Shalat Tidak Membuat Capek! – Tidak Sholat Malah Capek!

Oleh: Hayat Abdul Latief

Sebagian orang mungkin merasa bahwa shalat membuat tubuh capek atau mengganggu aktivitas mereka. Namun, anggapan ini keliru dan bertentangan dengan hakikat shalat sebagai sumber ketenangan jiwa dan kekuatan hati.

Tidak sedikit orang yang justru merasa hidupnya lebih berat dan capek ketika meninggalkan salat. Hal ini terjadi karena hati kehilangan ketenangan dan jiwa kehilangan arah.

Mengapa meninggalkan shalat membuat hidup terasa capek? Berikut ini jawabannya:

Satu, shalat menghapus dosa dan beban jiwa. Orang yang meninggalkan salat kehilangan pembersih hati dan jiwa, sehingga hidup terasa lebih berat dan capek secara emosional. Rasulullah SAW bersabda,

أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهْرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ فِيهِ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ، هَلْ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ؟ قَالُوا: لَا يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ. قَالَ: فَذَٰلِكَ مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ، يَمْحُو اللَّهُ بِهَا الْخَطَايَا

“Bagaimana pendapat kalian jika ada sungai di depan rumah seseorang, lalu ia mandi di sungai itu lima kali sehari, apakah masih tersisa kotoran di tubuhnya?” Para sahabat menjawab, “Tidak akan tersisa sedikit pun.” Rasulullah SAW bersabda, “Itulah perumpamaan salat lima waktu. Allah menghapus dosa-dosa dengan salat tersebut.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Poin hadits: shalat sebagai pembersih hati: Perumpamaan Rasulullah SAW tentang mandi lima kali sehari sangat kuat dalam menggambarkan bagaimana shalat membersihkan dosa-dosa dan beban jiwa.

Dua, shalat sebagai sumber ketenangan. Allah SWT telah menjadikan shalat sebagai sarana untuk mendapatkan ketenangan hati. Orang yang meninggalkan salat akan kehilangan sumber ketenangan batin ini, sehingga hidup terasa lebih melelahkan. Firman-Nya,

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (QS. Al-Baqarah: 45)

Poin ayat: shalat disamping sabar merupakan sarana mendapatkan pertolongan dan ketenangan, terutama bagi mereka yang khusyu’.

Tiga, dampak buruk bagi yang meninggalkan shalat. Lalai atau meninggalkan salat menyebabkan kehidupan terasa penuh tekanan dan kehilangan berkah. Allah SWT memperingatkan tentang akibat buruk melalaikan shalat,

فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ

“Maka celakalah orang-orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya.” (QS. Al-Ma’un: 4-5)

Poin ayat: pengingat bahwa sekadar melakukan shalat tanpa menjaga waktu, syarat, rukun, dan kekhusyukan juga tidak cukup.

Empat, shalat membawa barakah dalam hidup. Orang yang menjaga shalat akan mendapatkan keberkahan waktu dan tenaga. Allah SWT berfirman,

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ

“Perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan bersabarlah dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) adalah bagi orang yang bertakwa.” (QS. Thaha: 132)

Poin ayat: menjaga shalat membawa keberkahan, bahkan Allah sendiri yang menjamin rezeki.

Lima, meninggalkan shalat menyebabkan hati gersang. Hati yang gersang akan menjauhkan seseorang dari rahmat Allah, yang pada akhirnya membuat hidup terasa lebih capek secara spiritual dan emosional. Rasulullah SAW bersabda,

بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلَاةِ

“Batas antara seseorang dengan syirik dan kekufuran adalah meninggalkan salat.” (HR. Muslim)

Poin hadits: peringatan keras bahwa meninggalkan shalat adalah batas antara iman dan kufur.

…….

Kesimpulannya, tanpa shalat, hati menjadi gelisah, hidup terasa berat, dan jiwa kehilangan arah. Sebaliknya, menjaga shalat akan menghadirkan ketenangan, kekuatan, dan keberkahan dalam hidup.

Tulisan ini bukan hanya mengingatkan tentang kewajiban, tetapi juga menunjukkan hubungan mendalam antara shalat dan kualitas hidup – baik secara spiritual maupun emosional. Pesannya sangat jelas: shalat bukan beban, melainkan sumber kekuatan. Wallahu a’lam.

Semoga kita senantiasa menjadi hamba yang istiqamah dalam menegakkan shalat dan merasakan manfaatnya dalam hidup dunia maupun akhirat. Aamiiin!

(Khadim Korp Da’i An Nashihahttps dan Alumni Ma’had Aly Zawiyah Jakarta )

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *