Oleh: Hayat Abdul Latief
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menyebutkan:
مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ وَيُمَجِّسَانِهِ
Artinya:” Seorang bayi tak dilahirkan (ke dunia ini) melainkan ia berada dalam kesucian (fitrah). Kemudian kedua orang tuanyalah yang akan membuatnya menjadi Yahudi, Nasrani, ataupun Majusi”. (H.R. Muslim).
*Cara Mendidik Anak Sejak Dalam Kandungan:*
*1. Memperbanyak doa.* Doa yang dibaca untuk memperoleh anak yang shaleh adalah doa Nabi Zakariya yaitu yang terdapat didalam Al-Qur’an surah Ali Imran ayat 38:
Artinya: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik (shaleh). Sesungguhnya Engkaulah Maha pendengar doa.” (QS. Ali-Imran: 38 ).
*2. Membacakan Al-Qur’an*. Biasakan ibu hamil untuk sering membaca Al-Qur’an agar diperdengarkan kepada anak didalam kandungannya. Begitu juga dengan sang ayah agar selalu membaca Al-Qur’an diperut ibunya untuk memperdengarkan ayat-ayat Al-Quran kepada anaknya didalam kandungan ibunya.
*3. Sentuhan kasih sayang dan berkomunikasi sejak dalam kandungan.* Lakukanlah komunikasi islami dengan anak anda didalam kandungan, karena pada usia 120 hari kandungan janin sudah dapat mendengar dan mengenali suara orang-orang terdekatnya seperti ibu dan ayahnya. Untuk itu maka ajaklah janin anda untuk berbicara dengan mengelus-elus perut.
*4. Menjaga perilaku orang tua.*
Bagi ibu hamil, menjaga perilaku sangat penting dan dibutuhkan ketika masa kehamilannya. Karena akhlak dan prilaku orangtua sangat berpengaruh terhadap akhlak anak-anaknya kelak, makanya orang tua harus menjaga sikap, ucapan dan perilaku.
*5. Ibu mengkonsumsi dari rizki yang halal.*
*6. Hindari stress saat kehamilan.* Tingkat stres yang tinggi dapat menurunkan potensi untuk memiliki bayi cerdas. Bukan itu saja, stres bisa menyebabkan resiko hipertansi, kelahiran prematur atau berat badan bayi yang rendah.
*7. Orang tua rukun dan berkasih sayang* Disarankan kedua orangtuanya senantiasa rukun, mesra, harmonis, ketika sang Ibu sedang mengandung. Jika suami istri sering gaduh (bertengkar), melakukan perbuatan maksiat, maka otak anak akan merekam setiap apa yang telah dilakukan kedua orangtuanya.
*8.Perbanyak amal shaleh.* Saat hamil, perbanyaklah amal kebaikan seperti sholat di awal waktu, bersedekah, dan mengerjakan amalan amalan sunnah lainnya. Cara ini adalah bentuk pendidikan agar anak juga kelak berperilaku taat dan terbiasa mengerjakan amal amal shaleh.
*9. Doa untuk anak-cucu:*
وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Furqan: 74)
حَتَّىٰٓ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُۥ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَٰلِحًا تَرْضَىٰهُ وَأَصْلِحْ لِى فِى ذُرِّيَّتِىٓ ۖ إِنِّى تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّى مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ
Sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. (QS. Al-Ahqaf: 15)
Diambil dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat.
*(Penulis adalah Direktur Korp Da’i An-Nashihah dan Mahasiswa S2 Zawiyah Jakarta)*

