
Biografi Dzunnun al-Mishri
oleh: Nisrina Danti (Mahasantri Ma’had Aly Zawiyah Jakarta)
Dzunnun al-Mishri, bernama lengkap Abu al-Fayd Thawban ibn Ibrahim, lahir sekitar tahun 180 H (796 M) di Akhmim, Mesir Hulu. Ia dikenal sebagai salah satu sufi besar generasi awal yang sangat berpengaruh dalam pengembangan tasawuf. Sejak muda, Dzunnun menuntut ilmu ke berbagai wilayah, menguasai tafsir, hadis, fikih, kedokteran, filsafat, serta ilmu-ilmu hikmah dan alam. Ia memperkenalkan konsep penting dalam tasawuf seperti ma‘rifah (pengetahuan batin tentang Allah), serta menggunakan bahasa simbolik dalam menjelaskan pengalaman spiritual. Dzunnun juga dikenal dengan kehidupan zuhud dan tawakalnya yang ekstrem, menjauhi keduniaan demi totalitas kepada Allah.
Ajaran Dzunnun sempat membuatnya dituduh menyimpang dan dipenjara oleh otoritas Abbasiyah, namun kemudian dibebaskan setelah terbukti tidak bersalah. Pemikiran dan ucapannya banyak memengaruhi tokoh-tokoh besar sufi setelahnya seperti Sahl al-Tustari, Al-Junaid, dan Al-Hallaj. Meskipun tidak meninggalkan karya tulis sendiri, ajarannya terdokumentasi dalam kitab-kitab klasik seperti Tabaqat al-Sufiyyah dan Hilyat al-Awliya’. Dzunnun wafat pada tahun 245 H (859 M) di Fustat, Mesir, dan dikenang sebagai salah satu pelopor tasawuf falsafi yang memperdalam dimensi batin dalam Islam.
