Oleh: Hayat Abdul Latief
Ketika saya mempresentasikan syair Burdah karya Al Busyiri di bawah ini,
محمد سيد الكونين والثقلين # والفريقين من عرب و من عجم
“Nabi Muhammad adalah pemimpin dua alam, dua makhluk (jin dan manusia), juga pemimpin 2 kelompok manusia – Arab dan Non-Arab.”
ada warganet yang memprotes, apakah benar demikian? Jawaban terbaik adalah apabila kita mengacu kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.
Dari Al-Qur’an cukuplah ayat ini sebagai jawabannya,
وَمَآ أَرْسَلْنَٰكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَٰلَمِينَ
“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al-Anbiya: 107)
Berkaitan dengan ayat ini, Mari kita perhatikan interpretasi Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili: “Dan Kami tidak mengutusmu dengan membawa syariat dan hukum, wahai Nabi kecuali sebagai rahmat dan petunjuk bagi manusia dan jin, karena kamu diutus untuk membahagiakan dan memperbaiki kehidupan dunia dan akhirat.” (Tafsir Al-Wajiz)
Tentang dakwah Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam tidak hanya berdakwah di kalangan manusia, juga kepada kalangan jin. Mari kita perhatikan ayat berikut!
وَإِذْ صَرَفْنَآ إِلَيْكَ نَفَرًا مِّنَ ٱلْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ ٱلْقُرْءَانَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوٓا۟ أَنصِتُوا۟ ۖ فَلَمَّا قُضِىَ وَلَّوْا۟ إِلَىٰ قَوْمِهِم مُّنذِرِينَ
“Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Quran, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan(nya) lalu mereka berkata: “Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)”. Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan.”(QS. Al-Ahqaf: 29)
Adapun sumber dari Sunnah yang menunjukkan bahwa Nabi Muhammad adalah pemimpin dunia akhirat, beliau shalallahu’alaihi wasallam bersabda,
أَنَا سَيِّدُ وَلَدِ آَدَمَ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ وَلاَ فَخْرَ، وَبِيَدِيْ لِوَاءُ اْلحَمْدِ وَلاَ فَخْرَ، وَ مَا مِنْ نَبِيٍّ يَوْمَئِذٍ آَدَمُ فَمَنْ سِوَاهُ إِلاَّ تَحْتَ لِوَاءِيْ وَ أَنَا أَوَّلُ مَنْ تَنْشَقُّ عَنْهُ الأَرْضُ وَلاَ فَخْرَ.
“Saya adalah pemimpin anak adam pada hari kiamat dan bukannya sombong, dan di tanganku bendera Al-Hamd dan bukannya sombong, dan tidak ada seorang Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun, tidak pula Adam juga yang lainnya ketika itu kecuali semua di bawah benderaku, dan aku orang pertama yang keluar dari tanah/kubur dan bukannya sombong.” (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad dari Abi Said Al Khudri radhiallahu’anhu. Imam At-Tirmidziy menilai hadits ini: hasan shahih)
Apakah kita masih ragu dengan kutipan ayat Al-Qur’an dan hadis di atas? Jelaslah sudah, bahwa syair Al Busyiri memiliki sumber pengambilan yang kuat, yakni dari ayat Al-Qur’an dan sunnah bahwa Baginda Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam adalah pemimpin dunia-akhirat, jin-manusia, kalangan Arab dan non Arab. Wallahu a’lam.
Diambil dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat!
(Khadim Korp Da’i An Nashihah dan Pelajar Ma’had Aly Zawiyah Jakarta)

