Oleh: Hayat Abdul Latief

 

Ada orang yang berpikir picik: Kalau orang-orang yang mengejar nabi Musa dan Bani Israil semuanya binasa kecuali Firaun atau Ramses II berarti dia sakti!. Juga ada yang menyimpulkan: kelahiran nabi Isa dan penyembuhan terhadap orang sakit dan melebihi dari itu yakni menghidupkan orang mati merupakan hal ajaib di luar akal, pantas disebut Tuhan atau anak Tuhan.

 

Sebelum membahas hal-hal ajaib seperti yang disebutkan di atas, pahami adalah semua terjadi menurut rencana dan kehendak Allah subhanahu wa ta’ala. Akidah seorang muslim tertanam dengan kuat bahwa sifat kamaliyah (kesempurnaan) yang mengandung jalaliyah (kemuliaan) dan jamaliah (keindahan) hanya milik Allah semata, di luar dari itu yang terjadi kepada makhluk-Nya atas rencana dan kehendak-Nya.

 

Berkaitan dengan Firaun yang diselamatkan dari karam dan tenggelam di laut, bukan berarti dia sakti atau hebat. Berkenaan dengan ini Allah menjelaskan dengan gamblang,

 

فَالْيَوْمَ نُنَجِّيْكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُوْنَ لِمَنْ خَلْفَكَ اٰيَةً ۗوَاِنَّ كَثِيْرًا مِّنَ النَّاسِ عَنْ اٰيٰتِنَا لَغٰفِلُوْنَ ࣖ

 

“Maka pada hari ini Kami selamatkan jasadmu agar engkau dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelahmu, tetapi kebanyakan manusia tidak mengindahkan tanda-tanda (kekuasaan) Kami.” (QS. Yunus: 92)

 

Basyariah (tubuh kasar/biologis) Firaun diselamatkan Allah, bukan ruh yang menanggung akibat perbuatan melampaui batas. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa sebagian Bani Israil masih meragukan kematian Fir’aun, maka Allah mengeluarkan jasadnya agar mereka dapat melihatnya. Menurut sejarah, mayat Fir’aun kemudian terdampar di pantai dan ditemukan oleh orang-orang Mesir lalu dibalsem, sehingga tetap utuh sampai sekarang dan dapat dilihat di musium Mesir.

 

Bagaimana nasibnya di alam Barzakh? Al-Qur’an menjelaskan,

 

وَحَاقَ بِآَلِ فِرْعَوْنَ سُوءُ الْعَذَابِ النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آَلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ

 

“Dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang , dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras“.” (QS. Al Mu’min: 45-46)

 

Diselamatkan jasad Fir’aun menjadi pelajaran bagi generasi sesudahnya – kejayaan hanya sementara, kekuasaan hanya sementara. Yang pantas sombong dan takabur hanya Allah saja.

 

Berkaitan dengan kelahiran Nabi Isa, Allah subhanahu wata’ala berfirman,

 

اِنَّ مَثَلَ عِيْسٰى عِنْدَ اللّٰهِ كَمَثَلِ اٰدَمَ ۗ خَلَقَهٗ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ

 

“Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan) Isa bagi Allah, seperti (penciptaan) Adam. Dia menciptakannya dari tanah, kemudian Dia berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu.*

 

Allah maha kuasa menciptakan makhluknya dengan berbagai cara. Menciptakan Nabi Adam dengan ‘Tangan-Nya’, tanpa percampuran laki-laki dan perempuan. Menciptakan Ibunda Hawa dari bagian tubuh Nabi Adam, tanpa dilahirkan oleh ibu. Menciptakan Nabi Isa lewat seorang Ibu (sayyidah Maryam) tanpa disentuh laki-laki. Dan menciptakan kita semua melalui pernikahan ayah dan ibu.

 

Adapun berkaitan dengan menyembuhkan orang sakit dan menghidupkan orang mati semata-mata mukjizat sesuai tantangan zamanya. Di saat itu ilmu ketabiban sangat masyhur namun tidak ada tapi manapun yang bisa menyembuhkan penyakit dari lahir dan tidak ada yang bisa menghidupkan orang mati. Apakah nabi Isa melakukan itu atas kuasa dan kehendaknya? Al-Qur’an menjelaskan,

 

وَرَسُوْلًا اِلٰى بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ ەۙ اَنِّيْ قَدْ جِئْتُكُمْ بِاٰيَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ ۙاَنِّيْٓ اَخْلُقُ لَكُمْ مِّنَ الطِّيْنِ كَهَيْـَٔةِ الطَّيْرِ فَاَنْفُخُ فِيْهِ فَيَكُوْنُ طَيْرًاۢ بِاِذْنِ اللّٰهِ ۚوَاُبْرِئُ الْاَكْمَهَ وَالْاَبْرَصَ وَاُحْيِ الْمَوْتٰى بِاِذْنِ اللّٰهِ ۚوَاُنَبِّئُكُمْ بِمَا تَأْكُلُوْنَ وَمَا تَدَّخِرُوْنَ ۙفِيْ بُيُوْتِكُمْ ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَۚ

 

“Dan sebagai Rasul kepada Bani Israil (dia berkata), “Aku telah datang kepada kamu dengan sebuah tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah berbentuk seperti burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan izin Allah. Dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahir dan orang yang berpenyakit kusta. Dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah, dan aku beritahukan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu orang beriman.” (QS Ali Imron: 49)

 

Dalam Bible (Yohanes: 39), Yesus berkata: Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.

 

Begitu hebatnya kuasa Allah subhanahu wata’ala, sampai kadang-kadang Allah memberikan kehebatan semu kepada musuh-musuh-Nya sebagai ujian keimanan bagi umat manusia. Seperti kehebatan semu yang diberikan kepada Dajjal menjelang hari kiamat. Imam Syafi’i memberikan tuntunan: “Apabila engkau melihat seseorang berjalan di atas air dan terbang di udara, jangan engkau tertipu dengannya sehingga engkau memastikan dia berada di atas Al-Kitab.”(Tafsir Ibnu Katsir).

 

*Pelajaran:*

 

*Satu,* Allah subhanahu wata’ala Maha Kuasa.

 

*Dua,* Makhluk Tidak bisa berbuat apa-apa tanpa izin dari-Nya

 

*Tiga,* Mukjizat bertujuan membenarkan kenabian dan kerasulan. Sedangkan sihir bertujuan menyesatkan manusia dari kebenaran. Wallahu a’lam.

 

Diambil dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat

 

*(Khadim Korp Da’i An-Nashihah dan Pelajar Ma’had Aly Zawiyah Jakarta)*

 

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *