Oleh: Hayat Abdul Latief

 

Dalam Al-Qur’an ada surat khusus yang disebut dengan surat al-kafirun yang mana Allah subhanahu wa ta’ala menyuruh bersikap tegas dalam hal aqidah terhadap orang kafir. Perhatikan Firman-Nya,

 

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ (1) لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ (2) وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (3) وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ (4) وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (5) لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ (6

 

“Katakanlah, “Hai orang-orang yang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kalian sembah. Dan kalian bukan penyembah apa yang aku sembah. Dan aku tidak pernah men]adi penyembah apa yang kalian sembah, dan kalian tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah. Untuk kalianlah agama kalian, dan untukkulah agamaku.” [QS. Al-Kafirun: 1-6]

 

*Larangan kafir terhadap Allah.* Firman-Nya,

 

كَيْفَ تَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَكُنْتُمْ أَمْوَاتًا فَأَحْيَاكُمْ ۖ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ثُمَّ إِلَيْهِ

 

Artinya: “Bagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu (tadinya) mati, lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu, lalu Dia menghidupkan kamu kembali. Kemudian kepadaNya-lah kamu Kembali”. (Q.S. Al-Baqarah: 28).

 

*Larangan memanggil kafir kepada saudaranya yang muslim,* sabda Rasulullah SAW,

 

إِذَا قَالَ الرَّجُلُ لأَخِيهِ يَا كَافِرُ فَقَدْ بَاءَ بِهِ أَحَدُهُمَا

 

“Apabila seseorang mengatakan kepada saudaranya (muslim): ‘Wahai Kafir’, maka akan kembali kepada salah satunya.” [HR. Bukhari & Muslim]

 

Ibnu Hajar Al asqalani dalam kitab Fathul Bari mengomentari hadits tersebut adalah larangan keras memanggil “ya kafir” kepada saudaranya yang muslim.

 

Ada larangan loyal atau berpihak dan menjadikannya sebagai pemimpin terhadap orang kafir. Firman-Nya,

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

 

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang yahudi dan nasrani menjadi pemimpin-pemimpinmu. Sebagian mereka adalah pemimpin bagi yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim” (QS. Al Ma-idah : 51)

 

*Macam-macam kekafiran:*

 

Secara garis besar kekafiran terbagi menjadi dua:

 

1. Kekafiran yang membuat orang keluar dari Islam. Penyebabnya adalah mendustakan kebenaran yang datang dari Allah dan rasulnya, menolak,sombong dan berpaling terhadap nya, juga menampakkan keimanan padahal hatinya kafir atau disebut dengan munafik.

 

2. Kekafiran yang tidak mengeluarkan pelakunya dari Islam tetapi mendapatkan Dosa dan siksa di akhirat seperti kufur nikmat mencaci-maki orang muslim dan membunuhnya.

 

*Membenci kekafiran merupakan diantara cara mendapatkan lezatnya iman.* Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلاَوَةَ الإِيْمَانِ: إن يكون اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ ِممَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَيُحِبُّهُ إِلاَّ للهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُوْدَ فِى الْكُفْرِ بَعْدَ أنْ أَنْقَذَهُ اللهُ مِنْهُ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِى النَّارِ

 

“Ada tiga perkara, yang apabila ketiganya ada pada diri seseorang, maka ia akan mendapatkan rasa manisnya iman. Yaitu: apabila Allah dan RasulNya lebih ia cintai daripada yang selain keduanya, apabila ia menyintai seseorang, namun ia tidak menyintainya kecuali karena Allah. *Dan apabila ia membenci untuk kembali ke dalam kekafiran* sesudah Allah menyelamatkannya dari kekafiran itu, seperti halnya ia membenci jika ia dilemparkan ke dalam api.” (Muttafaqqun ‘alaih)

 

*Pelajaran:*

 

*Satu,* Islam melarang kita menjadi orang kafir.

 

*Dua,* di dalam ajaran Islam ada larangan menuduh orang muslim dengan panggilan kafir.

 

*Tiga* Al-Qur’an melarang umat Islam menjadikan orang kafir sebagai pemimpin yang mengurusi urusan mereka.

 

*Empat,* secara garis besar kekafiran terbagi menjadi dua: kekafiran yang mengeluarkan dari Islam dan kekafiran yang tidak mengeluarkan dari Islam.

 

*Lima,* di antara agar mendapatkan lezatnya iman yaitu membenci kekafiran (kemaksiatan yang mendatangkan murka Allah). Wallahu a’lam.

 

Diambil dari berbagai sumber semoga bermanfaat.

 

*(Pelayan Korp Da’i An-Nashihah dan Pelajar Ma’had Aly Zawiyah Jakarta)*

 

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *