Memahami Tanda-tanda Kebesaran Allah SWT, Melahirkan Pribadi Yang Bertaqwa

 

 

Oleh: Hayat Abdul Latief

 

Tanda tanda kebesaran Allah SWT,

 

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

 

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. (QS Ali Imran [3]: 190-191).

 

Perhatikan QS. An-Naba: 6-16,

 

اَلَمْ نَجْعَلِ الْاَرْضَ مِهٰدًاۙ

 

Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan,

وَّالْجِبَالَ اَوْتَادًاۖ

 

dan gunung-gunung sebagai pasak?

 

وَّخَلَقْنٰكُمْ اَزْوَاجًاۙ

Dan Kami menciptakan kamu berpasang-pasangan,

 

وَّجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًاۙ

 

dan Kami menjadikan tidurmu untuk istirahat,

 

وَّجَعَلْنَا الَّيْلَ لِبَاسًاۙ

 

dan Kami menjadikan malam sebagai pakaian,

 

وَّجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًاۚ

 

dan Kami menjadikan siang untuk mencari penghidupan,

 

وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًاۙ

 

dan Kami membangun di atas kamu tujuh (langit) yang kokoh,

وَّجَعَلْنَا سِرَاجًا وَّهَّاجًاۖ

 

dan Kami menjadikan pelita yang terang-benderang (matahari),

 

وَّاَنْزَلْنَا مِنَ الْمُعْصِرٰتِ مَاۤءً ثَجَّاجًاۙ

 

dan Kami turunkan dari awan, air hujan yang tercurah dengan hebatnya,

 

لِّنُخْرِجَ بِهٖ حَبًّا وَّنَبَاتًاۙ

 

untuk Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tanam-tanaman,

 

وَّجَنّٰتٍ اَلْفَافًاۗ

 

dan kebun-kebun yang rindang.

 

Memahami tanda-tanda kebesaran Allah SWT menurut QS. Ali Imran : 190-191 melahirkan ganeri _Uulul Albaab_ yang memiliki 3 kecerdasan utama sekaligus, yakni IQ, SQ dan EQ dengan dzikirullah, tafakur penciptaan langit dan bumi, juga punya rasa peduli, empati dan simpati.

 

Tentu Ulul Albab merupakan pribadi bertaqwa yang unggul dari relung hati yang dalam melalui lidahnya yang berucap

 

رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

 

“Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”.

 

Dengan kesadaran sepenuh jiwa, dia takut akan murka Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

 

*Faedah:*

 

*Satu,* Memahami tanda-tanda kebesaran Allah SWT melahirkan ganeri _Uulul Albaab_

 

*Dua,* Generasi Ulul Albab, kalau memakai istilah merupakan gabungan predikat yang sudah lama ditinggalkan kaum muslimin, yakni ulama juga intelektual. Dikotomi keduanya terlahir dari sistem pendidikan yang sekuler.

 

*Tiga,* tafakur dan dzikir melahirkan jiwa-jiwa yang bertakwa, dengan karakteristik menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Wallahu a’lam.

 

Diambil dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat.

 

*(Penulis adalah Khadim Korp Da’i An-Nashihah dan Mahasiswa S2 Zawiyah Jakarta)*

 

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *