Oleh: Hayat Abdul Latief

 

Dalam hidup bermasyarakat agar terjadi hubungan sosial yang baik selain hidup rukun saling tolong-menolong dalam kebaikan juga diperlukan menghindari sifat dengki dan kebencian.

 

Larangan saling dengki dan saling benci:

 

وَعَنْ أنسٍ رَضِيَ اللهُ عَنهُ أَنَّ النَّبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم قَالَ : لَا تَبَاغَضُوا، وَلَا تَحَاسَدُوا، وَلاَ تَدَابَرُوا، وَلَا تَقَاطَعُوا، وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إخْوَاناً، وَلَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أنْ يَهْجُرَ أخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثٍ .

 

Dari Anas ra.bahwa Nabi saw. bersabda: Janganlah kalian saling membenci, saling mendengki, saling memalingkan muka, dan saling memutuskan ikatan, dan jadilah kalian sebagai hamba-hamba Allah bersaudara. Tidaklah halal bagi seseorang muslim untuk mengabaikan dan tidak bertegur sapa dengan saudaranya lebih dari tiga hari.” (HR Bukhari Muslim).

 

Solusi penghilang Sifat Dengki dan Kebencian:

 

دَبَّ إِلَيْكُمْ دَاءُ الْأُمَمِ قَبْلَكُمْ: اَلْحَسَدُ وَالْبَغْضَاءُ ، وَالْبَغْضَاءُ هِيَ الْحَالِقَةُ ، حَالِقَةُ الدِّيْنِ لاَ حَالِقَةُ الشَّعْرِ ، وَالَّذِيْ نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لاَ تُؤْمِنُوْا حَتَّى تَحَابُّوْا ، أَفَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِشَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوْهُ تَحَابَبْتُمْ ؟ أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ.

 

Penyakit umat-umat sebelum kalian telah menyerang kalian yaitu dengki dan benci. Benci adalah pemotong; pemotong agama dan bukan pemotong rambut. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, kalian tidak beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang jika kalian kerjakan maka kalian saling mencintai? Sebarkanlah salam diantara kalian.”[HR Tamizi dan Ahmad]

 

Syarat beriman yang sempurna dalam Hadits di atas adalah saling kasih sayang dan kasih sayang bisa didapatkan dengan saling mengucapkan salam.

 

Rasulullah sallallahu’alaihi wasallam memberikan arahan bahwa orang yang paling mulia menurut Allah subhanahu wata’ala adalah orang yang paling dahulu mengucapkan salam:

 

إنَّ أوْلىَ النِّاس باللهِ مَنْ بَدأهم بالسَّلاَم

 

“Sesungguhnya manusia yang paling utama di sisi Allah adalah yang terlebih dahulu mengucapkan salam.” (HR Abu Dawud).

 

*Faedah:*

 

*Satu,* dalam hidup bermasyarakat agar terjadi hubungan sosial yang baik selain hidup rukun saling tolong-menolong dalam kebaikan juga diperlukan menghindari sifat dengki dan kebencian.

 

*Dua,* syarat iman sempurna adalah saling kasih sayang dan kasih sayang bisa didapatkan dengan saling mengucapkan salam.

 

*Tiga,* di antara dua orang bertemu, yang paling mulia menurut Allah subhanahu wata’ala adalah yang paling dahulu mengucapkan salam.

 

Diambil dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat.

 

*(Penulis adalah Khadim Korp Da’i An-Nashihah dan Pelajar Ma’had Aly Zawiyah Jakarta)*

 

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *