Shalat safar adalah shalat sunat yang dilakukan ketika akan melakukan sebuah perjalanan ( safar ) dan ketika kembali dari perjalanan. Biasanya shalat ini dilakukan untuk perjalanan jauh seperti perjalanan ibadah haji dan umroh. Atau biasa dilaksanakan ketika akan berpergian jauh. Bagi para treveler muslim alangkah baiknya untuk melaksanakan sholat sunah Safar. Hal ini supaya setiap perjalanan yang dilakukan senantiasa bernilai ibadah dan diiringi dengan keimanan.
Dinyatakan dalam hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu; Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا خَرَجْتَ مِنْ مَنْزِلِكَ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ يَمْنَعَانِكَ مِنْ مَخْرَجِ السُّوْءِ وَإِذَا دَخَلْتَ إِلَى مَنْزِلِكَ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ يَمْنَعَانِكَ مِنْ مَدْخَلِ السُّوْءِ
“Jika engkau keluar dari rumahmu maka lakukanlah shalat dua rakaat yang dengan ini akan menghalangimu dari kejelekan yang berada di luar rumah. Jika engkau memasuki rumahmu maka lakukanlah shalat dua rakaat yang akan menghalangimu dari kejelekan yang masuk ke dalam rumah.
Cara Shalat Safar
Pada waktu hendak meninggalkan rumah atau berangkat, kita mengambil air wudhu dan memakai pakaian yang mau dipakai, kemudian melaksanakan shalat safar.
Cara untuk mengerjakan shalat safar ini sama dengan shalat fardhu, baik itu dari gerakan, dan bacaannya. Perbedaannya utamanya hanyalah pada niat nya saja.
Pada rakaat pertama setelah Al-Fatihah membaca surat Al-Kaafirun dan pada rakaat kedua sesudah Al-Fatihah membaca surah Al-Ikhlas. Sesudah memberi salam membaca ayat kursi dan surah Al-Quraishy sebanyak satu kali dengan meniatkan menjadi pemelihara diri kita sendiri bersama rombongan, dan orang yang ditinggalkan serta menyerahkan diri, keluarga dan harta benda kepada Allah SWT.
Niat sholat sunnah safar
أصلى سنة السفر ركعتين لله تعالى
“Aku niat shalat sunat safar karena Allah Yang Maha Tinggi”
Dan niat sholat ketika kembali pulang dari perjalanan
اصلى سنة للرجوع من السفر ركعتين لله تعالى
“Aku niat shalat sunnah karena telah kembali dari berpergian jauh, dua rakaat karena Allah Yang Maha Tinggi”
Kemudian membaca doa.
اَللَّهُمَّ اِنَّانَسْأَلُكَ فِى سَفَرِنَا هَذَالبِرَّوَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَاتَرْضَى , اَللَّهُمَّ هُوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاَطُوْ عَنّا بُعْدَهُ.اَللّهُمَّ اَنْتَ الصَاحِبُ فِى السّفَرِوَالْخَلِفَةً فى الأَهْلِ.اللَّهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وكَابَةِ الْمَنْظَرِوَسُوْءِالْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ والأَهْلِ
Doa Waktu Keluar dari rumah :
بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَحَوْلَ ولاَقُوَّةَ اِلاَّبِاللَّهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ
“Dengan menyebut nama Allah, aku berserah diri kepada Allah, tiada daya dan kekuatan kecuali Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung”
Apabila sudah di kendaraan, hendaknya membaca doa
سبحان الذى سخر لنا هذا وما كنا له مقرنين وإن إلى ربنا لمنقلبون
“Maha Suci Allah yang memudahkan kendaraan ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami”
Semoga perjalanan yang kita tempuh dapat memberikan pelajaran berharga bagi diri kita sendiri. Sebab perjalanan tidak sebatas mencari kegembiraan semata. Perjalanan adalah sebuah usaha untuk merperkaya jiwa kita yang tidak semua orang bisa melakukannya. Tentunya setiap manusia memiliki cara tersendiri untuk meraih ketauhidan yang Yang Satu itu.
Dari berbagai sumber
Badrah Uyuni

