga (pada hari kiamat nanti), dan mereka saling membanggakan siapa di antara mereka yang paling banyak orang yang mendatangi telaganya (dari umatnya). Dan sungguh aku berharap (kepada Allâh Azza wa Jalla ) bahwa akulah yang paling banyak orang yang mendatangi (telagaku).” (HR At-Tirmidzi dan Ath-Thabarani dari Samurah bin Jundub RA)

 

Diambil dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat.

 

*(Penulis adalah Direktur Korp Da’i An-Nashihah dan Mahasiswa S2 Zawiyah Jakarta)*

 

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *