Oleh: Hayat Abdul Latief

 

Kebenaran tertinggi dalam Al-Qur’an disebut Haq. Kata haq dalam Al-Qur’an memiliki banyak makna yang menguatkan antara satu dengan yang lainnya. Haq hakekatnya datang dari Allah subhanahu wa ta’ala, maka kita tidak boleh meragukan keberadaannya.

 

اَلْحَقُّ مِنْ رَّبِّكَ فَلَا تَكُوْنَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِيْنَ

 

“Kebenaran itu dari Tuhanmu, maka janganlah sekali-kali engkau (Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu.” (QS. Al-Baqarah: 147)

 

Berikut ini di antara yang dimaksud dengan Hak dalam Al-Qur’an: Allah subhanahu wata’ala, Al-Qur’an, Islam, dan Tauhid.

 

*Allah subhanahu wata’ala*

 

Makna puncak dari al-haq adalah Allah. Dia yang berhak disembah, tiada yang berhak disembah kecuali Allah. Memang di antara atribut Allah dalam Asmaul Husna adalah Al-Haq, Yang benar dan selalu bertindak benar, tidak pernah keluar dari kebenaran.

 

*Al-Qur’an*

 

اَفَلَا يَتَدَبَّرُوْنَ الْقُرْاٰنَ ۗ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللّٰهِ لَوَجَدُوْا فِيْهِ اخْتِلَافًا كَثِيْرًا

 

“Maka tidakkah mereka menghayati (mendalami) Al-Qur’an? Sekiranya (Al-Qur’an) itu bukan dari Allah, pastilah mereka menemukan banyak hal yang bertentangan di dalamnya.” (QS. An-Nisa: 82)

 

*Islam*

 

إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلۡإِسۡلَٰمُۗ

 

“Sesungguhnya agama yang haq disisi Allah hanyalah Islam.” (QS. Ali Imran: 19)

 

وَمَن يَبۡتَغِ غَيۡرَ ٱلۡإِسۡلَٰمِ دِينٗا فَلَن يُقۡبَلَ مِنۡهُ وَهُوَ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ

 

“Barang siapa mengharapkan selain Islam, tidak akan diterima darinya, di akhirat nanti dia termasuk orang-orang merugi.” (QS. Ali Imran: 85)

 

*Tauhid*

 

لَوْ كَانَ فِيْهِمَآ اٰلِهَةٌ اِلَّا اللّٰهُ لَفَسَدَتَاۚ فَسُبْحٰنَ اللّٰهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُوْنَ

 

“Seandainya pada keduanya (di langit dan di bumi) ada tuhan-tuhan selain Allah, tentu keduanya telah binasa. Mahasuci Allah yang memiliki ‘Arsy, dari apa yang mereka sifatkan.” (QS. Al-Anbiya: 22,)

 

Khulashatul kalam, kebenaran itu tidak ambigu, kebeneran itu laksana matahari di siang hari yang terang benderang tanpa ditutupi awan. Yang menyimpang darinya akan binasa. Wallahu a’lam

 

Diambil dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat!

 

*(Khadim Korp Da’i An-Nashihah dan Pelajar Ma’had Aly Zawiyah Jakarta)*

 

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *