Sedekah yang Menumbuhkan dan Sedekah yang Melukai

*Sedekah yang Menumbuhkan dan Sedekah yang Melukai*
Manusia melihat sedekah sebagai harta yang keluar. Al-Qur’an melihatnya sebagai benih yang ditanam.
Allah berfirman:
«مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ
“Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai; pada setiap tangkai terdapat seratus biji.”
QS. Al-Baqarah [2]: 261»
Benih harus dilepaskan dari tangan agar dapat tumbuh.
Orang yang terus menggenggam benih karena takut kehilangannya tidak akan pernah memperoleh panen.
Sedekah mengajarkan keluarga bahwa rasa aman tidak hanya dibangun melalui simpanan, tetapi juga melalui kepercayaan kepada Allah.
Penggandaan Tidak Selalu Berupa Uang
Allah dapat mengganti sedekah dalam bentuk:
– kesehatan;
– keselamatan;
– kemudahan;
– terhindar dari pengeluaran buruk;
– anak yang saleh;
– pertolongan pada saat sulit;
– pahala di akhirat.
Sedekah tidak boleh dipahami seperti transaksi bisnis: memberi sejumlah uang lalu menunggu uang yang lebih besar kembali.
Sedekah adalah ibadah. Allah menentukan bentuk balasannya sesuai hikmah-Nya.
Sedekah yang Dirusak
Allah berfirman:
«ثُمَّ لَا يُتْبِعُونَ مَا أَنْفَقُوا مَنًّا وَلَا أَذًى
“Kemudian mereka tidak mengiringi apa yang mereka infakkan dengan mengungkit-ungkit dan menyakiti.”
QS. Al-Baqarah [2]: 262»
Dua penyakit sedekah adalah:
– al-mann, mengungkit pemberian;
– al-adzā, menyakiti penerima.
Pemberi tidak boleh berkata:
– “Kalau bukan karena saya, kamu tidak akan selamat.”
– “Dulu saya yang membantu keluargamu.”
– “Jangan lupa siapa yang membiayaimu.”
Mengungkit membuat pemberian menjadi alat kekuasaan.
Menyakiti dapat berbentuk mempermalukan, memotret tanpa izin, menyebarkan kesulitan penerima, atau merendahkan martabatnya.
Allah berfirman:
«قَوْلٌ مَعْرُوفٌ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِنْ صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَا أَذًى
“Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diikuti tindakan menyakiti.”
QS. Al-Baqarah [2]: 263»
Memberi makan seseorang tidak boleh dilakukan dengan melukai kehormatannya.
Mengungkit Nafkah di Dalam Rumah
Prinsip ini berlaku dalam keluarga.
Suami tidak boleh terus mengungkit nafkah kepada istri dan anak, sebab nafkah adalah kewajiban.
Orang tua tidak sepatutnya menggunakan biaya pendidikan untuk merendahkan anak.
Pasangan tidak boleh menjadikan pemberian sebagai alat untuk menuntut ketaatan dalam perkara yang tidak benar.
Kebaikan yang terus disebut dapat kehilangan keindahannya.
Sedekah seperti Kebun Subur
Allah menggambarkan sedekah ikhlas seperti kebun di dataran tinggi. Hujan lebat membuatnya berbuah berlipat. Jika hanya terkena gerimis, ia tetap berbuah.
Maknanya, sedekah besar atau kecil dapat bernilai jika hati ikhlas.
Bukan jumlahnya saja yang dilihat, tetapi:
– kehalalan harta;
– niat pemberi;
– manfaatnya;
– ketepatan penerima;
– dan cara memberikannya.
Jejak Jiwa
Sedekah bukan hanya soal apa yang keluar dari tangan.
Sedekah adalah apa yang terjadi pada hati setelah memberi.
Apakah hati semakin rendah, atau justru merasa lebih tinggi
#jejakjiwa #sedekah
