30 HARI BERSAMA RASULULLAH ﷺ: Hari 05 — Rasulullah ﷺ Tidak Melupakan Orang yang Pernah Menemaninya

30 HARI BERSAMA RASULULLAH ﷺ: Hari 05 — Rasulullah ﷺ Tidak Melupakan Orang yang Pernah Menemaninya

🌿 *30 HARI BERSAMA RASULULLAH ﷺ*

*Hari 05 — Rasulullah ﷺ Tidak Melupakan Orang yang Pernah Menemaninya*

*Ada orang yang sudah tidak lagi bersama kita, tetapi kebaikannya tetap tinggal di dalam hati.*

Khadijah رضي الله عنها telah wafat.

Hari-hari terus berjalan.

Rasulullah ﷺ kemudian berhijrah ke Madinah. Kehidupan berubah. Orang-orang baru hadir. Perjuangan dakwah memasuki babak yang berbeda.

Tetapi ada satu nama yang tidak hilang dari ingatan beliau:

Khadijah.

‘Āisyah رضي الله عنها pernah berkata:

«مَا غِرْتُ عَلَى أَحَدٍ مِنْ نِسَاءِ النَّبِيِّ ﷺ مَا غِرْتُ عَلَى خَدِيجَةَ

“Aku tidak pernah merasa cemburu kepada seorang pun dari istri-istri Nabi ﷺ sebagaimana kecemburuanku kepada Khadijah.”
(HR. al-Bukhārī dan Muslim)»

Padahal ‘Āisyah tidak pernah bertemu dengan Khadijah.

Lalu mengapa?

Karena Rasulullah ﷺ sering menyebutnya.

Bahkan ketika menyembelih kambing, beliau terkadang membagikan sebagian dagingnya kepada sahabat-sahabat Khadijah.

Khadijah telah tiada.

Tetapi Rasulullah ﷺ masih berbuat baik kepada orang-orang yang pernah dicintai Khadijah.

Betapa dalam makna sebuah kesetiaan.

🌱 *Cinta tidak selalu selesai ketika seseorang pergi*

Kita sering mengenal cinta dari kebersamaan.

Duduk bersama.

Berbicara bersama.

Menjalani hari bersama.

Tetapi Rasulullah ﷺ memperlihatkan bentuk cinta yang lain:

*mengingat kebaikan seseorang bahkan ketika ia sudah tidak lagi berada di samping kita.*

Dalam riwayat lain, ketika ‘Āisyah رضي الله عنها pernah menunjukkan kecemburuannya terhadap Khadijah, Rasulullah ﷺ mengingatkan betapa besar tempat Khadijah dalam kehidupannya.

Beliau mengenang bahwa Khadijah beriman ketika orang lain mengingkarinya, membenarkannya ketika orang lain mendustakannya, dan mendukungnya dengan hartanya ketika orang lain menahannya.

Artinya, *Rasulullah ﷺ tidak melupakan siapa yang pernah berdiri di sisinya ketika keadaan masih sulit.*

Ini sangat manusiawi.

Dan sangat indah.

Sebab sering kali ketika kehidupan kita sudah berubah, kita mudah lupa kepada orang-orang yang menemani ketika kita belum menjadi apa-apa.

Kita mengingat orang yang hadir di hari kemenangan,

tetapi lupa kepada orang yang menemani ketika kita menangis.

Kita mengingat orang yang datang ketika meja sudah penuh,

tetapi lupa kepada orang yang pernah duduk bersama kita ketika meja itu masih kosong.

🌿 *Jejak Jiwa*

Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa salah satu akhlak mulia adalah *wafā’ — kesetiaan*.

Jangan mudah melupakan kebaikan manusia.

Mungkin ada guru yang dahulu mengajari kita ketika kita belum memahami apa-apa.

Ada orang tua yang diam-diam mengorbankan banyak hal agar kita dapat sampai pada kehidupan hari ini.

Ada pasangan yang menemani sejak keadaan belum mapan.

Ada sahabat yang datang ketika nama kita belum dikenal siapa-siapa.

Ada orang yang pernah membuka sebuah pintu ketika semua pintu terasa tertutup.

Waktu boleh berlalu.

Keadaan boleh berubah.

Kedudukan boleh meningkat.

Tetapi *jangan sampai bertambahnya nikmat membuat ingatan kita terhadap kebaikan manusia semakin pendek.*

Tidak semua orang yang pernah berbuat baik kepada kita masih dapat kita temui.

Sebagian mungkin sudah jauh.

Sebagian mungkin hubungan kita dengannya telah berubah.

Sebagian bahkan mungkin sudah kembali kepada Allah.

Tetapi kita masih dapat menjaga kebaikannya dengan cara lain.

Mendoakannya.

Menyebut kebaikannya.

Menyambung hubungan dengan keluarganya.

Membalas kebaikannya kepada orang-orang yang ia cintai.

Dan yang paling sederhana:

*jangan menghapus jasanya hanya karena suatu hari kita menemukan kekurangannya.*

Manusia tidak harus sempurna agar kebaikannya layak dikenang.

🌱 *Renungan hari ini*

Coba diam sebentar.

Ingatlah perjalanan hidup kita.

*Siapa orang yang pernah hadir ketika hidup kita sedang sulit?*

Siapa yang pernah mempercayai kita ketika orang lain meragukan?

Siapa yang pernah membantu tanpa banyak diketahui orang?

Siapa yang pernah mendoakan kita hingga mungkin kita dapat berdiri di tempat kita sekarang?

Jika ia masih hidup,

hubungi dia.

Ucapkan terima kasih.

Jika ia telah tiada,

doakan dia.

Dan jika kita tidak mampu membalas kebaikannya,

*jangan pernah berhenti mengenangnya dengan baik.*

Sebab Rasulullah ﷺ mengajarkan:

*cinta yang matang tidak hanya pandai menikmati kehadiran.*
*Ia juga pandai menjaga ingatan.*

Khadijah رضي الله عنها telah lama meninggalkan dunia.

Tetapi kebaikannya tidak pernah benar-benar meninggalkan hati Rasulullah ﷺ.

Barangkali hari ini kita perlu belajar satu hal sederhana dari beliau:

*Jangan menjadi manusia yang mudah lupa kepada orang yang pernah berbuat baik kepada kita.*

Karena sebagian orang mungkin hanya hadir pada satu bagian perjalanan,

*tetapi kebaikannya ikut mengantarkan kita sampai sejauh ini.*

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ﷺ

#JejakJiwa #30HariBersamaRasulullah #MaulidNabi #mahadaly #zawiyahjakarta

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *