Oleh: Hayat Abdul Latief

 

Al Bazzar

 

Terkenal dengan nama Al Bazzar, nama beliau adalah imam Al-Hafidz Abu Bakar Ahmad bin Amru bin Abdul Kholiq bin Kholad bin Ubaidillah al-‘atiki albasri. Beliau lahir sekitar tahun 210 H di kota Basrah Iraq. Beliau tumbuh di masa keemasan ilmu tadwinul hadist, yaitu di masa Ali bin Al Madini, Yahya bin Mu’in dan Ahmad bin Muhammad bin Hambal, Muhammad bin Ismail Al Bukhari, Abdullah bin Abdurrohman Ad Darimi, Abi Zur’ah Arroziyin, Abi Dawud As Sijistani, Muhammad bin Isa at Tirmidzi, Abi Abdurrahman An Nasai, Muhammad bin Yazid bin Majah, dan selainnya.dari para ulama’ hadist yang terkenal bersungguh sungguh dalam “membantu” sunah nabi yaitu menjaga dan melestarikan hadist.

 

Imam Hafidz Al Bazar tumbuh di dalam lingkungan ilmiyah yaitu di kota Basrah yang tekenal dengan keilmuaanya. Dan Imam Bazar kecil mulai belajar dengan cara menghadiri majlis-majlis ulama’ untuk memperdalam ilmunya, kemudian beliau mengambil hadist dari Adam bin Abi Iyyas yang wafat pada tahun 221 H, kemudian beliau menuntut ilmu kepada para ulama’ dan syaikh-syaikh pengarang enam buku induk dalam pembahasan hadist.

 

Pujian para ulama’ kepada beliau

 

Berkata Abu Syaikh :” beliau (imam Bazar) adalah salah satu orang yang paling jenius, tidak ada yang lebih mahir tentang hadis setelah wafatnya ali bin Al Madani selain beliau. Para hufadz kota Baghdad berbondong-bondong mendatangi beliau untuk mencari barakah ilmu beliau dan menulis hadist dari beliau.”

 

Berkata Abu Yusuf Ya’qub bin Al Mubarak :”aku tidak pernah melihat orang yang lebih jenius dari pada beliau imam Al Bazar.”

 

Berkata Al Khotib Al Baghdadi : “ beliau adalah hafidz yang tsiqoh, beliau menulis musnad dan bebicara panjang lebar tentang hadist dan menjelaskan cacat-cacatnya.”

 

Berkata Adz Dzahabi : “ beliau adalah orang yang terkenal dengan kejujurannya”

Dan masih banyak sekali pujian-pujian ulama’ kepada beliau. (wiyonggoputih.blogspot.com Senin, 02 Januari 2017)

 

Buzzer

 

Di ranah komersial, buzzer awalnya banyak disewa untuk mempromosikan produk atau jasa tertentu. Sampai di sini, meski bisa menyesatkan konsumen, buzzer belum begitu meresahkan. Namun, ketika merambah dunia politik, daya rusak pasukan siber itu lebih besar, terutama ketika mereka menjadi agen propaganda hitam untuk meraih dan melanggengkan kekuasaan.

 

Buzzer kian menjadi ancaman serius bagi demokrasi yang tengah merosot di negeri ini. Memanfaatkan ruang siber yang tanpa batas, para pendengung itu merekayasa informasi serta memanipulasi opini publik demi kepentingan penguasa. Berkedok kebebasan berekspresi, mereka tak segan mengumbar fitnah untuk menyerang balik pengkritik pemerintah. Hasil penelitian Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) mengkonfirmasi keberadaan buzzer yang mendapat order dari lingkaran pejabat pemerintah dan elite politik lain. Bekerja demi uang, pasukan buzzer bekerja secara terorganisasi untuk memanipulasi opini publik. Mereka direkrut para koordinator untuk berkomplot dengan pembuat konten dan sejumlah influencer (pemengaruh) di media sosial. (Tempo Edisi : 6 November 2021)

 

Alhasil, Imam Al Bazzar merupakan ulama besar dengan kegigihan dan keuletannya, beliau menguasai ilmu Hadits dan disiplin ilmu keislaman lainnya. Para pelajar seyogyanya meniru beliau memiliki ilmu yang banyak dan bermanfaat untuk umat serta menjadi pelaku sejarah yang akan selalu dikenang kebaikannya. Jangan seperti buzzer yang dengungannya merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara serta menjadi sampah sejarah dan peradaban.

 

Diambil dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat dan menjadi amal jariyah!

 

*(Khadim Korp Da’i An Nashihah dan Pelajar Ma’had Aly Zawiyah Jakarta)*

 

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *