Oleh: Hayat Abdul Latief

 

Dari sekian banyak logam emas lah disebut sebagai logam mulia. Dari sekian batu permatalah jenis batu yang termahal. Dari sekian banyak malam Allah memilih Lailatul Qadar sebagai malam kemuliaan. Dari sekian hari Allah memilih hari Jumat sebagai penghulu hari. Dari sekian banyak tempat Allah memilih Ka’bah sebagai kiblat. Dari sekian banyak malaikat Allah memilih Jibril ‘alaihis salam sebagai penghulunya. Dari sekian banyak ciptaan, manusia terpilih sebagai makhluk yang terbaik. Dari sekian banyak manusia para Nabi dan Rasul sebagai manusia terbaik. Dari sekian nabi dan rasul Nabi Muhammad yang terpilih sebagai pemimpin mereka. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

 

وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ وَيَخْتَارُ ۗ مَا كَانَ لَهُمُ ٱلْخِيَرَةُ ۚ سُبْحَٰنَ ٱللَّهِ وَتَعَٰلَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ

 

“Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia).” (QS. Al-Qashash: 68)

 

Komentar Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di: “Ayat ini mengandung penjelasan tentang cakupan penciptaan Allah terhadap seluruh makhluk, kehendakNya berlaku bagi semua ciptaan, kewenanganNya memilih dan mengistimewakan siapa saja dari manusia dengan perintah, waktu, dan tempat. Sedangkan manusia, siapa pun dia, sama sekali tidak memiliki perintah dan kewenangan memilih; dan bahwa Allah suci dari semua yang mereka persekutukan kepadaNya, berupa sekutu, tandingan, pembantu, anak, istri dan lainnya dari apa saja yang dipersekutukan kepadaNya oleh kaum Musyrikin.” (Tafsir As-Sa’di)

 

Manusia sebelum diutusnya nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam, hidup dalam kesesatan. Kondisi masyarakat dunia pada umumnya dan masyarakat Arab khususnya, sebelum diutusnya nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam disebut jahiliyah. Dalam Al-Quran, kata jahiliyah disebutkan dalam konteks sebagai sebuah keyakinan yang salah tentang ketuhanan, sistem kehidupan dan undang-undang yang keliru, prilaku yang menyimpang (berzina dan seterusnya) dan watak yang buruk (sombong, angkuh, keras kepala dan fanatisme buta). Berkaitan dengan diutusnya nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

 

هُوَ ٱلَّذِى بَعَثَ فِى ٱلْأُمِّيِّۦنَ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُوا۟ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتِهِۦ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا۟ مِن قَبْلُ لَفِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ

 

“Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Al-Jumu’ah: 2)

 

Komentar Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah: “Maha Suci Allah yang mengutus Muhammad sebagai Rasul dari bangsa Arab yang Ummiy, yaitu orang-orang yang tidak dapat membaca dan menulis. Maknanya adalah kebanyakan dari mereka adalah Ummiy, dan dia (Muhammad) termasuk dalam golongan tersebut yaitu sebagai bangsa Arab yang ummiy. Dia (Muhammad) membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah dalam Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dengan ke-Ummiyan-nya yang sama dengan mereka. Dia membersihkan mereka dari kesyirikan dan akidah serta akhlak yang buruk. Dia mengajarkan mereka Al-Qur’an, Sunnah dan pengertian tentang tujuan ajaran syariat dan rahasia-rahasianya. Sesungguhnya sebelum dia diutus menjadi Rasul, mereka berada dalam kesalahan yang jelas dan nyata serta jauh dari kebenaran, yaitu berupa kesyirikan dan keburukan zaman Jahiliyyah.” (Tafsir Al-Wajiz)

 

Bagaimana pandangan ilmuan Barat yang jujur tentang Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam?

