Ada Lelah yang Tidak Sembuh dengan Tidur

*Ada Lelah yang Tidak Sembuh dengan Tidur*
_Ada lelah yang cukup disembuhkan dengan istirahat._
Tetapi ada pula lelah yang tetap tinggal meski tubuh sudah lama berbaring.
Bangun pagi terasa berat.
Hal-hal yang dahulu menyenangkan mulai kehilangan warna.
Ingin bercerita, tetapi tidak tahu harus mulai dari mana.
Lalu orang berkata:
“Kurang bersyukur.”
“Kurang tawakal.”
“Coba lebih banyak beribadah.”
Padahal tidak semua jiwa yang kehilangan daya sedang kehilangan iman.
Depresi bukan sekadar sedih.
Dan depresi tidak otomatis berarti seseorang jauh dari Allah.
Nabi Ya‘qub pernah membawa kesedihan yang begitu dalam ketika kehilangan Yusuf.
Namun dalam kesedihannya, beliau tetap mengenal kepada siapa harus mengadu:
إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ
“Sesungguhnya aku hanya mengadukan kesusahan dan kesedihanku kepada Allah.”
(QS. Yūsuf [12]: 86)
Maka jangan merasa menjadi hamba yang buruk hanya karena hari ini jiwamu sedang lelah.
Berdoalah.
Tetapi jangan takut mencari pertolongan.
Berzikirlah.
Tetapi izinkan seseorang yang terpercaya mendengarkan ceritamu.
Dan bila beban itu semakin berat, jangan malu menemui psikolog atau psikiater.
Mencari pertolongan bukan berarti kurang tawakal.
Kadang pertolongan Allah datang melalui doa yang kita panjatkan.
Kadang melalui seseorang yang mau mendengarkan.
Kadang melalui ilmu dan pengobatan.
Dan kadang Allah mempertemukan semuanya.
Jejak Jiwa Hari Ini
Jika hari ini ada seseorang yang terlihat lebih diam dari biasanya, jangan buru-buru menasihatinya.
Duduklah sebentar di dekatnya dan tanyakan:
“Kamu sedang baik-baik saja?”
Lalu dengarkan.
Barangkali kita tidak mampu menghilangkan seluruh lukanya.
Tetapi setidaknya, jangan biarkan ia merasa harus menanggung semuanya sendirian.
Sebab ada jiwa yang tidak membutuhkan banyak nasihat.
Ia hanya membutuhkan tempat yang aman untuk berkata:
“Aku sedang lelah.”
— Jejak Jiwa
#JejakJiwa #AdaLelahYangTakTerlihat #KesehatanJiwa #ZawiyahJakarta #MahadAly
