
Biografi Imam Al-Ghazali
Profil beliau :
Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad al-Ghazali al-Thusi al-Syafi’i atau yang biasa dikenal abu hamid karena seorang anaknya bernama hamid,beliau adalah seorang filsuf dan teolog muslim Persia, yang dikenal sebagai Algazel di dunia Barat abad Pertengahan
Lahir :
Tahun 450 H / 1058 M di Thus, Khurasan kampung ghazaleh (sekarang Iran)
Wafat beliau :
Imam al-Ghazali wafat pada hari Senin, 14 Jumadil Akhir 505 Hijriah (19 Desember 1111 M) di kampung halamannya, Taberan, Persia. Beliau wafat di usia 55 tahun. Wafatnya al-Ghazali ditandai dengan peristiwa beliau segera mengambil air untuk berwudhu dan kemudian menunaikan shalat subuh
Masa kecil beliau :
Masa kecil Imam Al-Ghazali dimulai dengan kehilangan ayahnya saat ia masih kecil. Ayahnya adalah seorang pemintal wol dan pedagang kain. Al-Ghazali kemudian dititipkan kepada seorang teman ayahnya yang seorang sufi, yang juga berperan dalam pendidikannya. Ia menunjukkan ketertarikan pada ilmu pengetahuan sejak kecil, termasuk ilmu agama.
Pendidikan beliau :
Imam Al-Ghazali memulai pendidikan dasarnya di kampung halamannya. Ia kemudian melanjutkan belajar ke Naysabur dan menjadi murid Imam al-Juwaini (Imam al-Haramain), salah satu ulama besar dalam mazhab Asy’ari,seorang tokoh ilmu kalam dan fiqh. Ia menguasai berbagai cabang ilmu pengetahuan, seperti fiqh, ilmu kalam, filsafat, logika, dan tasawuf.
—
Hujjatul Islam
Imam Al-Ghazali dikenal sebagai “Hujjatul Islam” karena peran besarnya dalam mengembangkan pemikiran Islam klasik dan modern.
—
Karya-Karya Penting
Ihya’ Ulum al-Din – Karya utamanya yang terkenal luas di dunia Islam.
Maqasid al-Falasifah – Menjelaskan tujuan-tujuan para filsuf.
Tahafut al-Falasifah – Mengkritik pemikiran para filsuf yang dianggap sesat.
