Derajat Seseorang Karena Amalnya, Bukan Karena Nasabnya

Oleh: Hayat Abdul Latief

zawiyahjakarta.or.id – Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَلِكُلٍّ دَرَجَٰتٌ مِّمَّا عَمِلُوا۟ ۖ وَلِيُوَفِّيَهُمْ أَعْمَٰلَهُمْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

“Dan bagi masing-masing mereka derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan dan agar Allah mencukupkan bagi mereka (balasan) pekerjaan-pekerjaan mereka sedang mereka tiada dirugikan.” (QS.
Al-Ahqaf: 19)

Mengutip Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, pakar tafsir abad 14 H,

Orang yang baik (mukmin) maupun orang yang buruk (kafir). Semuanya tergantung tingkat kebaikan dan keburukannya, dan tempat mereka di akhirat tergantung amal mereka. Orang-orang mukmin berada di tempat yang tinggi, yaitu surga, sedangkan orang-orang kafir berada di tempat yang rendah, yaitu neraka.

Derajat seseorang dalam ayat ini berkaitan dengan amalan bukan berkaitan dengan keturunan. Rasulullah sallallahu alaihi wassalam bersabda

وَمَنْ بَطَّـأَ بِـهِ عَمَلُـهُ ، لَـمْ يُسْرِعْ بِـهِ نَـسَبُـهُ

Siapa yang diperlambat oleh amalnya (dalam meraih derajat yang tinggi-red), maka garis keturunannya tidak bisa mempercepatnya. (HR : Muslim, Ahmad,Abu Dâwud,Tirmidzi,Ibnu Mâjah)

Sehingga dijelaskan oleh ulama bahwasanya Iman ilmu dan amal tidak bisa diwariskan. Boleh jadi orangtuanya alim dekat dengan Allah tetapi anak keturunannya sebaliknya. Demikian juga ada kemungkinan orang tuanya bejat tetapi anaknya mempunyai kedudukan tinggi dalam pandangan Allah subhanahu wa ta’ala.

Doa yang kita panjatkan kepada Allah subhanahu wata’ala:

اللهم اجعلنا واولادنا وذريتنا
من اهل العلم واهل الخير
ولا تجعلنا واياهم من اهل السوء
واهل اضير.
وارزقنا واياهم علما نافعا. ورزقا واسعا. وخلقا حسنا. والتوفيق للطاعة. وفهم النبيين. وحفظ المرسلين. والهام الملائكة المقربين. وافتح قلوبنا وقلوبهم فتوح العارفين. بفضلك وكرمك ورحمتك ياارحم الراحمين

“Ya Allah, jadikanlah kami, anak-anak kami, dan keturunan keluarga kami dari golongan orang-orang yang berilmu dan orang-orang baik, janganlah Engkau jadikan kami dan mereka itu dari golongan orang-orang jahat dan orang-orang yang membuat kerusakan, berilah rizqi kepada kami dan mereka ilmu yang bermanfaat, rizqi yang luas, budi pekerti yang baik, pertolongan untuk menjalankan ketaatan, kefahaman para Nabi, penjagaan para utusan, ilham para malaikat muqorrobin dan bukalah hati kami dan hati mereka sebagaimana terbukanya orang-orang yang telah ma’rifat sebab anugrah-Mu, kedermawanan-Mu dan kasih sayang-Mu, Wahai Allah Yang Maha Penyayang dari semua penyayang.”

Diambil dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat.

(Penulis adalah Khadim Korp Da’i An-Nashihah dan Pelajar Ma’had Aly Zawiyah Jakarta)

Artikel yang Direkomendasikan

2 Komentar

  1. […] Baca juga : derajat seseorang karena amalnya bukan karena nasabnya […]

  2. […] Baca juga : derajat seseorang karena amalnya bukan karena nasabnya […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *