Oleh: Hayat Abdul Latief
بَدِيعُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ وَإِذَا قَضَىٰٓ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ
“(Allah) pencipta langit dan bumi. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka, jadilah sesuatu itu.” (QS. Al-Baqarah: 117)
Lebih dari 1 milyar spesis ikan di laut juga berbeda-beda bentuk, ukuran, rasa, dan warnanya. Ikan Air Laut merupakan spesies ikan yang hanya dapat hidup di lingkungan dengan kadar garam tinggi. Ikan ini memiliki cairan tubuh dengan kadar garam yang lebih rendah jika dibandingkan dengan kadar garam di lingkungannya. Artinya meskipun lingkungan airnya asin tetapi daging ikan asin ini rasanya segar. Mereka dapat hidup di perairan laut yang memiliki kadar garam di dalamnya tanpa merubah kesegaran dagingnya.
Ribuan jenis buah-buahan juga beraneka ragam bentuk, rasa, warna, kandungan, khasiat, dan musim berbuahnya. Buah-buahan adalah salah satu sumber serat makanan yang sangat baik bagi tubuh. Manfaat makan buah setiap hari dapat membantu menjaga kesehatan usus, mencegah sembelit, dan masalah pencernaan lainnya. Kebiasaan makan asupan tinggi serat juga dapat mengurangi risiko kanker usus.
Jumlah penduduk dunia tahun 2021 diperkirakan mencapai 7,85 miliar jiwa yang menghuni bumi tidak ada satupun yang sama. Semua mempunyai rupa, bau, suara, sidik jari, kecerdasan, dan DNA yang berbeda-beda, tidak ada yang sama, termasuk dua saudara kembar dari ayah dan ibu yang sama. Betapa rumit, detil, dan sempurna penciptaan manusia (ahsan taqwim) dengan segala sistem yang berlaku dalam hidupnya. Sistem pernafasan, peredaran darah, syaraf, pencernaan, penginderaan, penalaran, perasaan, wicara (Bahasa dan komunikasi), perbuatan, perilaku, dan sebagainya berikut organ-organ fisik, mekanisme kerja dan fungsinya yang luar biasa mengagumkan berjalan sempurna sesuai dengan ide maha agung al-Badi’.
Semua ciptaan al-Badi’ di langit dan bumi dengan segala isinya merupakan tanda kekuasaan, kebesaran, keagungan, kehebatan, kesempurnaan, dan keindahan-Nya yang patut dikagumi, diakui, diyakini, dan dimaknai dengan mengembangkan sistem penelitian dan pendidikan karena tidak ada ciptaan Allah yang sia-sia, tanpa makna; semua ciptaan-Nya bermakna dan berdaya guna bagi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan peradaban yang berkemajuan (QS Ali Imran [3]:191).
Sebagai hamba al-Badi’, kita patut meneladani-Nya dengan mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam berbagai aspek kehidupan sesuai dengan kapasitas masing-masing. Di samping itu, dalam meneladani nama Al-Badî’, seorang hamba selalu kreatif dan inovatif dalam melahirkan karya yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Ia tidak puas dengan meniru atau mengembangkan karya yang telah ada. Namun, ia terus belajar dan belajar sampai menemukan karya baru yang belum pernah ditemukan sebelumnya. Wallahu a’lam.
Diambil dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat!
*(Khadim Korp Da’i An Nashihah dan Pelajar Ma’had Aly Zawiyah Jakarta)*

