Oleh: Hayat Abdul Latief

 

Allah subhanahu wa ta’ala dalam Al-Qu’ran telah menjelaskan pentingnya waktu dan Rasulullah telah menegaskan demikian dan pertanggungjawaban manusia dalam menggunakan waktu.

 

Belajar dari Masa lalu

 

Bagaimana cara kita tetap semangat dalam menjalani kehidupan kita saat ini? Itu tidak terlepas dari masa lalu kita; ada yang baik dan ada yang buruk. Bagi orang yang punya masa lalu yang kelam, tidak boleh putus asa. Bisa jadi dari masa lalu yang kelam kita dapat menjadi orang yang luar biasa di kemudian hari. Setiap orang memiliki harapan untuk dapat hidup lebih baik dari yang sebelumnya selagi ia mau berusaha.

 

Ingatlah perkataan orang bijak: “Balas dendam terbaik adalah menjadikan dirimu lebih baik.” Jika terlarut dalam menyesali masa lalu, kita cukup intropeksi dan terus berusaha untuk memperbaiki diri untuk bisa melangkah maju dan menjadi insan yang lebih baik kedepannya. Masa lalu yang kelam janganlah dilupakan semuanya dan jangan lah di ingat sepenuhnya. Mengapa demikian?

 

Jika masa lalu yang kelam kita lupakan semuanya, kita akan kehilangan acuan untuk hidup lebih baik dan jika kita ingat sepenuhnya maka kita akan putus asa dalam menjalani kehidupan. Nasehat bermanfaat: Teruslah berusaha menjadi lebih baik, jangan biarkan masa lalu merenggut masa kini dan menghancurkan masa depan.

 

Menatap Masa Depan

 

Belajar dari masa lalu, kini saatnya menatap masa depan. Dalam menatap masa depan ada beberapa hal yang akan perlu kita perhatikan.

 

Pertama, merubah mindset – semua orang apapun kondisinya berhak mendapatkan kesuksesan. Kesuksesan bukan milik orang kaya ataupun bangsawan, namun kesuksesan milik orang yang tekun dan bekerja keras.

 

Kedua, selalu husnudzon. Berbaik sangkalah kepada Allah Sang Pemberi kehidupan dan juga berbaik sangka kepada diri sendiri dengan fokus kepada kelebihan dan potensi yang Allah berikan.

 

Ketiga, membangun kemandirian. Dalam urusan duniawi, bagi para pemula maka tidak masalah untuk mengikuti pola orang yang menjadi panutannya, setelah itu membangun kemandirian tidak melulu mengekor di belakang orang. Wallahu a’lam.

 

Diambil dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat!

 

(Khadim Korp Da’i An Nashihah dan Pelajar Ma’had Aly Zawiyah Jakarta)

 

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *