SYAIR CINTA MENUJU ALLAH

SYAIR CINTA MENUJU ALLAH

SYAIR CINTA MENUJU ALLAH

????
Sebelum aku mengenal dirimu,
Telah lama aku belajar mencintaimu dalam diam.
Bukan dengan sentuhan, bukan dengan kata rayuan,
Namun dengan doa yang terbang menuju langit Tuhan.

Aku menjagamu tanpa kau tahu,
Di sepertiga malam aku sebutkan namamu dalam sujudku.
Karena aku tahu, cinta bukan memiliki,
Cinta adalah menjaga kesucian sampai Allah sendiri menghalalkan.

Aku menahan hati dari nafsu yang menipu,
Sebab cinta sejati tak pernah meminta yang belum layak diterima.
Aku berdoa:
“Ya Allah, jika ia baik untuk agama, dunia, dan akhiratku, dekatkanlah.
Jika tidak, palingkan aku dengan kelembutan-Mu.”

Maka aku bersabar…
Sebab cinta yang belum halal adalah ujian, bukan tujuan.
Dan aku yakin, yang dijaga karena Allah
akan dipertemukan oleh Allah
pada waktu yang paling indah.

????
Hari ini Allah menyatukan dua jiwa,
bukan karena kita sempurna,
tapi karena kita ingin saling menyempurnakan.

Di hadapan wali, saksi, dan para malaikat
terucap janji suci:
“Aku terima, aku ridha, aku berserah kepada Allah.”

Mulai hari ini, genggamlah tanganku
bukan untuk menuntunku ke dunia,
tetapi untuk membawaku mendekat kepada surga.

Jika aku lemah, kuatkan aku dengan imanmu.
Jika engkau letih, aku akan menenun doa untukmu.
Sebab cinta dalam pernikahan bukan tentang siapa yang menang,
tetapi siapa yang lebih dulu mengalah demi Allah.

Rumah kita bukan istana megah,
cukup ia menjadi taman yang penuh dzikir.
Di mana hati pulang untuk tenang,
dan jiwa bernaung dalam kasih sayang.

????
Kelak ketika hadir titipan kecil dari langit,
kita akan belajar mencintai dengan cara yang baru.
Mata kita akan meneteskan air bahagia,
saat mendengar kalimat pertama mereka: “La ilaha illallah.”

Di situlah cinta menemukan puncaknya:
Ketika dua hati bersatu untuk mendidik keturunan
yang akan menjadi penolong kita di hari akhir.

Kita akan berjalan panjang,
melewati gelombang, badai, dan ujian zaman.
Terkadang kita menangis, terkadang kita tertawa,
namun kita tidak akan melepaskan genggaman.

Karena kita berjanji,
bukan untuk hidup bahagia setiap waktu,
tetapi untuk hidup bersama dalam ridha Allah sampai waktu itu berhenti.

Dan di penghujung umur,
ketika rambut memutih dan langkah melemah,
aku ingin masih duduk di sampingmu,
mengulang cerita cinta yang tak pernah habis.

Lalu kita berkata dengan suara bergetar:
“Alhamdulillah, kita telah saling mencintai menuju Allah.
Bersamamu aku ingin wafat, dan bersamamu aku ingin masuk surga.”

????
Cinta yang tidak diikat oleh iman akan layu,
cinta yang tidak berlandaskan taqwa akan runtuh.
Tapi cinta yang dijahit dengan dzikir dan sabar
akan abadi sampai di langit Allah.

Karena cinta sejati bukan berakhir di pelaminan,
bukan berhenti di rumah dan anak-anak,
tapi cinta sejati berakhir di Surga
ketika kita menyaksikan wajah Allah
bersama—selamanya.

#jejakjiwa
#pernikahan
#mencintaikarenaallah

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *