30 HARI BERSAMA RASULULLAH ﷺ: Hari 05 — Ketika Rasulullah ﷺ Pulang dalam Keadaan Gemetar

30 HARI BERSAMA RASULULLAH ﷺ: Hari 04 — Ketika Rasulullah ﷺ Pulang dalam Keadaan Gemetar

🌿 *30 HARI BERSAMA RASULULLAH ﷺ*

*Hari 04 — Ketika Rasulullah ﷺ Pulang dalam Keadaan Gemetar*

Ada malam ketika manusia paling mulia pulang dalam keadaan gemetar.

Di Gua Hira, tempat yang selama ini menjadi ruang sunyinya, Rasulullah ﷺ tiba-tiba didatangi Malaikat Jibril عليه السلام.

Jibril berkata:

«اقْرَأْ

“Bacalah.”»

Rasulullah ﷺ menjawab:

«مَا أَنَا بِقَارِئٍ

“Aku tidak dapat membaca.”»

Jibril kemudian memeluk beliau dengan kuat. Peristiwa itu berulang hingga kemudian disampaikan ayat:

«اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ ۝ خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ ۝ اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ

“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari ‘alaq. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia.”
(QS. al-‘Alaq [96]: 1–3)»

Kemudian Rasulullah ﷺ pulang.

‘Āisyah رضي الله عنها meriwayatkan:

«فَرَجَعَ بِهَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَرْجُفُ فُؤَادُهُ

“Rasulullah ﷺ pulang membawa wahyu itu dalam keadaan hatinya bergetar.”
(HR. al-Bukhārī)»

Sesampainya di rumah Khadijah رضي الله عنها, beliau berkata:

«زَمِّلُونِي زَمِّلُونِي

“Selimuti aku. Selimuti aku.”»

Lalu Khadijah menyelimuti beliau hingga rasa takut itu mereda.

Perhatikanlah.

Ini adalah Rasulullah ﷺ.

Manusia yang kelak berdiri menghadapi Quraisy.

Manusia yang kelak berhijrah meninggalkan tanah kelahirannya.

Manusia yang kelak menghadapi peperangan, kehilangan sahabat-sahabat yang dicintainya, dan memikul risalah untuk seluruh umat manusia.

Tetapi ketika amanah besar itu pertama kali datang,

beliau pulang dalam keadaan gemetar.

🌱 Ternyata takut tidak selalu berarti lemah

Kita sering mengira orang kuat adalah orang yang tidak takut.

Padahal kehidupan Rasulullah ﷺ menunjukkan sesuatu yang lebih indah.

Seseorang dapat merasa takut dan tetap menjadi manusia yang sangat kuat.

Keberanian bukan tidak adanya rasa takut.

Keberanian adalah ketika rasa takut tidak membuat kita meninggalkan apa yang Allah amanahkan.

Dan ada satu hal lain yang sangat menyentuh.

Ketika Rasulullah ﷺ mengalami sesuatu yang mengguncang dirinya, beliau pulang.

Beliau datang kepada Khadijah.

Beliau tidak berpura-pura baik-baik saja.

Beliau tidak merasa harus selalu terlihat kuat.

Beliau mengatakan apa yang beliau rasakan.

Dan Khadijah رضي الله عنها tidak menertawakan ketakutan itu.

Tidak mengecilkannya.

Tidak mengatakan:

“Mengapa engkau takut?”

Khadijah justru menyelimuti beliau.

Kadang orang yang sedang terguncang tidak membutuhkan ceramah panjang.

Ia membutuhkan tempat yang membuatnya merasa aman.

Seseorang yang tidak buru-buru menghakimi.

Seseorang yang bersedia tinggal sebentar di sampingnya.

🌿 Jejak Jiwa

Ada hari ketika kita menerima tanggung jawab baru dan merasa takut.

Ada keputusan besar yang membuat dada berdebar.

Ada perubahan hidup yang kita tahu harus dijalani, tetapi kita belum tahu apa yang menunggu di depan.

Jangan terlalu cepat menyimpulkan:

“Kalau aku takut, berarti aku tidak mampu.”

Rasulullah ﷺ pernah gemetar ketika menerima awal dari amanah terbesar dalam sejarah manusia.

Maka rasa takut bukan selalu tanda bahwa kita harus mundur.

Kadang ia hanya tanda bahwa apa yang sedang kita hadapi memang besar.

Dan ketika hari terasa terlalu berat, carilah “Khadijah” dalam kehidupan kita:

orang yang aman untuk diajak pulang.

Tetapi jangan lupa—

jadilah pula Khadijah bagi seseorang.

Ketika ada yang datang kepada kita dengan hati bergetar, jangan buru-buru memberinya jawaban.

Mungkin yang pertama ia perlukan bukan nasihat.

Mungkin ia hanya membutuhkan “selimut”:

ketenangan,

penerimaan,

dan seseorang yang berkata melalui kehadirannya,

“Aku ada di sini.”

Renungan hari ini

Jika hari ini ada sesuatu yang membuat kita takut, jangan langsung berlari menjauhinya.

Tanyakan:

“Apakah ini tanda bahwa aku harus berhenti, atau justru sebuah amanah yang sedang meminta keberanianku untuk bertumbuh?”

Dan lihatlah orang-orang di sekitar kita.

Adakah seseorang yang sedang membutuhkan tempat aman untuk pulang?

Karena malam ketika wahyu pertama turun mengajarkan kita:

bahkan hati yang kelak menguatkan dunia pernah bergetar.

Dan ketika hati itu bergetar,

Allah menyediakan sebuah rumah, sebuah selimut, dan seorang Khadijah.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ﷺ

#JejakJiwa #30HariBersamaRasulullah #MaulidNabi #zawiyahjakarta #mahadaly

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *