Oleh: Hayat Abdul Latief
Di bulan Ramadan, aktivitas ibadah kaum muslimin begitu intens dan tentunya mereka sangat dekat dengan masjid yang menjadi tempat berpijak dalam taqarrub kepada Allah SWT. Bukankah masjid selain tempat dzikir, ibadah, juga sebagai tempat menimba ilmu, kerja sosial dan pelayanan masyarakat?
Di masjid mereka shalat berjamaah baik 5 waktu ataupun shalat berjamaah tarawih. Lalu tadarus, itikaf dan kegiatan menerima dan membagikan zakat kepada para mustahik. Beberapa masjid yang selama ini sepi, mendadak menjadi ramai ketika bulan Ramadan. Seharusnya masjid harus selalu makmur dan ramai sepanjang waktu.
Perintah puasa ditujukan kepada orang beriman demikian juga perintah untuk memakmurkan masjid. Bukankah Allah subhanahu wa ta’ala berfirman;
إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَٰجِدَ ٱللَّهِ مَنْ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّكَوٰةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا ٱللَّهَ ۖ فَعَسَىٰٓ أُو۟لَٰٓئِكَ أَن يَكُونُوا۟ مِنَ ٱلْمُهْتَدِينَ
“Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.”(QS. At-Taubah: 18)
Ayat Al-Qur’an di atas diperkuat oleh Sabda Rasulullah SAW;
إذا رأيتم الرجل يتعاهد المسجد فاشهدوا له بالإيمان فإن الله تعالى يقول ( إنما يعمر مساجد الله من آمن بالله واليوم الآخر وأقام الصلاة وآتى الزكاة ) الآية
“Apabila kamu sekalian melihat seseorang yang biasa ke masjid maka saksikanlah bahwa ia benar-benar beriman. Allah ‘azza wajalla berfirman : “Innamaa ya’muru masaajidallaahi man aamana billaahi wal yaumil aakhir wa aqaamash shalah wa aataz zakaah” sampai akhir ayat.” (HR. At Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad dari Abu Sa’id Al Khudri R.A)
Masjid disebut sebagai baitullah atau rumah Allah. Dalam arti sebuah bangunan yang diperuntukkan untuk ibadah kepada Allah khususnya shalat berjamaah dan umumnya kegiatan yang bermanfaat bagi umat Islam baik berupa ta’lim dan pelayanan sosial.
Masjid juga disebut sebagai Baitul mukminin, yakni rumahnya orang-orang beriman. Selain merasa tentram di rumahnya sendiri membangun keluarga sakinah mawadah warohmah orang orang beriman menjadikan masjid sebagai tempat yang nyaman dan tentram. Dikatakan masjid bagi orang beriman laksana air bagi ikan – ikan akan mati bila jauh dari air demikian juga keimanan akan redup kalau umat Islam jauh dari masjid. Berbeda dengan orang munafik menganggap masjid sebagai tempat yang tidak layak untuk menyandarkan dan menambatkan hatinya kepada Allah SWT. Wallahu a’lam.
Diambil dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat!
(Khadim Korp Da’i An Nashihah dan Pelajar Ma’had Aly Zawiyah Jakarta)

