Oleh: Hayat Abdul Latief
Masa depan peserta didik tidak tergantung dari pintar tidaknya ketika di sekolah. Masa depan tidak tergantung dari naik atau tidak naik kelas. Masa depan juga tidak tergantung dari rapor atau ijazah. Tapi masa depan anda sebenarnya tergantung dari cara anda bersosialisasi, menambah pengetahuan setiap hari yang bisa didapat dari mana-mana; dari internet, dari buku, dari cerita , dari pengalaman orang lain. Jangan takut mendapatkan nilai rendah, tidak sedikit orang yang nilai akademik rendah namun sukses dalam kehidupannya.
Penilaian Allah
Pembicaraan orang lain mengenai diri kita dapat menjadikan kita intropeksi diri. Namun, apakah semua yang dibicarakan oleh orang lain sudah sepenuhnya benar? Berbeda dengan penilaian Allah pasti benar adanya karena Allah tidak pernah menzalimi hamba-Nya. Firman-Nya;
وَمَا ظَلَمَهُمُ اللّٰهُ وَلٰكِنْ كَانُوْٓا اَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُوْنَ
“Allah tidak menzalimi mereka akan tetapi merekalah yang (selalu) menzalimi diri mereka sendiri.” (QS. An-Nahl : 33)
Penilaian Manusia
Siapa saja yang menuhankan penilaian manusia akan ‘terikat oleh dunia’. Sedangkan yang menomorsatukan penilaian Allah SWT hidup menghirup udara bebas dan tidak akan terikat kecuali oleh-Nya dengan tidak mengabaikan mu’amalah, mu’asyarah dan akhlak mulia.
Dialog Imajiner dengan KH. Saifuddin Amsir
Setelah memasuki alam yang bukan kasat mata, sebelum mengadakan perhelatan hajatan besar wisuda mahasantri santri Zawiyah Jakarta, saya menyempatkan diri untuk menjumpai pendiri Ma’had ini, yakni KH Saefudin Amsir. Semoga Allah mengampuninya dan meninggikan derajatnya di surga.
-: Assalamualaikum Kyai?
+: Waalaikumsalam! Dengan siapa ya?
-: Saya Hayat Abdul Latief mahasantri Ma’had Aly Zawiyah Jakarta dari Bekasi kyai!
+: Ngomong-ngomong apa keperluannya mendatangi kami, padahal saya berada di alam perbatasan antara dunia dan akhirat?
-: Maaf kyai kedatangan saya meminta nilai dari kyai sebelum acara wisuda dan mungkin saya juga mewakili teman-teman yang lain.
+: Nilai apa maksudnya?
-: Maksudnya nilai akademik. Karena sebelum saya meminta nilai kepada para dosen dan para guru alangkah baiknya kalau saya minta nilai kepada kyai terlebih dahulu!
+: Bagi ana, para mahasantri, di tengah kesibukannya, lalu menyempatkan diri untuk belajar di akhir pekan merupakan perjuangan yang harus dihargai dan nilainya sangat tinggi dalam pandangan Allah SWT.
-: Jadi, nilai kami berapa kyai?
+: Nilai kalian semua A+, apalagi kemudian mengamalkan ilmu dan mengajarkan Islam secara ahlussunnah wal jamaah.
(Tak terasa perbincangan kami begitu syahdu. Pertemuan kami dibatasi oleh suara merdu adzan subuh. Saya pamit meninggalkan beliau setelah mencium tangan dan mengucapkan salam)
Diambil dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat!
(Khadim Korp Da’i An Nashihah dan Pelajar Ma’had Aly Zawiyah Jakarta)

