Oleh: Hayat Abdul Latief

 

Generasi strawberry merupakan istilah baru bermakna generasi yang memiliki banyak ide dan gagasan kreatif tapi mudah menyerah, gampang sakit hati, tidak tahan banting dan tidak militan. Laksana buah strawberry yang indah, menawan dan mempesona namun cepat busuk dan dibuang ke tong sampah. Penamaan Strawberry Generation sebagai generasi manja zaman sekarang, berpikir melalui jalan pintas dan tidak punya energi juang dalam menghadapi segala tantangan dan rintangan yang kemungkinan harus dihadapi.

 

Tanyakanlah kepada orang-orang yang sukses, “Apakah mereka mendapatkannya begitu saja tanpa melalui perjuangan pengorbanan darah dan air mata?” Jawabannya: Kesuksesan tidak didapatkan dengan cara instan tanpa rintangan. Hanya saja mereka tidak menyerah dengan berbagai rintangan dan terus memiliki daya juang tinggi sehingga mencapai kesuksesan yang mereka inginkan. Kesusahan dan ketik kegetiran yang mereka lakukan pada akhirnya menghasilkan buah kesuksesan, prestasi dan prestise.

 

Ada semboyan yang yang menyesatkan di kalangan generasi muda: muda foya-foya (pakai huruf ‘f’), tua kaya raya dan mati masuk surga. Untuk melawan semboyan ini, kita perlu menghidupkan semboyan yang membangkitkan semangat juang kepada mereka : Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu baru senang kemudian. Dengan semboyan semangat juang tersebut diharapkan agar Generasi masa kini tidak lemah, tidak manja dan memiliki etos kerja dan semangat belajar dan perubahan yang militan.

 

Lantas apa yang dimaksud dengan generasi Blewah? Itu merupakan istilah yang saya buat sendiri dengan maksud di antara buah yang sangat populer di bulan Ramadhan selain Timun Suri juga ada buah Blewah. Sebuah buah yang yang sering disebutkan ketika ifthor atau berbuka puasa. Setelah seharian menahan lapar dan haus karena berpuasa dan setelah melalui rintangan yang sangat berat, ketika bedug dan adzan Maghrib berbunyi, berbahagialah orang yang berbuka puasa, seraya berdoa menirukan doa Nabinya,

 

ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ

 

“Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki.” (HR. Abu Daud 2357)

 

Maksud dari term generasi Blewah adalah generasi yang memiliki paradigma berpikir bahwa untuk mendapatkan kesuksesan, prestasi dan prestise harus dicapai melalui tahapan-tahapan dan episode dengan penuh perjuangan semangat tinggi dan juga tidak menyerah terhadap keadaan. Laksana orang yang menghadapi lapar dan haus seharian setelah berhasil melampaui rintangan pada akhirnya mendapatkan kesuksesan yang diidam-idamkan. Kesuksesan didapat bukan dengan cara instan dan semangat juang yang rapuh.

 

Untuk menjadi generasi tangguh, perhatikanlah motivasi hidup dalam Al-Quran,

 

وَلَا تَهِنُوا۟ وَلَا تَحْزَنُوا۟ وَأَنتُمُ ٱلْأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

 

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS. Ali ‘Imran: 139)

 

Kita perlu memberikan semangat kepada mereka bahwa mereka adalah generasi mukmin unggul dengan syarat tidak menjadi generasi lebay, lemah dan manja. Mereka harus kuat menghadapi segala macam rintangan dan halangan dan tidak boleh berlarut dalam kesedihan dalam setiap kegagalan di masa lampau.

 

Sebagai amunisi yang harus mereka miliki mereka perlu dibacakan dan diperdengarkan kisah kisah kesuksesan pemuda baik dari kalangan para nabi, para sahabat dan generasi sesudahnya yang mulia. Karena dengan membacakan dan menceritakan semangat pemuda kalangan para nabi, sahabat dan generasi sesudahnya akan memotivasi anak-anak kita menjadi generasi tangguh dan berprestasi.

 

*Faedah:*

 

*Satu,* didiklah anak kita dan anak didik kita jangan menjadi Strawberry Generation

 

*Dua,* kesuksesan tidak didapatkan dengan cara instan tanpa rintangan.

 

*Tiga,* kita perlu menghidupkan semboyan yang membangkitkan semangat juang mereka : Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu baru senang kemudian.

 

*Empat,* motivasi hidup dalam Al-Quran: Jangan lemah dan bersedih. Kalian adalah generasi unggul.

 

*Lima,* membacakan dan menceritakan semangat pemuda kalangan para nabi, sahabat dan generasi sesudahnya akan memotivasi anak-anak kita menjadi generasi tangguh dan berprestasi. Wallahu a’lam.

 

Diambil dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat dan menjadi amal jariyah!

 

*(Khadim Korp Da’i An Nashihah dan Pelajar Ma’had Aly Zawiyah Jakarta)*

 

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *