Oleh: Hayat Abdul Latief

 

Persatuan dan persaudaraan muslim merupakan sumber kekuatan umat Islam yang sangat ditakuti musuh-musuh di luar Islam. Perpecahan atau bergolong-golongan merupakan penyebab lemahnya umat Islam di hadapan umat lain. Mengapa dalam agama ini begitu penting hidup berjamaah dan kesatuan umat‎, karena hanya dengan persatuan dan persaudaraan umat, umat ini akan menjadi kuat dan ditakuti musuh-musuhnya.

 

Perintah menjaga persatuan umat Islam sangat jelas dalam Al-Quran. Allah SWT berfirman,

 

وَٱعْتَصِمُوا۟ بِحَبْلِ ٱللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا۟ ۚ وَٱذْكُرُوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِۦٓ إِخْوَٰنًا وَكُنتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ ٱلنَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمْ ءَايَٰتِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

 

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan. Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadikan kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara. Dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. Ali Imran: 103)

 

Allah SWT memerintahkan kita selalu bersatu dan melarang berpecah belah, karena perpecahan adalah kehancuran. Bisa juga berpecah di sini bergolong-golongan mengikuti hawa nafsu dengan berbagai macam tujuan duniawi yang menyebabkan banyaknya golongan-golongan dalam agama Islam. ‎Sebaliknya persatuan adalah keberhasilan karena berpegang teguh pada tali Allah yang kuat yaitu Kitabullah.

 

Ada banyak faktor umat Islam seharusnya bersatu, yakni kesamaan Tuhan: Allah, kesamaan Rasulullah; Nabi Muhammad SAW;, kesamaan kitab suci:Al-Qur’an, kesamaan kiblat: Ka’bah, dan seterusnya.

 

Termasuk hal yang dijaga dalam menjalin persatuan dan persaudaraan Islam adalah toleransi dalam furu’ayah. Dalam Islam, toleransi dalam furu’iyah berarti membenarkan perbedaan yang bersifat furuiyah. Perbedaan furuiyah adalah perbedaan yang tidak boleh membawa pengaruh pada perpecahan agama.

 

Toleransi dalam Furu’iyah dengan cara: Saling menghormati dan menghargai madzhab orang lain; Tidak memaksakan kehendak pendapat kelompok; Tidak mencela atau menghina madzhab lain; Berbuat baik dengan sesama muslim tanpa memandang madzhabnya. Peringatan dari Rasulullah SAW agar umat Islam tidak mengagungkan Islam, tetap Amar ma’ruf nahi mungkar dan tidak saling mencaci. Sabdanya,,

 

إذا عظمت أمتي الدنيا نزعت منها هيبة الإسلام، وإذا تركت الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر حرمت بركة الوحي، وإذا تسابت أمتي سقطت من عين الله

 

Jika umatku sudah mengagungkan dunia, maka dicabut dari mereka kehebatan Islam, jika mereka meninggalkan amar-ma’ruf nahi munkar, maka mereka terhalang dari keberkahan wahyu, dan jika umatku sudah saling mencaci, maka jatuhlah mereka dari pandangan Allah.” (HR. Hakim, Tirmidzi, dari kitab Durrul Mantsur dari Abu Hurairah RA). Wallahu a’lam

 

Diambil dari berbagai sumber semoga bermanfaat

 

(Khadim Korp Da’i An Nashihah dan Alumni Ma’had Aly Zawiyah Jakarta)

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *