Oleh: Hayat Abdul Latief
Aku adalah Ramadhan
Bulan diwajibkan puasa
Mengajarkan hakikat hidup
Mengendalikan, bukan melampiaskan
Menyelamatkan dari nafsu binatang
Atau daya tarik syetan.
Bulan diturunkan Al-Qur’an
Kepada sang kekasih,
Sebagai petunjuk hidup
Memancarkan peradaban yang bernafaskan nilai-nilai Tuhan
Dekaplah aku dengan tarawih
Berdiri di hadapan Tuhan
Bukankah selama ini
Engkau rela berdiri
Menghinakan diri
Mengemis kepada dunia Sungguh Tuhanmu dekat
Kenapa belum tiba saatnya
Bersimpuh di hadapan -Nya?
Hiburlah aku dengan tilawah Al-Qur’an Membaca pesan Tuhan
Mengamalkan kandunganya
Sumber keselamatan hidupmu
Bila menjadikanya sebagai pedoman
Akan menghantarkanmu kepada kebahagiaan
Bila menabrak rambu-rambunya
Akan terperosok dalam kehinaan
Bekali aku dengan dengan zakat, infak dan sedekah
Yang engkau makan
Menjadi busuk
Yang engkau pakai
Akan lapuk
Yang engkau dermakan
Itulah harta kekayaan
Iringi aku dzikir
Kegelisahanmu hilang
Gundah-gulanamu sirna
Hatimu bercahaya
Temanmu makhluk cahaya
Meskipun kedua kakimu
Menginjak tanah pusaka
Hantarkan aku dengan amal shalehmu
Sebagai teman sunyi
Bukankah bila ajal datang
Ia setia sepanjang perjalanan
Bila amalmu baik
Akan menjadi air
Yang meredam dahaga
Menjadi angin semilir
Saat kepanasan
Menjadi hiburan
Saat kesepian
Dan menjadi cahaya
Kala engkau kegelapan
Bekasi, Akhir Maret 2021

