PUASA TIDAK OTOMATIS MENYELAMATKANMU

PUASA TIDAK OTOMATIS MENYELAMATKANMU
oleh: Ustzh. Badrah Uyuni, MA.
Kita menahan lapar.
Kita menahan haus.
Kita bangun sahur.
Kita tarawih.
Tapi ada satu pertanyaan yang jarang kita tanyakan:
Apakah kita juga menahan kelalaian terhadap yang wajib?
Apa gunanya tarawih panjang
jika Subuh sering tertinggal?
Apa gunanya sedekah besar
jika nafkah keluarga terabaikan?
Apa gunanya khatam Al-Qur’an
jika shalat lima waktu masih bolong?
Puasa bukan sekadar menahan makan.
Puasa adalah latihan mendahulukan Allah di atas segalanya.
Jika kita bisa menahan minum karena Allah,
mengapa tidak bisa menjaga shalat karena Allah?
Jika kita mampu menahan lapar 14 jam,
mengapa sulit menahan ego 14 menit?
Ramadhan bukan musim suasana.
Ramadhan adalah ujian prioritas.
Yang wajib adalah pondasi.
Yang sunnah adalah hiasan.
Jangan sibuk menghias atap
sementara pondasi retak.
Puasa yang diterima bukan yang paling melelahkan,
tetapi yang paling mengubah.
Jika setelah Ramadhan shalatmu lebih tepat waktu,
hatimu lebih lembut,
lisanmu lebih terjaga,
nafkahmu lebih bertanggung jawab —
Maka puasamu hidup.
Jika tidak…
yang berubah hanya jadwal makan.
Semoga Ramadhan ini bukan sekadar lapar,
tetapi lahirnya jiwa yang benar-benar tunduk.
🌙✨
#zawiyahjakarta
#jejakjiwa
#ramadhankareem
