Oleh Hayat Abdul Latief
Tulisan ini sejujurnya merupakan respon terhadap opini dan statement orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang mengatakan, “Konflik Israel dan Palestina bukan urusan kita.”
Kita memiliki keterikatan iman dan emosi yang sama dengan negeri Palestina. Dibawah ini hal-hal yang perlu kita pahami berkaitan dengan Al Aqsa dan Palestina:
*Kiblat Pertama Kaum Muslimin*
Seperti yang kita ketahui, sebelum Ka’bah umat muslim melaksanakan ibadah salat ke arah Baitul Maqdis atau Masjid Al-Aqsa selama 16 atau 17 bulan. Namun Rasulullah SAW sendiri lebih menyukai kiblat ke arah Ka’bah dan karena itu Rasulullah SAW sering berdoa. Allah SWT berfirman:
قَدْ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى السَّمَآءِ ۚ فَلَـنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضٰٮهَا ۖ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَـرَا مِ ۗ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهٗ ۗ وَاِ نَّ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ لَيَـعْلَمُوْنَ اَنَّهُ الْحَـقُّ مِنْ رَّبِّهِمْ ۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَا فِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ
“Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Kitab tahu, bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.” (QS. Al-Baqarah 2: 144)
Disebutkan dalam shahihain, dari hadis al-Barra` RA. (137), “Sesungguhnya Rasulullah saw shalat menghadap ke Baitul Maqdis selama 16 bulan atau 17 bulan. Beliau merasa heran kalau kiblatnya adalah Baitul Maqdis, sebelum Ka’bah. Shalat pertama menghadap Ka’bah adalah shalat ashar. Beliau shalat bersama orang-orang.
Lalu, salah seorang jamaah keluar dari masjid dan menuju para penghuni masjid lainnya yang ternyata sedang ruku`. Dia berkata, Aku bersaksi dengan nama Allah, Aku benar-benar telah mendirikan shalat bersama Nabi saw sambil menghadap ke Makkah. Maka orang-orang pun berputar menghadap ke Baitullah”. Menurut Nasa’i, shalat itu ialah shalat zuhur di masjid Bani Salamah.
*Negeri Transit Isra’ Rasulullah sebelum Mi’raj*
Keberadaan Masjid Al-Aqsa semakin penting bagi umat islam karena tempat ini menjadi saksi peristiwa Isra Mi’raj. Di malam Isra Mi’raj, Rasulullah SAW menaiki buraq dari Masjidil Haram dan singgah di Masjid Al-Aqsa untuk melaksanakan shalat dua rakaat sebelum melanjutkan perjalanan naik ke langit untuk menerima perintah menjalankan ibadah shalat lima waktu. Allah SWT berfirman:
سُبْحٰنَ الَّذِيْۤ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَـرَا مِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَا ۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
“Maha Suci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.” (QS. Al-Isra’ 17: 1)
*Negara Pertama Mengakui Kemerdekaan Indonesia*
Palestina, seperti dikutip dari buku berjudul Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri, mengakui kemerdekaan Indonesia di saat negara-negara lain belum memutuskan sikap. Pengakuan ini dilontarkan saat Indonesia masih dijajah tentara Jepang. Pada September 1944, Mufti Besar Palestina, Syekh Muhammad Amin Al-Husaini mengakui dan mendukung kemerdekaan Indonesia sebelum negara Arab yang lain.
Palestina diketahui menjadi negara pertama yang mengakui kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bahkan sebelum resmi merdeka. Sebagaimana diketahui, Indonesia memproklamasikan kemerdekaan secara de facto pada 17 Agustus 1945. Guna menjadi negara yang berdiri utuh (de jure) tentunya membutuhkan pengakuan dari negara lain.
Dengan demikian bangsa Indonesia berhutang Budi terhadap bangsa Palestina yang dulu mati-matian mengakui kemerdekaan negara kesatuan republik Indonesia. Dengan suara yang sama kita juga harus mati-matian mendukung dengan segala upaya untuk kemerdekaan negeri Palestina dari cengkraman Zionis-Yahudi.
*Palestina Di Masa Khalifah Umar bin Khattab Ra*
Pada 636 M, Ekspansi Islam ke wilayah Palestina terjadi pada saat kekhalifahan Umar bin Khattab r.a. Perebutan wilayah Palestina ditandai dengan perang Ajnadid yang serupa dengan perang Yarmuk yang memakan banyak korban dari tentara muslim dan Romawi dan dalam jangka waktu yang lama, namun pasukan muslim di bawah panglima perang Abu Ubaidah dan Khalid bin Walid memenangkan peperangan tersebut dan pasukan Romawi menarik diri ke kota Yerusalem.
*Palestina Di Masa Shalahuddin Al Ayyubi*
Shalahuddin memasuki Jerusalem pada hari Jumat 27 Rajab 583 H / 2 Oktober 1187, kota tersebut kembali ke pangkuan umat Islam setelah selama 88 tahun dikuasai oleh orang-orang Nasrani. Kemudian ia mengeluarkan salib-salib yang terdapat di Masjid al-Aqsha, membersihkannya dari segala najis dan kotoran, dan mengembalikan kehormatan masjid tersebut.
*Bagian Dari Negeri Syam, Negeri Akhir Zaman*
Syam yang meliputi Syria (Suriah), Palestina, Yordania dan Lebanon memiliki banyak keutamaan. Begitu pentingnya negeri Syam bagi kaum Muslimin pada masa lalu hingga masa yang akan datang. Bahkan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa salam tak hanya sekali menyebut negeri Syam sebagai negeri akhir zaman.
Diambil dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat.
*(Penulis adalah Khadim Korp Da’i An-Nashihah dan Mahasiswa S2 Zawiyah Jakarta)*