 

Michael H. Hart merupakan seorang ahli sejarah sekaligus penulis buku tersohor dari Amerika Serikat yang pernah bekerja sebagai guru besar Astronomi dan Fisika di Universitas Maryland AS. Selain itu, ia pernah bekerja pada NASA (di Indonesia kita kenal LAPAN atau LIPI), sebuah lembaga riset ilmu pengetahuan pemerintah Amerika Serikat yang bertanggung jawab atas program penelitian luar angkasa. Dari segi pengalaman maupun keilmuan, tentu kita tidak bisa meragukan kualitasnya. Banyak kontribusi dan karya besar yang telah ia hasilkan sepanjang hidupnya. Di antara karyanya yang monumental dan telah diterjemahkan ke berbagai bahasa adalah “The 100: A Ranking of The Most Influential Persons in History”yang menerangkan tokoh-tokoh berpengaruh sepanjang sejarah.

 

Hart menempatkan di urutan pertama tokoh yang paling berpengaruh di dunia itu adalah Nabi Muhammad SAW sosok yang sangat dimuliakan oleh umat Islam dan seluruh umat di alam semesta. Hart mengungkapkan fakta mengegejutkan alasan mengapa beliau menempatkan Nabi yang mulia di urutan pertama.

 

1. Tidak terlibat dalam tindakan penyimpangan sosial pada masa jahiliyah. Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam menjalani hidup sesuai dengan tuntunan Tuhan. Tidak pernah sekalipun Muhammad berbohong, menipu, berzina, atau mabuk-mabukkan sebagaimana yang dilakukan oleh masyarakat Arab di masa itu.

 

2. Satu-satunya orang dalam sejarah yang sangat berhasil, baik dalam hal keagamaan maupun duniawi. Dari asal-usulnya yang bersahaja, Muhammad shalallahu alaihi wasallam mendirikan dan mengembangkan (bahasa yang tepat – mengemban risalah Ilahiyah: red) salah satu agama besar di dunia. Serta menjadi pemimpin politik yang amat efektif. Saat ini, 13 abad (Sekarang 14 abad: red) pasca wafat-Nya, pengaruh-Nya masih kuat dan merasuk.

 

3. Nabi Muhammad mampu membawa Arab dari wilayah yang “terbelakang” sampai menjadi wilayah yang “berperadaban”. Mayoritas tokoh besar di dunia memiliki keuntungan karena lahir dan dibesarkan di pusat-pusat peradaban, negeri-negeri yang sangat berbudaya atau penting di sisi politik. Sebaliknya, Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam, dilahirkan pada 570 M di kota Makkah, di sebelah selatan Arabia, yang pada masa itu merupakan sebuah wilayah terbelakang di dunia, jauh dari pusat-pusat perdagangan, seni dan ilmu pengetahuan.

 

4. Bertanggung jawab terhadap teologi Islam, baik prinsip moral maupun etiknya. Beliau memainkan peran kunci dalam penyebaran agama ini dan dalam pendirian pratik religius Islam. Lebih dari itu, beliaulah penulis kitab suci umat Islam (yang tepat beliau mengawasi dengan ketat penulisan Al-Qur’an: red). Al-Qur’an, merupakan kumpulan firman tuhan melalui lisan Rasulullah. Kebanyakan firman ini disalin dalam hati sepanjang masa hidup beliau dan dikumpulkan dalam bentuk tulisan tidak lama setelah beliau wafat.

 

Kiranya cukup pandangan Michael H. Hart mewakili para ilmuan non-muslim yang jujur tentang Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam di samping yang lainnya. Setelah pengakuan ini, tidak pantas kemudian ada orang yang mensejajarkan Nabi Muhammad dengan orang lain, apalagi menempatkan orang lain lebih tinggi dari beliau, seperti yang dilakukan oleh seorang wanita muslimah yang kemudian menjadi penganut Hindu. Wallahu a’lam.

 

Diambil dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat dan menjadi amal jariyah!

 

(Khadim Korp Da’i An Nashihah dan Pelajar Ma’had Aly Zawiyah)

 

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *