Oleh: Hayat Abdul Latief

 

Amal Manusia

 

Ada perbuatan baik, ada pula perbuatan buruk. Setiap orang bertanggung jawab terhadap amal masing-masing. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

 

وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰى ۗوَاِنْ تَدْعُ مُثْقَلَةٌ اِلٰى حِمْلِهَا لَا يُحْمَلْ مِنْهُ شَيْءٌ وَّلَوْ كَانَ ذَا قُرْبٰىۗ….

 

“Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang dibebani berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul bebannya itu tidak akan dipikulkan sedikit pun, meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya….” (QS. Fathir: 18)

 

Ayat di bawah ini sesuai maknanya dengan ayat di atas,

 

فَإِذَا جَآءَتِ ٱلصَّآخَّةُ يَوْمَ يَفِرُّ ٱلْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ وَأُمِّهِۦ وَأَبِيهِ وَصَٰحِبَتِهِۦ وَبَنِيهِ لِكُلِّ ٱمْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ

 

“Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua), pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya. (QS. Abasa: 33-37)

 

Komentar Syaikh Muhammad bin shalih Asy-Syawi: “Kemudian allah tutup surat ini dengan kejadian-kejadian pada hari kiamat, allah berkata : dan ketika datang (secara pasti) hari kiamat dengan suara yang memekikkan telinga, maka pada hari itu (orang-orang kafir) akan menyesal. pada hari semua manusia berlarian dari seseorang yang dicintainya. semuanya (seolah-olah) berkata : “yang terpenting adalah diriku…diriku”. ia lari dari saudara-saudaranya, ibunya, bapaknya, istrinya, dan anak-anaknya. setiap manusia pada hari itu sibuk dengan urusan masing-masing.” (An-Nafahat Al-Makkiyah)

 

Doktrin Dosa Warisan dan Penebusan Dosa

 

Penebusan dosa dalam agama kristen merupakan salah satu pokok ajaran agama Kristen, sebab umat kristiani yakin bahwa kematian yesus di salib dalam rangka menebus dosa-dosa manusia. Sebab tanpa kematian Yesus, tidak ada penebusan dosa. Mereka sangat yakin bahwa yesus adalah sang juru selamat penebus dosa.

 

Mari kita uji doktrin ini; doktrin penebusan dosa dibangun hanya berdasarkan angan-angan Paulus dan para pengikutnya. Jika mereka ditanya, apakah para penjahat Narkoba – di belahan dunia – akan masuk sorga jika mereka beragama Kristen dan percaya pada Kristus?

 

Jika mereka ditanya, apakah para mafia yang melakukan berbagai macam aksi kejahatan, baik perampokan, pemerkosaan, pemerasan dan lain sebagainya itu mereka akan masuk kerajaan sorga juga karena mereka percaya pada Kristus?

 

Jika mereka ditanya, apakah para koruptor dan para penjahat lainnya yang ada di seluruh belahan dunia ini akan masuk ke dalam kerajaan sorga hanya dikarenakan mereka percaya pada Kristus?

 

Jika mereka menjawab tidak masuk sorga karena dosa-dosa mereka, terus apanya yang ditebus kalau begitu? Jika mereka menjawab masuk sorga, berarti Tuhan melegalkan kejahatan. Karena para penjahat masuk sorga semua.

 

Sekarang, marilah kita kupas teori penebusan dosa melalui ayat-ayat yang ada dalam Al-Qur’an dan dalam Bible mereka sendiri. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

 

وَٱلَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا۟ فَٰحِشَةً أَوْ ظَلَمُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا۟ ٱللَّهَ فَٱسْتَغْفَرُوا۟ لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ إِلَّا ٱللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا۟ عَلَىٰ مَا فَعَلُوا۟ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

 

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS. Ali ‘Imran: 135)

 

Merujuk kepada doktrin penebusan dosa, mari kita renungkan: Jika semua dosa itu sudah ditebus, mengapa justru Yesus mengajarkan berdoa dan minta ampunan? Perhatikan ayat berikut: “Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami” (Matius 6:9-12)

 

“Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang disorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu”. (Matius 6: 14–15)

 

Ayat-ayat tersebut ternyata juga menjelaskan bahwa dosa orang Kristen belum ditebus. Terbukti mereka diharuskan melakukan sebuah usaha untuk mendapatkan ampunan dan jika mereka tidak melakukannya, maka dosa mereka tidak akan diampuni. Alhasil, tidak ada penebusan dosa. Terbukti mereka disuruh berdoa memohon ampunan dan terbukti juga mereka disuruh melakukan usaha kebaikan dulu baru mendapat ampunan dan jika tidak melakukannya mereka tidak mendapatkan ampunan.

 

Ayat-ayat lain yang ada di dalam Bible yang menolak doktrin dosa warisan dan penebusan dosa:

 

“Aku, Tuhan, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya.” (Yeremiah 17:10)

 

“Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.” (Matius 12: 36)

 

Ada sebuah ayat di Bible tentang sebuah usaha untuk mendapatkan ampunan dosa :

 

”Dan umatKu, yang atasKu namanya disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajahKu, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.“ (II Tawarikh 7 : 14)

 

Ayat-ayat tersebut lebih jelas merinci cara untuk mendapatkan ampunan Allah subhanahu wa ta’ala, yakni harus berbuat baik, berdoa, bertaubat dengan taubatan nashuha (tidak mengulangi perbuatan jahatnya. Jadi semakin jelas bahwa sebenarnya tidak ada dosa waris.

 

Perintah untuk bertaubat adalah lebih logis dan masuk akal serta lebih adil, karena orang yang bertaubat tersebut telah melakukan usaha dan kerja keras hasil usahanya sendiri menjauhi segala salah dan dosa. Seperti tertuang dalam ayat Bible berikut ini :

 

“Tetapi jika orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan berpegang pada segala ketetapanKu serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati.” (Yehezkiel 18 : 21)

 

Beberapa faedah dari tulisan ini:

 

1. Setiap orang bertanggung jawab terhadap amal masing-masing.

 

2. Berdasarkan Al-Qur’an dan Bible itu sendiri; tidak ada doktrin dosa warisan dan penebusan dosa.

 

3. Cara untuk mendapatkan ampunan Allah subhanahu wa ta’ala baik dalam Al-Qur’an maupun Bible sama; yakni harus berbuat baik, berdoa, bertaubat dengan taubatan nashuha (tidak mengulangi perbuatan jahatnya). Wallahu a’lam.

 

Diambil dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat dan menjadi amal jariyah!

 

(Khadim Korp Da’i An Nashihah dan Pelajar Ma’had Aly Zawiyah Jakarta)

 

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *