Oleh: Hayat Abdul Latief

 

Manusia, menurut Al-Qur’an pada hakikatnya dalam keadaan rugi kecuali yang beriman beramal sholeh nasehat-menasihati dalam kebenaran dan nasihat-nasihati dalam kesabaran sebagaimana tertera dalam surat Al-Ashr.

 

Siapakah orang yang merugi? Di bawah ini daftar orang-orang yang merugi:

 

1. Menjadikan setan sebagai wali (pelindung)nya. Perhatikan ayat berikut!

 

وَمَن يَتَّخِذِ الشَّيْطَانَ وَلِيًّا مِّن دُونِ اللَّهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًا

 

“Barang siapa yang menjadikan setan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.” (QS. An-Nisa: 119)

 

2. Tidak istiqamah dalam beragama. Perhatikan ayat berikut!

 

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّعْبُدُ اللّٰهَ عَلٰى حَرْفٍۚ فَاِنْ اَصَابَهٗ خَيْرُ ِۨاطْمَئَنَّ بِهٖۚ وَاِنْ اَصَابَتْهُ فِتْنَةُ ِۨانْقَلَبَ عَلٰى وَجْهِهٖۗ خَسِرَ الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةَۗ ذٰلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِيْنُ

 

“Di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan kecanggungan; jika memperoleh kebajikan, ia tetap beriman. Jika dilanda bencana, ia berpaling. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Inilah kerugian yang nyata.” (Al-Hajj: 11)

 

3. Pelaku kedzaliman. Perhatikan ayat berikut!

 

وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلۡقُرۡءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٞ وَرَحۡمَةٞ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارٗا

 

“Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al-Isra: 82)

 

Lawan kata rugi adalah untung. Siapakah orang-orang yang beruntung menurut Al-Qur’an?

 

1. Orang yang beriman. Perhatikan ayat berikut!

 

قَدْ اَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ ۙ

 

“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman ” – dengan 6 kriteria seperti yang disebutkan pada ayat selanjutnya – (QS. Al-Mu’minun: 1)

 

2. Orang yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Perhatikan ayat berikut!

 

…وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

 

“….Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (QS. Al-Ahzab: 71)

 

2. Orang yang bertakwa sebagaimana tercantum dalam surat Al-Baqarah ayat 1-5.

 

Rasulullah menyebutkan manusia terbagi menjadi dua; ada yang menyelamatkan dirinya dan ada yang menjerumuskan dirinya. Sabdanya:

 

…كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو فَبايِعٌ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُها، أوْ مُوبِقُها

 

“Setiap pagi manusia dapat menjual dirinya, apakah ia akan memerdekakan dirinya atau akan membinasakannya.” (HR. Muslim dari Abu Malik Al-Asy’ari radhiallahu ‘anhu)

 

Ada yang memerdekakan dirinya, maksudnya manusia berusaha taat kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Ketaatannya itu menyelamatkan dirinya dari api neraka. Dan ada yang menghancurkan dirinya, maksudnya manusia berusaha taat kepada setan dan nafsunya. Ketaatan itu menyebabkan dirinya binasa masuk ke dalam neraka.

 

Faedah:

 

Satu, manusia, menurut QS. Al-Ashr dalam keadaan rugi kecuali yang beriman beramal sholeh nasehat-menasihati dalam kebenaran dan nasihat-nasihati dalam kesabaran.

 

Dua, orang-orang yang merugi menurut Al-Qur’an: orang-orang yang menjadikan setan sebagai walinya, orang yang tidak istiqomah dalam beragama, para pelaku kezaliman dan seterusnya.

 

Tiga, orang-orang yang beruntung menurut Al-Qur’an: orang-orang yang beriman, orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, orang-orang yang bertakwa dan seterusnya.

 

Empat, manusia ada yang memerdekakan dirinya, maksudnya manusia berusaha taat kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Dan ada yang menghancurkan dirinya dengan taat kepada setan dan nafsunya. Wallahu a’lam.

 

Diambil dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat!

 

(Khadim Korp Da’i An Nashihah dan Pelajar Ma’had Aly Zawiyah Jakarta)

 

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *