Siapakah yang Lebih Mirip Yesus, Muslim atau Kristen?: Kajian Kristologi

Oleh: Hayat Abdul Latief

Muslim menurut bahasa adalah orang yang tunduk dan patuh terhadap kehendak dan perintah Allah subhanahu wa ta’ala tidak menuruti kemauan sendiri atau hawa nafsunya. Seorang yang disebut muslim bila dia tunduk dan patuh terhadap kehendak dan perintah-Nya. Dan bagaimana dengan Yesus? Benarkah Yesus seseorang muslim? Terutama fakta bila kenyataannya Yesus juga mengajarkan umatnya sebagaimana yang diajarkan dan yang dikerjakan umat Islam. Mengapa umat Kristen yang mengaku pengikut Yesus tidak melaksanakan semua itu? Lalu siapa yang mereka ikuti? Apakah ada yang salah dengan mereka?

Ini Yakni Bukti bila Yesus Muslim Menurut Kitab Injil, Pertama, Yesus mengajarkan umatnya bersyahadat. Dalam Gospel Yohanes, “Hidup yang kekal itu, yaitu bila mereka tahu dia, cuma satu Allah yang benar, dan tahu Yesus Kristus yang telah Engkau utus. (Yohanes 17 : 3)

Kedua, Yesus mengajarkan umatnya Sholat dan bertobat. Dalam Gospel Matius, “Sejak mulai waktu itu Yesus memberitakan : ” Bertobatlah, sebab Surga sudah dekat! “Jadi Ia maju, lalu bersujud dan berdoa, Berkata : “Ya Bapa-Ku, seandainya semisalnya mungkin saja, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi jangan sampai seperti yang Kukehendaki, namun satu yang Engkau kehendaki.” (Matius 4 : 17)

Ketiga, Yesus dikhitan. Dalam Gospel Lukas, “Waktu sudah genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat terlebih dulu Ia dikandung ibunya. (Lukas 2 : 21)

Keempat, Yesus puasa. Dalam Gospel Matius, “Dan setelah berpuasa sepanjang empat puluh hari dan malam, selanjutnya laparlah Yesus.” { Matius Matius 4 : 2 } atau ” Dan bila anda berpuasa, jangan pernah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang saksikan bila mereka tengah berpuasa. Saya berkata kepadamu : Sebenarnya mereka sudah peroleh gajinya (Matius 6 : 16)

Lima, Yesus Mengucapkan Insya Allah. Lafadz “إن شاء الله” bukan hanya terdapat di dalam Al Qur’an, dalam Bible terdapat kata yang serupa. Coba perhatikan:

1. “Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”, sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.” Tetapi sekarang kamu meme­gahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah saIah. Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.” (Yak 4:13-17)

2. “Ia minta diri dan berkata: “Aku akan kembali kepada kamu, jika Allah menghendakinya.” Lalu bertolaklah ia dari Efesus.” (Kis 18:21)

3. “Tetapi aku akan segera datang kepada­mu, kalau Tuhan menghendakinya. Maka aku akan tahu, bukan tentang perkataan orang-orang yang sombong itu, tetapi tentang kekuatan mereka. (1 Kor 4:19).

Kata-kata dalam semua ayat ayat tersbut yaitu “Jika Tuhan menghendakinya” dan “Jika Allah menghendakinya” serta “Kalau Tuhan menghendakinya”, semua itu makna­nya sama yang dalam Al Qur’an disebut “In syaa Allah”.

Enam, Bibel Mengajarkan Wanita Untuk memakai Jilbab. ” Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya.” (1Korintus 11 : 5-6)

Tujuh, Bibel Mengajarkan Bersuci/Wudhu. “Apabila mereka masuk ke dalam Kemah Pertemuan dan apabila mereka datang mendekat kepada mezbah itu, maka mereka membasuh kaki dan tangan–seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa.” (Keluaran 40: 31-32)

Delapan, Mengajarkan Mengkafani Jenazah. ”Maka Yusuf mengambil mayat itu, dikapaninya dengan kain halus yang bersih. Maka Yusuf mengambil jenazah itu, dan membungkusnya dengan kain kapan dari linen yang baru. Setelah Yusuf mengambil jenazah Isa, ia mengafaninya dengan kain yang bersih. ” (Matius 27 : 59)

Ternyata perilaku Yesus dan ajaran Bible, yang mengamalkannya sampai saat ini adalah bukan umat Kristiani tetapi umat Islam. Oleh sebab itu tidak berlebihan kalua dikatakan, umat Islam lebih mencintai Yesus dari pada umat Kristiani;

Yesus bersyahadat mengakui bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Yesus adalah utusan Allah, umat Islam pun bersyahadat. Yesus mengajarkan kepada umatnya shalat umat Islam juga shalat. Yesus disunat,lelaki umat islampun disunat. Yesus berpuasa umat Islam pun berpuasa. Yesus mengucapkan in syaa Allah umat Islam pun sama. Yesus mengajarkan wanita untuk berjilbab demikian juga wanita muslimah. Bibel mengajarkan untuk berwudu demikian juga umat Islam. jenazah Yesus dibungkus dengan kain kafan demikian juga jenazah umat Islam.

*(Diambil dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat)*

*(Penulis : Direktur Korp Da’I An Nashihah dan Mahasantri Zawiyah Jakarta)*

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *