Oleh: Hayat Abdul Latief

 

Perihal kepribadian Rasulullah sungguh sangat agung dan catatan perjalanan hidupnya sungguh memukau. Beliau diutus untuk manusia secara keseluruhan. Dakwahnya mencakup Yahudi, Nasrani dan seluruh umat di muka bumi. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

 

وَمَآ أَرْسَلْنَٰكَ إِلَّا كَآفَّةً لِّلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

 

“Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.”(QS. Saba: 28)

 

Tafsir QS. Saba: 28: “Dan Kami tidak mengutusmu wahai nabi melainkan untuk seluruh manusia, banga Arab dan bangsa Asing sebagai pemberi kabar gembira tentang surga kepada orang yang menaatimu dan pemberi peringatan tentang orang neraka kepada orang yang berbuat maksiat kepadamu. Namun kebanyakan manusia tidak mengetahui hal itu. Apa yang di sisi Allah adalah kemanfaatan dan apa yang ada dimiliki para rasul adalah kebaikan” (Tafsir Al-Wajiz – Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah).

 

Kehadirannya merupakan rahmat bagi seluruh alam. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

 

وَمَآ أَرْسَلْنَٰكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَٰلَمِينَ

 

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”(QS. Al-Anbiya: 107 )

 

Tafsir QS. Al-Anbiya: 107: “Tujuan Allah mengutus nabi Muhammad membawa agama islam bukan untuk membinasakan orang-orang kafir, melainkan untuk menciptakan perdamaian. Dan kami tidak mengutus engkau Muhammad melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam. Perlindungan, kedamaian, dan kasih sayang yang lahir dari ajaran dan pengamalan islam yang baik dan benar. Pada ayat sebelumnya diterangkan bahwa Allah mengutus nabi Muhammad membawa agama islam agar menjadi rahmat bagi manusia dan lingkungan hidup. Pada ayat ini Allah meminta nabi Muhammad menjelaskan ajaran dasar agama islam. Katakanlah wahai Muhammad, ‘sungguh, apa yang diwahyukan kepadaku yang menjadi ajaran pokok agama yang dibawa para nabi, ialah bahwa tuhanmu Allah adalah tuhan yang esa, yang melahirkan prinsip tauhid, tidak ada tuhan selain Allah dan tidak ada ibadah kecuali kepada-Nya; maka apakah kamu telah berserah diri kepada-Nya dengan beriman, beribadah dan mematuhi ajaran-Nya” (Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI).

 

Mereka-mereka, yang telah sampai dakwah Rasulullah kepadanya, harus membenarkan risalahnya dan mengikuti ajaran yang dibawa olehnya, karena beliau adalah penutup para nabi dan rasul. Tidak ada lagi nabi dan rasul sesudahnya.

 

Rasulullah menceritakan perihal dirinya pada hari kiamat:

 

أنا أوَّلُ النَّاسِ يَشْفَعُ في الجَنَّةِ وأنا أكْثَرُ الأنْبِياءِ تَبَعًا

 

“Saya adalah manusia pertama yang memberi syafaat di surga dan saya adalah nabi yang paling banyak pengikutnya.” (HR. Muslim dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu no. 196)

 

Di dalam hadits ini, mengapa Rasulullah manusia pertama yang memberikan syafaat di surga? Alasannya karena beliaulah orang yang pertama kali memasukinya sesuai dengan Hadits yang Shahih. Kemudian beliau diizinkan memberikan syafaat kepada mu’min ahli maksiat – memasukkan mereka ke dalam surga atau memberi syafaat kepada penduduk surga agar ditinggikan derajatnya. Termaktub dalam hadis riwayat Imam Ahmad:

 

وأنَا أوَّلُ مَن يَدخُلُ الجَنَّةَ يَومَ القِيامَةِ، ولا فَخْرَ، وإنِّي آتِي بابَ الجَنَّةِ، فآخذُ بحَلْقَتِها، فيَقُولُون: مَن هَذَا؟ فأَقولُ: أنَا مُحمَّدٌ، فيَفتَحُون لِي، فأَدخُلُ، فإِذَا الجَبَّارُ مُستَقبِلِي، فأَسجُدُ له، فيَقولُ: ارْفَعْ رأْسَكَ يا مُحمَّدُ، وتَكلَّمْ يُسْمَعْ مِنكَ، وقُلْ يُقبَلْ منكَ، واشْفَعْ تُشَفَّعْ، فأَرفَعُ رَأسي، فأَقولُ: أُمَّتِي أُمَّتِي يا رَبِّ، فيَقولُ: اذْهَبْ إلى أُمَّتِكَ، فمَن وَجَدْتَ في قَلبِه مِثقالُ حَبَّةٍ من شَعيرٍ منَ الإيمانِ فأَدْخِلْهُ الجَنَّةَ، فأَقبَلُ فمَن وَجَدتُ في قَلبِه ذلك فأُدخِلُه الجَنَّةَ».

 

Saya adalah orang pertama yang masuk surga pada hari kiamat, dan tidak ada sombong (dalam diri saya), dan saya mendatangi pintu surga dan memegang gagang pintunya, dan mereka (penjaga surga) berkata: Siapa ini? Aku berkata: Saya Muhammad. Mereka membukakan pintu untuk saya, dan masuk, dan saya akan masuk. Tiba-tiba Allah Yang Maha Perkasa ada depan saya, saya bersujud kepada-Nya. Dia berfirman: Angkat kepalamu, wahai Muhammad! Bicaralah pasti pembicaraanmu didengar, katakanlah pasti perkataanmu diterima, memintalah syafaat pasti engkau diberi hak untuk memberi syafaat. Dan saya mengangkat kepala, saya katakan: Umatku, umatku ya Rabb! Pergilah mencari umatmu, siapa yang engkau temukan di dalam hatinya seberat sebutir gandum iman, maka masukkan dia ke dalam surga, maka saya menerima, dan siapa pun yang saya temukan di dalam hatinya seukuran itu, lalu saya masukkan dia ke dalam surga.”

 

Rasulullah juga merupakan nabi yang paling banyak pengikutnya pada hari kiamat, mereka beriman kepadanya dan kepada risalahnya. Ini merupakan suatu isyarat yang menunjukkan keutamaan beliau dan bukti bahwasanya banyak pengikut dalam kebenaran (umatnya) menetapkan dengan pasti keutamaan yang diikuti (Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam).

 

Beberapa faedah dari tulisan yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah ini:

 

*Satu,* Rasulullah shalallahu alaihi wasallam memiliki kemuliaan di sisi Allah subhanahu wa ta’ala.

 

*Dua,* Rasulullah diutus untuk seluruh manusia dan menjadi rahmat bagi seluruh alam.

 

*Tiga,* Allah subhanahu wa ta’ala menuntut Yahudi, Nasrani dan umat lain di muka bumi yang hidup di era Rasulullah sampai hari kiamat yang tidak beriman dan tidak mengikutinya.

 

*Empat,* menetapkan dan mengimani bahwa Rasulullah merupakan pemilik syafa’at.

 

*Lima,* banyak pengikut dalam kebenaran (umatnya) menetapkan dengan pasti keutamaan yang diikuti (Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam).

 

Diambil dan diolah dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat dan menjadi amal!

 

*(Khadim Korp Da’i An Nashihah dan Pelajar Ma’had Aly Zawiyah Jakarta)*

 

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *