Oleh: Hayat Abdul Latief

 

Orang liberal berkata semua agama itu sama, menuju Tuhan yang sama, hanya tata cara yang berbeda. Kalimat ini kedengarannya sangat indah bagaikan madu yang dibalut kain sutra, namun bagi orang-orang yang berakal kalimat di atas adalah racun yang mematikan, yang tanpa disadari dapat merusak akidah seorang muslim.

 

*Agama Yang Benar Menurut Allah subhanahu wata’ala*

 

Di antara banyak agama yang diakui oleh dunia, lantas agama apakah yang diakui oleh Allah subhanahu wata’ala. Firman-Nya:

 

إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلۡإِسۡلَٰمُۗ

 

“Sesungguhnya agama yang haq disisi Allah hanyalah Islam.” (QS. Ali Imran: 19)

 

Dan Firman-Nya:

 

وَمَن يَبۡتَغِ غَيۡرَ ٱلۡإِسۡلَٰمِ دِينٗا فَلَن يُقۡبَلَ مِنۡهُ وَهُوَ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ ٨٥

 

“Barang siapa mengharapkan selain Islam, tidak akan diterima darinya, di akhirat nanti dia termasuk orang-orang merugi.” (QS. Ali Imran: 85)

 

*Agama Yang Benar Menurut Rasulullah*

 

Kalau benar apa yang dikatakan oleh pemikir liberal bahwa semua agama sama, tentu Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam tidak berdakwah kepada umat lain. Sabdanya:

 

وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَا يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَهُودِيٌّ وَلَا نَصْرَانِيٌّ ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ إِلَّا كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ

 

“Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

 

*Setiap Agama Memiliki Juru Dakwah/Misi*

 

Kenapa kita harus mempertahankan prinsip bahwa Islam adalah agama yang benar. Karena memang demikianlah seharusnya. Demikian pula yang dilakukan oleh penganut agama lain. Kita lihat faktanya semua pendakwah/misionaris agama-agama mengajak umat lain untuk memasuki agamanya dan memproteksi umatnya agar tidak keluar dari agamanya. Tentu dengan mengklaim dan mendoktrin hanya agamanya lah yang benar, yang lain salah.

 

*Dakwah Dalam Islam*

 

Dakwah merupakan amalan para nabi dan rasul mengajak umat manusia agar tunduk dan patuh terhadap kehendak dan perintah Allah. Menjadi da’i merupakan pekerjaan yang paling mulia. Firman-Nya:

 

وَمَنْ اَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّنْ دَعَآ اِلَى اللّٰهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَّقَالَ اِنَّنِيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

 

“Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan dan berkata, “Sungguh, aku termasuk orang-orang muslim (yang berserah diri)?” (QS. Fussilat: 33)

 

*Metode Dakwah dalam Islam*

 

Meskipun kita yakin agama yang benar disisi Allah adalah Islam, dan agama lain merupakan penyimpangan terhadap ajaran nabi nabi terdahulu, namun tidak serta merta kita mendakwahkanya dengan arogansi, intimidasi dan dengan paksaan. Inilah di antara keindahan metode dakwah dalam Islam. Allah subhanahu wata’ala berfirman:

 

ٱدْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلْحِكْمَةِ وَٱلْمَوْعِظَةِ ٱلْحَسَنَةِ ۖ وَجَٰدِلْهُم بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ

 

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. An-Nahl: 125)

 

Dan Firman-Nya:

 

لَآ اِكْرَاهَ فِى الدِّيْنِۗ قَدْ تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَّكْفُرْ بِالطَّاغُوْتِ وَيُؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقٰى لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗوَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

 

“Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barang siapa ingkar kepada Tagut dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 256)

 

*Toleransi Beragama, Tidak Mencampuradukkan Ajaran Agama-Agama*

 

Islam menjunjung tinggi toleransi dalam beragama. Bahkan dalam perang pun ada adabnya. Di antaranya dilarang merusak tempat ibadah agama lain dan dilarang membunuh rahib dan pendeta yang tidak ikut perang. Namun demikian toleransi beragama dalam Islam tidak boleh kebablasan sehingga mencampuradukkan ajaran agama-agama. QS. Al-Kafirun di bawah ini cukup menjadi pedoman bagi kita.

 

قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙ لَآ اَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَۙ وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۚ وَلَآ اَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُّمْۙ وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۗ لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ

 

“Katakanlah (Muhammad), “Wahai orang-orang kafir! Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.” (QS. Al-Kafirun: 1-6)

 

Ada batas yang jelas antara ajaran Islam dengan ajaran yang lain sebagai Muslim kita tidak boleh mencampuradukkan aqidah dan ibadah islamiyah dengan aqidah dan ibadah agama lain.

 

Alhasil, para pemikir liberal laksana seorang penggoda tidak ada satupun dari mereka yang pada akhirnya pindah agama. Mereka menawarkan komoditi pemikiran liberalnya agar mendapatkan kucuran dana dan kepentingan dunia lainya.

 

*Kesimpulan:*

 

*Satu* menurut Allah dan Rasul-Nya, agama-Agama itu tidak sama dan hanya Islam, agama yang di sisi-Nya.

 

*Dua,* di antara metode dakwah dalam Al-Qur’an yaitu dengan hikmah, nasehat yang baik, berdebat dengan cara yang baik dan tidak ada paksaan dalam memeluk agama Islam.

 

*Tiga,* Islam mengajarkan umatnya toleransi beragama, namun melarang mencampuradukkan ajaran agama.

 

*Empat,* para pemikir liberal hanyalah seperti penggoda namun dirinya tidak mau berganti agama, mungkin karena ada kucuran dana dan kepentingan dunia lainya. Wallahu a’lam.

 

Diambil dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat.

 

*(Khadim Korp Da’i An-Nashihah dan Pelajar Ma’had Aly Zawiyah Jakarta)*

 

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *