Ketaatan Kecil yang Menghantarkan Kepada Allah SWT

Oleh : Ahmad Riviq
الحمد لله رب العالمين و الصلاۃ و السلام علی سيدنا محمد و علی أله و صحبه أجمعين
Sahabat yang dirahmati Alloh S.W.T.
Pada kesempatan kali ini kita masih melanjutkan kajian rutin kita pada kitab Nasho’ihul ‘Ibad beberapa pekan yang lalu.
Sahabat yang dirahmati Alloh S.W.T.
Ada sebuah hikayat yang menarik dan sangat bisa dijadikan pelajaran dari Imam Abu Bakar Dulf bin Jahdar atau masyhur dengan sebutan Imam Syibli r.a.
Pada suatu hari ada seseorang yang memimpikannya setelah kewafatannya,
Di dalam mimpinya itu Imam Syibli r.a ditanya oleh Alloh S.W.T. “Wahai Aba Bakar(Imam Syibli), Apakah kamu mengetahui sebab apa, Aku mengampunimu ?”
Imam Syibli berkata : “Sebab bagusnya amalku”
Alloh S.W.T. berfirman : “Bukan”
Imam Syibli berkata : ” Sebab ikhlasnya penghambaanku”
Alloh S.W.T. berfirman : “Bukan”
Imam Syibli berkata : ” Sebab hajiku, puasaku dan sholatku”
Alloh S.W.T. berfirman : “Bukan”
Imam Syibli berkata : ” Sebab datangnya aku kepada orang orang sholih”
Alloh S.W.T. berfirman : “Bukan”
Imam Syibli berkata : ” Sebab menuntut ilmu”
Alloh S.W.T. berfirman : “Bukan”
Imam Syibli berkata : “Lantas dengan sebab apa Engkau mengampuniku wahai Tuhanku ?”
Alloh S.W.T. berfirman : “Tidakah kamu ingat suatu hari kamu pernah berjalan di kota Baghdad lantas kamu menemukan seekor kucing kecil yang sedang mengigil kedinginan, lalu kamu mengambilnya karena rasa kasih sayangmu kepada kucing itu, lalu kamu memasukannya ke dalam jubahmu untuk menjaga kucing itu !”
Imam Syibli berkata : “Ya”
Alloh S.W.T. berfirman : “Sebab kasih sayangmu kepada kucing itu, maka Aku menyayangimu (mengampunimu).”
Baca juga Iman dan Ilmu
Pada kutipan hikayat di atas dapat kita fahami, bahwasannya sangat luasnya rahmat Alloh S.W.T kepada para hamba-Nya, bahkan melalui perantara ketaatan yang kecil sekalipun dapat menghantarkan seorang hamba kepda ampunan-Nya.
Karena sebuah ketaatan yang kecil di mata manusia belum tentu kecil di pandangan Alloh S.W.T. begitupun sebaliknya, ketaatan yang besar di mata manusia belum tentu besar di pandangan Allah S.W.T.
و الله أعلم بالصواب
Sumber : Kitab Nasho’ihul Ibad

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *