Selamat Hari Ibu : Malaikat Tak Bersayap

Oleh : Hayat Abdul Latief

Kita harus berbakti kepada kedua orang tua ayah dan ibu secara bersamaan. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ….

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya….” (QS. Luqman : 14)

Namun kedudukan ibu di dalam Alquran maupun dalam hadits mendapat perhatian lebih daripada ayah. Dalam kitab Adabul Mufrad karya Imam Bukhari bab berbakti kepada ibu hadits nomor 3 halaman 8 disebutkan,

حدثنا ابو عاصم عن بَهزِ بنِ حَكيمٍ عن أبيه عن جَدِّه رَضِيَ اللهُ عنهم، قال: ((قلتُ: يا رَسولَ اللهِ، مَن أبَرُّ؟ قال: أمَّك. قلتُ: ثمَّ مَنْ؟ قال: أمَّك. قُلتُ: ثمَّ مَن؟ قال: أمَّك. قُلتُ: ثمَّ مَن؟ قال: أباك، ثمَّ الأقرَبَ فالأقرَبَ

menceritakan kepada kami Abu ‘Asyim dari Bahz bin Hakim, dari ayahnya, dari kakeknya radhiallahu anhum (anak, ayah dan kakek, semuanya sahabat Nabi) berkata aku bertanya wahai Rasulullah kepada siapakah aku berbakti beliau menjawab kepada ibumu kemudian kepada siapa lagi beliau menjawab kepada ibumu kemudian kepada siapa lagi beliau menjawab kepada ibumu kemudian kepada siapa lagi beliau menjawab kepada ayahmu kemudian kerabat yang terdekat Kat lalu kerabat yang terdekat.

Mengapa kedudukan ibu tiga kali lebih tinggi daripada seorang ayah? Karena seorang ibu, menurut Ustadz Abdul Somad dalam banyak ceramahnya, mengandung melahirkan dan menyusui.

Mengandung penuh dengan kesusahan bertambah susah

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَٰلُهُۥ فِى عَامَيْنِ أَنِ ٱشْكُرْ لِى وَلِوَٰلِدَيْكَ إِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ

; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (QS. Luqman : 14)

Proses penciptaan janin dalam perut ibu dijelaskan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam Al Quran,

وَلَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ مِن سُلَٰلَةٍ مِّن طِينٍ. ثُمَّ جَعَلْنَٰهُ نُطْفَةً فِى قَرَارٍ مَّكِينٍ. ثُمَّ خَلَقْنَا ٱلنُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا ٱلْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا ٱلْمُضْغَةَ عِظَٰمًا فَكَسَوْنَا ٱلْعِظَٰمَ لَحْمًا ثُمَّ أَنشَأْنَٰهُ خَلْقًا ءَاخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ ٱللَّهُ أَحْسَنُ ٱلْخَٰلِقِينَ

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.” (QS. Al Mu’minuun: 12-14)

Melahirkan dengan nyawa sebagai taruhanya bahkan ada yang menimggal dunia

Seorang ibu yang meninggal dunia karena melahirkan anak maka mendapat predikat syahadah atau mati syahid(ah). Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

شهداء أمتي إذاً لقليل ، القتل في سبيل الله عز وجل شهادة ، والطاعون شهادة ، والغرق شهادة ، والبطن شهادة ، والنفساء يجرها ولدها بسرره إلى الجنة

 

“Yang mati syahid di kalangan umatku cuma sedikit. Orang yang mati berjihad di jalan Allah, syahid, orang yang mati karena Tha’un, syahid. Orang yang mati tenggelam, syahid. Orang yang mati karena sakit perut, syahid. Dan wanita yang mati karena nifas, dia akan ditarik oleh anaknya menuju surga dengan tali pusarnya.” (HR. Ahmad dalam musnadnya)

Menyusui selama 2 tahun

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan” (QS. Al Baqarah: 233)

Begitu besar kasih sayang orang tua khususnya ibu kepada anaknya sehingga tidak berlebihan kalau ada orang yang membuat dialog imajiner antara Tuhan dengan bayi. Entah siapa yang membuat tulisan dialog imajiner antara seorang bayi dengan Tuhan, kita berhutang budi kepada penulisnya, karena akan berpengaruh besar terhadap pembaca yang merasakan betapa pengorbanan darah, keringat, air mata dan jasa seorang ibu tidak akan bisa dibalas dengan cara apapun.

Seorang Bayi berkata, “Ya, Tuhan… mereka mengatakan kepadaku bahwa besok Engkau akan mengirimku ke bumi, tapi bagaimana aku akan hidup sebagai makhluk yang begitu kecil dan lemah?”

Tuhan: “Seorang Malaikat akan menunggumu dan menjagamu sebaik-baiknya.”

Bayi: “Di sini, di surga ini, aku tak pernah melakukan apapun kecuali bernyanyi dan tersenyum bahagia.”

Tuhan: “Malaikatmu akan bernyanyi dan juga akan tersenyum untukmu. Kamu akan merasakan kebahagian yg pernah kamu rasakan di sini”

Bayi: “Baiklah Tuhanku. Tapi nanti di sana, bagaimana aku bisa mengerti apa yang dibicarakan kepadaku jika aku tidak tahu bahasa mereka?”

Tuhan: “Malaikatmu akan menunjukkan kata-kata paling indah dan kata-kata manis yang akan kamu dengar, dan dengan penuh kesabaran yang tulus, Malaikatmu akan mengajarkanmu bagaimana cara berbicara.”

Bayi: “Lalu apa yang harus aku lakukan ketika aku ingin berbicara dengan-Mu Ya Tuhanku?”

Tuhan: “Malaikatmu akan menggenggam tanganmu dan mengajarkanmu cara berdoa.”

Bayi: “Oya, Tuhanku … Nanti siapa yang akan melindungiku?”

Tuhan: “Malaikatmu akan membela mu bahkan jika itu berarti mempertaruhkan nyawanya”

Bayi: “Tapi Ya Tuhan, aku akan selalu merasa sedih karena aku tidak akan bisa melihat-Mu lagi.”

Tuhan: “Malaikatmu akan selalu berbicara padamu tentang Aku dan akan mengajarkan kamu cara untuk kembali kepada-Ku, walaupun sebetulnya Aku selalu di sampingmu.”

Bayi: “Tuhanku, jika memang aku harus pergi ke bumi sekarang, tolong katakan kepadaku nama malaikatku itu.”

Tuhan: “…Kamu akan memanggilnya ibu”

Faedah tulisan:

Satu, dalam Al Qur’an perintah agar manusia berbakti kepada orang tuanya wabil khusus ibunya diletakan setelah perintah menyembah Allah subhanahu wata’ala dan tidak menyekutukan-Nya.

Dua, kedudukan ibu 3 kali lebih tinggi daripada ayah karena ibu mengandung melahirkan dan menyusui.

Tiga, tidak berlebihan kalau ibu dikatakan sebagai malaikat yang tidak bersayap yang menjaga anak dari kandungan sampai mandiri.

Empat, berbakti kepada kedua orang tua akan mendatangkan keberkahan karomah dan kemuliaan karena ridho Allah terletak pada ridho orang tua dan murka Allah terletak pada murka orang tua

Lima, termasuk dosa yang disegerakan hukumannya adalah durhaka terhadap orang tua. Mudah-mudahan kita menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tua khususnya kepada ibu dan selalu mendoakanya,

اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

“Ya Allah ampunilah aku dan ampuni kedua orang tuaku, sayangilah mereka sebagaimana mereka merawatku diwaktu kecil.” Aamiin!

(Diambil dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat)

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *